zoom-in lihat foto 6 Cara Mengatasi Ban Belakang Motor Goyang agar Kembali Stabil
Ilustrasi Ban Belakang Motor (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Ban belakang motor yang terasa goyang saat digunakan sering kali menjadi tanda bahwa ada komponen yang tidak bekerja dengan baik.

Getaran ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga bisa membuat motor kehilangan kestabilan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Masalah ban belakang goyang dapat disebabkan oleh kerusakan pada roda, ban, atau bagian kaki-kaki motor lainnya.

Karena itu, penting untuk melakukan pengecekan segera agar motor tetap aman digunakan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ban belakang motor goyang dan mengembalikan kestabilannya saat berkendara:

Baca Juga : Ini 4 Komponen yang Bisa Menyebabkan Roda Belakang Motor Matik Goyang Jika Sudah Aus

1. Periksa Kondisi Laher Roda Secara Menyeluruh

Periksa Kondisi Laher Roda

Bearing roda merupakan komponen penting yang memastikan roda berputar halus tanpa hambatan.

Jika bearing mulai aus, suara gesekan biasanya muncul dan roda terasa bergetar saat diputar.

Dalam kondisi yang lebih parah, laher bisa macet dan menyebabkan roda tidak stabil ketika motor melaju.

2 dari 4 halaman

Pengecekan bearing dapat dilakukan dengan mengangkat roda belakang dan memutarnya perlahan.

Jika terasa oblak atau ada bunyi kasar, artinya bearing harus segera diganti agar putaran roda kembali normal.

2. Pastikan Baut As Roda Tidak Kendor

Baut as roda yang kendor menjadi penyebab lain ban terasa goyang.

fitri kusuma
tjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Motor Bekas, Honda CB 150R StreetFire, Tahun 2018, Plat B, Pajak Off - Jakarta Utara
Rp 15,200,000.00
dki-jakarta

Ketika baut tidak terpasang dengan kuat, posisi roda bisa bergeser sedikit ke kiri atau kanan sehingga menghasilkan getaran saat motor berjalan.

Kondisi ini dapat terjadi setelah penggantian ban, servis rem, atau saat motor sempat mengalami benturan keras.

Untuk memastikan baut as terpasang dengan benar, perlu dilakukan pengecekan torsi menggunakan kunci yang sesuai standar agar posisinya kembali presisi.

3. Cek Velg, Apakah Masih Lurus atau Sudah Bengkok

Cek Velg

Velg yang tidak lurus atau mengalami deformasi akan membuat roda tidak berputar secara seimbang.

Velg racing dapat bengkok karena benturan keras saat melewati lubang besar, sementara velg jari-jari mungkin bermasalah karena beberapa jari-jari mengendur atau patah.

3 dari 4 halaman

Gejala velg bengkok biasanya terlihat ketika roda diputar, akan tampak bagian yang bergerak ke kiri atau ke kanan.

Jika masih ringan, velg bisa diservis di bengkel khusus.

Namun jika kerusakannya parah, mengganti velg menjadi pilihan yang lebih aman.

4. Evaluasi Kondisi Ban, Termasuk Potensi Benjol dan Aus Tidak Merata

Baca Juga : 4 Alasan Penting Memeriksa Mur As Roda Belakang Motor Matic secara Rutin

Ban yang tidak dalam kondisi sempurna bisa memicu goyangan pada bagian belakang motor.

Ban benjol di satu titik menyebabkan roda seperti memantul setiap kali berputar.

Sementara ban yang aus tidak merata membuat permukaannya tidak lagi stabil saat bersentuhan dengan jalan.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan meraba permukaan ban atau melihat apakah ada bagian yang menonjol.

Jika ditemukan kerusakan, mengganti ban adalah langkah terbaik sekaligus meningkatkan keamanan saat berkendara.

4 dari 4 halaman

5. Periksa Kinerja Suspensi Belakang

Periksa Kinerja Suspensi Belakang

Suspensi yang lemah atau bocor tidak lagi mampu meredam guncangan secara efektif.

Ketika shockbreaker tidak bekerja dengan baik, motor lebih mudah mengalami goyangan terutama saat melewati jalan bergelombang.

Cirinya biasanya terlihat dari permukaan shock yang basah oleh oli atau gerakannya terasa terlalu empuk dan tidak stabil.

Jika kondisinya sudah parah, segera lakukan servis atau penggantian shockbreaker untuk mengembalikan kenyamanan dan kestabilan motor.

6. Sesuaikan Ketegangan Rantai dan Pastikan Setelan Roda Lurus

Rantai yang terlalu kendor menyebabkan hentakan saat motor melaju, sementara rantai yang terlalu kencang membuat roda bergetar karena beban kerja yang berlebih.

fitri kusuma
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Honda PCX Tahun 2019 - Jakarta Utara
Rp 19,000,000.00
dki-jakarta

Selain itu, setelan roda yang tidak lurus juga dapat menyebabkan motor terasa oleng.

Untuk mengatasinya, setel rantai sesuai batas toleransi yang dianjurkan pabrikan dan pastikan posisi roda kiri dan kanan berada pada garis yang sama.

Pengecekan ini penting untuk menjaga performa sekaligus keselamatan berkendara.

Perawatan rutin pada kaki-kaki motor juga menjadi langkah penting untuk mencegah masalah serupa muncul di kemudian hari.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya