BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Touring menggunakan motor matic kini menjadi pilihan banyak pengendara, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Kenyamanan berkendara, posisi duduk yang rileks, serta kemudahan operasional tanpa perlu mengoper gigi membuat motor matic ideal untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Meski begitu, touring dengan motor matic tetap membutuhkan persiapan yang matang agar perjalanan aman, nyaman, dan bebas hambatan.
Berikut uraian lengkap mengenai enam cara touring aman dan nyaman dengan motor matic:
Baca Juga : Bukan Cuma Seru, Ini 4 Manfaat Touring Motor bagi Tubuh dan Pikiran
1. Cek Kondisi CVT dan Kampas Rem Secara Menyeluruh
Sistem CVT (Continuously Variable Transmission) adalah komponen vital pada motor matic.
Semua tenaga mesin disalurkan lewat V-belt dan roller, sehingga kondisi keduanya sangat menentukan performa motor saat touring.
Periksa kondisi V-belt apakah ada retakan, aus, atau mulai mengendur, karena V-belt yang lemah bisa putus di tengah perjalanan.
Roller juga perlu dipastikan tidak peyang atau aus karena dapat menyebabkan tarikan motor tersendat dan membuat konsumsi bahan bakar meningkat.
Selain itu, kampas ganda yang sudah tipis akan mengurangi performa akselerasi awal, terutama saat membawa beban.
Jangan lupa memastikan kampas rem masih tebal dan cakram tidak aus agar pengereman tetap responsif di berbagai kondisi jalan.
2. Gunakan Ban yang Tepat dan Pastikan Tekanan Udara Ideal
Ban merupakan komponen penting yang menjaga traksi dan stabilitas.
Touring jarak jauh membutuhkan ban dengan kondisi tapak yang masih baik, tidak botak, dan tidak retak.
Jika rute perjalanan melewati medan basah atau jalan licin, sebaiknya gunakan ban dengan grip kuat atau tipe semi basah.
Untuk perjalanan di jalanan mulus, ban standar masih memadai.
Tekanan udara ban harus selalu berada di angka yang direkomendasikan pabrikan.
Ban kurang angin membuat motor terasa limbung, sementara ban yang terlalu keras membuat kenyamanan berkurang dan ban lebih cepat aus di bagian tengah.
3. Lakukan Servis Ringan Sebelum Keberangkatan
Servis ringan sebelum touring sangat penting untuk memastikan semua komponen bekerja optimal.
Mengganti oli mesin adalah langkah utama, karena oli lama membuat mesin cepat panas dan tarikan menjadi berat.
Filter udara juga harus diperiksa, karena filter yang kotor menghambat aliran udara dan membuat pembakaran tidak optimal.
Komponen kelistrikan seperti lampu depan, lampu rem, sein, dan klakson perlu dipastikan berfungsi normal, terutama saat melewati jalanan gelap atau berkabut.
Cek juga kondisi suspensi agar perjalanan tetap nyaman dan motor tetap stabil saat melewati jalan tidak rata.
4. Bawa Perlengkapan Tambahan untuk Mengantisipasi Kondisi Darurat
Baca Juga : Jangan Asal Berangkat! Ini 5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Solo Touring
Meski motor matic terkenal praktis, tetap penting membawa perlengkapan tambahan sebagai antisipasi selama touring.
Toolkit bawaan motor seperti obeng, kunci L, dan kunci pas wajib dibawa.
Jas hujan model setelan lebih disarankan karena lebih aman dan tidak mudah tersangkut angin.
Jika menggunakan ban tubeless, membawa tire repair kit dan mini compressor sangat membantu saat mengalami bocor halus di daerah jauh dari bengkel.
Power bank atau charger motor memastikan ponsel tetap aktif untuk navigasi.
Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi seperti minyak angin, plester, atau obat anti mabuk perjalanan.
5. Atur Posisi Duduk dan Barang Bawaan Agar Tidak Mengganggu Keseimbangan
Kenyamanan touring sangat dipengaruhi posisi duduk dan pengaturan barang bawaan. Pastikan jok motor nyaman dan tidak licin.
Barang bawaan perlu diatur seimbang agar tidak mengganggu kontrol motor.
Barang berat sebaiknya ditempatkan di bagian tengah atau bawah agar tidak mengganggu keseimbangan motor.
Menggunakan side bag atau tail bag lebih disarankan dibandingkan membawa ransel besar di punggung, karena membawa tas berat dapat membuat bahu cepat pegal dan mengurangi fokus berkendara.
Jika menggunakan box tambahan, pastikan pemasangannya kuat dan tidak goyang.
6. Istirahat Secara Teratur untuk Menjaga Fokus dan Kebugaran
Kondisi fisik pengendara sangat memengaruhi keselamatan berkendara.
Istirahat setiap satu hingga dua jam sangat dianjurkan untuk melemaskan otot, mengurangi ketegangan punggung, dan menjaga fokus.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum.
Hindari memaksakan diri saat merasa mengantuk, karena berkendara dalam kondisi tersebut sangat berbahaya.
Perhatikan pula kondisi cuaca.
Jika hujan deras atau jarak pandang terbatas akibat kabut, lebih baik berhenti sejenak hingga kondisi kembali aman.
Dengan perencanaan matang dan kondisi motor yang prima, perjalanan menggunakan motor matic dapat dilalui tanpa hambatan berarti serta memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.
(Eno/TribunJualBeli.com)







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!