BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Sebagian besar pengendara terbiasa memutar kunci kontak ke posisi ON, lalu langsung menekan tombol starter tanpa menunggu sedetik pun.
Kebiasaan ini terlihat sederhana dan sering dianggap tidak berpengaruh apa-apa pada performa motor.
Padahal, pada motor modern, terutama motor berteknologi injeksi, ada beberapa sistem yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mesin dinyalakan.
Proses kecil yang terjadi dalam hitungan detik tersebut sangat penting untuk memastikan mesin bekerja dengan sempurna, komponen lebih awet, dan sistem elektronik dapat membaca kondisi motor secara akurat.
Jika kebiasaan menstarter motor terlalu cepat dilakukan terus-menerus, bukan tidak mungkin performa motor menurun lebih cepat dari yang seharusnya.
Agar lebih memahami alasannya, berikut penjelasan lengkap mengapa motor tidak boleh langsung distarter setelah putar kunci:
Baca Juga : Jangan Disepelekan! Ini 3 Efek Sering Starter Motor terhadap Aki
1. Pompa Bensin Perlu Waktu untuk Membangun Tekanan Bahan Bakar
Pada motor injeksi, fuel pump memang bekerja begitu kunci diputar ke posisi ON.
Namun, proses awal yang disebut priming ini tidak langsung selesai dalam sekejap.
Pompa harus memompa bensin dari tangki menuju injektor sambil membangun tekanan yang sesuai standar.
Biasanya, sistem membutuhkan 1–2 detik untuk mencapai tekanan ideal agar injektor bisa menyemprotkan bahan bakar secara sempurna.
Jika pengendara langsung menekan starter tanpa menunggu proses ini selesai, mesin akan menerima suplai bahan bakar yang belum stabil.
Dampaknya bisa beragam, mulai dari mesin sulit hidup, tarikan awal menjadi berat, hingga mesin tersendat ketika pertama kali menyala.
Dalam jangka panjang, fuel pump yang dipaksa bekerja tanpa tekanan yang stabil bisa menjadi lebih cepat aus.
Memberikan jeda sebentar membantu komponen ini bekerja secara normal dan mengurangi beban kerja yang tidak perlu.
2. ECU Perlu Melakukan Kalibrasi Awal untuk Membaca Sensor Mesin
ECU (Engine Control Unit) merupakan otak dari motor injeksi.
Begitu kunci diputar, ECU langsung memeriksa semua sensor penting seperti sensor suhu, sensor oksigen, sensor throttle position, hingga sensor udara.
Seluruh proses ini perlu diselesaikan agar ECU mengetahui kondisi mesin yang sebenarnya dan dapat mengatur campuran udara dan bahan bakar secara akurat.
Jika motor langsung distarter, ECU masih dalam fase membaca data sensor.
Kondisi ini membuat mesin menerima campuran bahan bakar yang tidak sesuai, sehingga putaran awal terasa tidak halus, idle mesin bisa tidak stabil, dan konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
Pada beberapa motor, kalibrasi ECU yang tidak selesai juga membuat proses start lebih berat.
Kebiasaan ini bila dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi performa injeksi dan memperpendek usia sistem elektronik.
Baca Juga : 5 Tips Merawat Tombol Starter Sepeda Motor Agar Awet
3. Oli Mesin Membutuhkan Waktu Singkat untuk Mengalir ke Bagian Atas
Saat motor sudah lama tidak dinyalakan, sebagian oli mesin akan turun ke bagian bawah ruang mesin.
Meskipun oli tidak mengalir hanya dengan memutar kunci, memberi jeda sebentar sebelum starter memungkinkan ECU dan sistem lain bekerja sehingga proses pelumasan bisa langsung berjalan optimal saat mesin menyala.
Pada beberapa jenis motor, komponen internal seperti camshaft, rocker arm, atau area head silinder sangat bergantung pada pelumasan awal agar gesekan tidak berlebihan.
Jika motor langsung distarter dalam kondisi panas atau dingin tanpa persiapan, bagian-bagian ini bisa mengalami gesekan lebih kering pada detik pertama mesin hidup.
Gesekan awal yang terjadi berulang-ulang dalam jangka panjang dapat membuat komponen cepat aus, suara mesin kasar, dan performa menurun.
Kebiasaan sederhana berupa menunggu 1–3 detik dapat membantu oli tersirkulasi dengan lebih baik ketika mesin mulai berputar.
4. Mengurangi Risiko Starter dan Aki Bekerja Terlalu Berat
Saat motor langsung distarter tanpa proses persiapan, sistem bahan bakar belum memiliki tekanan stabil, ECU belum selesai membaca sensor, dan pelumasan belum optimal.
Kondisi tersebut menyebabkan starter harus bekerja lebih keras untuk menyalakan mesin.
Starter yang sering dipaksa bekerja berat akan memperpendek usia dinamo starter dan membuat aki kehilangan daya lebih cepat.
Aki menjadi lebih sering drop, terutama pada motor yang sering digunakan dalam jarak pendek.
Dengan memberi jeda sebelum menekan tombol starter, sistem sudah siap bekerja dan starter bisa memutar mesin dengan lebih ringan.
Hal ini tidak hanya memudahkan proses menyalakan motor, tetapi juga menjaga umur aki agar lebih panjang.
Meski terlihat sepele, kebiasaan menunggu sebentar sebelum starter adalah salah satu cara terbaik merawat motor injeksi modern.
(Eno/TribunJualBeli.com)









Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!