BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Hingga sekarang, pelek jari-jari masih banyak digunakan di berbagai jenis motor, mulai dari bebek, trail, hingga motor klasik dan retro.
Bukan tanpa alasan, pelek jari-jari dikenal lebih fleksibel dan kuat saat menghadapi jalanan rusak, berlubang, atau tidak rata.
Bahkan, banyak pengendara yang merasa motor lebih nyaman digunakan ketika memakai pelek jenis ini.
Namun, di balik kelebihannya, pelek jari-jari juga memiliki beberapa kelemahan.
Jika tidak dirawat dengan baik, ada sejumlah masalah khas atau bisa disebut penyakit yang sering muncul.
Penyakit ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tapi juga berpotensi menimbulkan bahaya jika dibiarkan terlalu lama.
Nah, berikut tiga penyakit umum yang sering menyerang motor dengan pelek jari-jari:
Baca Juga : 4 Tanda Umum Pelek Jari-jari Motor Perlu Disetel Ulang
1. Jari-jari Mudah Kendor

Masalah yang paling sering dialami adalah jari-jari roda yang mudah kendor.
Hal ini biasanya terjadi karena sering melewati jalan bergelombang, menghantam lubang, atau terkena guncangan keras saat membawa beban berat.
Jika jari-jari kendor, keseimbangan roda akan terganggu sehingga motor terasa oleng ketika dikendarai.
Selain itu, ban bisa cepat aus karena tekanan tidak merata.
Bahkan, jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini dapat menyebabkan jari-jari patah atau pelek jadi rusak lebih parah.
Untuk mencegahnya, sebaiknya lakukan pengecekan rutin.
Bila ada jari-jari yang longgar, segera kencangkan atau ganti jika sudah aus.
Biasanya bengkel menyediakan jasa setel jari-jari dengan harga yang terjangkau.
2. Pelek Mudah Bengkok atau Tidak Seimbang
Dibandingkan pelek racing, pelek jari-jari memang lebih rentan bengkok, terutama jika sering menghantam jalan rusak dengan kecepatan tinggi.
Bentuknya yang tipis dan lentur membuatnya tidak sekuat pelek racing ketika menerima benturan.
Pelek yang bengkok akan membuat putaran roda tidak seimbang, sehingga motor terasa bergetar atau goyang saat melaju.
Kondisi ini juga berbahaya karena bisa memengaruhi kinerja rem, baik cakram maupun tromol.
Jika kerusakan masih ringan, pelek bisa dipress ulang agar kembali lurus.
Namun, kalau bengkoknya sudah parah, mau tidak mau pelek harus diganti agar motor tetap aman digunakan.
Baca Juga : 6 Cara Mengubah Pelek Jari-jari Motor Agar Bisa Pakai Ban Tubeless
3. Rawan Karat pada Jari-jari

Penyakit lain yang sering ditemui adalah jari-jari yang mudah berkarat.
Hal ini terjadi karena material jari-jari umumnya terbuat dari baja yang rentan terkena korosi, apalagi kalau motor sering dipakai saat hujan atau melewati jalan becek.
Karat yang menumpuk bukan hanya membuat tampilan motor terlihat kusam, tapi juga melemahkan kekuatan jari-jari.
Jika satu atau dua jari-jari sudah rapuh dan patah, maka beban roda tidak akan seimbang.
Kondisi ini bisa berbahaya karena berpotensi merusak pelek bahkan membuat roda tidak stabil saat digunakan.
Untuk mencegahnya, rajinlah mencuci motor setelah terkena hujan dan keringkan bagian pelek. Bisa juga menggunakan cairan pelindung antikarat agar jari-jari tetap awet dan mengkilap.
Jadi, meskipun punya beberapa kelemahan, pelek jari-jari tetap bisa diandalkan selama pemiliknya rajin merawat.
(Eno/TribunJualBeli.com)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!