zoom-in lihat foto 6 Cara Tepat Menentukan Nilai Rumah Bekas Sebelum Membeli atau Menjual
Ilustrasi Nilai Rumah Bekas (pexels.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah bekas atau rumah second sering menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi.

Harga yang biasanya lebih terjangkau dibanding rumah baru, serta lokasi yang umumnya sudah mapan, membuat rumah bekas cukup diminati.

Namun, menentukan harga rumah bekas bukanlah perkara mudah.

Jika harga ditaksir terlalu tinggi, rumah bisa sulit terjual. Sebaliknya, jika harganya terlalu rendah, pemilik bisa mengalami kerugian yang signifikan.

Begitu juga bagi pembeli, membeli rumah dengan harga yang terlalu tinggi tentu merugikan dalam jangka panjang.

Berikut enam cara yang dapat membantu menilai harga rumah bekas dengan tepat, agar transaksi berjalan lancar dan adil bagi kedua belah pihak:

Baca Juga : Jangan Sampai Salah! Ini 5 Kesalahan Umum Saat Membeli Rumah

1. Bandingkan dengan Harga Rumah di Sekitar

Cara paling sederhana dan sering digunakan adalah membandingkan harga rumah serupa di lokasi yang sama atau sekitarnya.

Hari Iedul Fitriyanto
tjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Bekas Hitung Tanah LT 80 m2 Murah UMS Area Kampus - Solo
Rp 450,000,000.00
jawa-tengah

Perhatikan rumah dengan luas tanah dan bangunan yang mirip, usia, serta kondisi bangunan yang tidak jauh berbeda.

2 dari 4 halaman

Saat ini, banyak platform properti online yang menyediakan informasi harga pasaran, bahkan dilengkapi data transaksi terakhir.

Jika memungkinkan, cek juga harga jual di lingkungan tersebut dalam 6–12 bulan terakhir, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang tren harga.

Selain harga pasaran, perhatikan juga tingkat permintaan di daerah tersebut. Jika permintaan tinggi, harga rumah bisa lebih mahal.

Sebaliknya, di daerah dengan permintaan rendah, harga rumah biasanya lebih kompetitif.

2. Pertimbangkan Faktor Lokasi secara Detail

Pertimbangkan Faktor Lokasi secara Detail

Lokasi merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai rumah, terutama rumah bekas.

Rumah yang berada di pusat kota, dekat area bisnis, kampus, rumah sakit, atau transportasi publik biasanya memiliki harga lebih tinggi.

Selain itu, perhatikan kondisi lingkungan sekitar: apakah rawan banjir, dekat jalur utama yang berpotensi bising, atau memiliki akses jalan yang baik.

Kemudahan akses ke fasilitas umum seperti sekolah, pasar, tempat ibadah, dan taman juga meningkatkan nilai jual.

Sebaliknya, rumah yang berada di gang sempit atau kawasan padat tanpa ruang terbuka cenderung dihargai lebih rendah.

3 dari 4 halaman

3. Tinjau Kondisi Fisik Rumah secara Menyeluruh

Baca Juga : 10 Cara Menjual Rumah agar Cepat Laku di Lokasi yang Kurang Strategis

Salah satu aspek terpenting adalah memeriksa kondisi bangunan secara menyeluruh.

Penilaian meliputi struktur atap, dinding, pondasi, plafon, kondisi cat, instalasi listrik, pipa air, hingga ventilasi.

Rumah dengan kondisi yang masih terawat, bebas kerusakan besar, tidak bocor, dan tidak memerlukan renovasi signifikan tentu akan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Jika sebagai penjual ingin menaikkan nilai rumah, memperbaiki kerusakan kecil atau memperbarui beberapa area, seperti mengecat ulang atau mengganti keramik dapat membantu meningkatkan harga jual.

Bagi pembeli, memeriksa kondisi fisik rumah membantu menghindari biaya tambahan tak terduga setelah pembelian.

4. Periksa Kelengkapan dan Legalitas Dokumen

Periksa Kelengkapan dan Legalitas Dokumen

Legalitas rumah sangat menentukan nilai properti.

Rumah dengan sertifikat lengkap, seperti SHM (Sertifikat Hak Milik) atau HGB (Hak Guna Bangunan), akan memiliki nilai jual lebih tinggi dan mudah dijual kembali.

4 dari 4 halaman

Pastikan juga ada dokumen pendukung lain seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan), bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), serta surat-surat pendukung lainnya.

Rumah dengan legalitas bermasalah, seperti sertifikat ganda, sengketa tanah, atau status hak yang belum jelas, biasanya dihargai lebih murah, bahkan sering dihindari calon pembeli.

Sebaliknya, rumah dengan dokumen lengkap meningkatkan rasa aman dan mempercepat proses transaksi.

5. Hitung Nilai Tanah dan Bangunan secara Terpisah

Saat menentukan harga rumah bekas, sebaiknya nilai tanah dan bangunan dihitung secara terpisah.

William Mansion Platinum Team
tjb blogtjb blogtjb blog
Jual Rumah Bekas Luas 190 m2 di Gunungsari Indah Karangpilang Wiyung Babatan Pratama Royal Residence Nego - Surabaya
Rp 2,500,000,000.00
jawa-timur

Nilai tanah cenderung meningkat dari waktu ke waktu, sedangkan nilai bangunan menurun seiring usia.

Menghitung secara terpisah membantu memberikan gambaran realistis, berapa nilai riil tanah, dan seberapa besar nilai bangunan yang masih tersisa.

Cara ini sering digunakan oleh penilai profesional agar harga yang ditentukan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

6. Konsultasi dengan Agen Properti atau Penilai Profesional

Konsultasi dengan Agen Properti atau Penilai Profesional

Jika masih ragu dengan hasil perhitungan sendiri, menggunakan jasa agen properti atau penilai independen bisa menjadi pilihan bijak.

Mereka memiliki pengalaman dan data pasar yang luas, sehingga mampu memberikan taksiran harga lebih objektif.

Agen properti juga bisa membantu memasarkan rumah lebih efektif, sedangkan penilai profesional dapat menyusun laporan resmi yang sering dibutuhkan dalam proses kredit atau pengurusan warisan.

Meski memerlukan biaya tambahan, bantuan profesional dapat menghindarkan dari risiko kesalahan perhitungan yang berdampak besar di kemudian hari.

Dengan mengikuti enam cara di atas, penjual dan pembeli dapat memperoleh harga yang adil, sesuai kondisi pasar, serta menghindari kerugian yang mungkin terjadi.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya