zoom-in lihat foto 5 Kesalahan Pemasangan Kabel Motor yang Bisa Bikin Konslet
Ilustrasi Kabel Motor (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Sistem kelistrikan pada sepeda motor merupakan komponen penting yang menopang berbagai fungsi, mulai dari sistem starter, lampu, indikator, klakson, hingga pengisian daya ke aki.

Semua komponen ini saling terhubung melalui jaringan kabel yang kompleks, dan jika terjadi kesalahan dalam pemasangannya, bisa berakibat fatal.

Salah satu risiko paling berbahaya dari kesalahan kelistrikan adalah korsleting, atau yang lebih dikenal dengan istilah konslet.

Korsleting dapat merusak komponen elektronik motor, membuat motor sulit dinyalakan, atau bahkan menimbulkan percikan api yang bisa memicu kebakaran.

Oleh karena itu, pemasangan kabel kelistrikan pada motor harus dilakukan secara hati-hati, mengikuti standar, dan tidak asal sambung.

Berikut ini lima kesalahan umum yang sering terjadi saat memasang kabel kelistrikan motor, beserta penjelasan mengapa hal ini bisa menyebabkan konslet:

Baca Juga : Kenali 4 Kerusakan Kelistrikan Motor yang Paling Sering Terjadi

1. Menggunakan Kabel yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Salah satu kesalahan paling mendasar namun sering diabaikan adalah pemakaian kabel yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Yamaha Gear 125 FI tahun 2022 Sangat Mulus - Subang
Rp 6,000,000.00
jawa-barat

Banyak orang memilih kabel dengan ukuran kecil atau kualitas rendah karena harganya lebih murah atau mudah didapat.

2 dari 4 halaman

Padahal, kabel seperti ini tidak mampu menghantarkan arus listrik dengan baik, apalagi jika digunakan untuk komponen yang membutuhkan daya besar seperti lampu utama, kiprok, atau starter.

Kabel yang terlalu kecil atau terlalu tipis akan cepat panas saat menghantarkan arus tinggi.

Dalam kondisi ekstrem, kabel bisa meleleh, mengelupas, bahkan terbakar.

Itulah sebabnya penting untuk menggunakan kabel yang sesuai dengan standar pabrikan, baik dari segi ukuran, jenis material, maupun ketebalan isolasi pelindungnya.

2. Sambungan Kabel Tidak Rapat dan Tanpa Pelindung

Penempatan Kabel Sembarangan dan Terlalu Dekat Komponen Panas
Sambungan Kabel Tidak Rapat dan Tanpa Pelindung

Proses penyambungan kabel adalah bagian krusial dalam instalasi kelistrikan motor.

Sayangnya, masih banyak orang yang menyambung kabel secara asal-asalan, seperti hanya dililitkan tanpa disolder atau bahkan direkatkan dengan isolasi biasa.

Sambungan seperti ini sangat tidak aman, karena mudah terlepas, cepat kendor, dan berisiko tinggi menyebabkan percikan api.

Sambungan kabel yang longgar bisa menimbulkan panas dan membuat arus listrik tidak stabil.

Hal ini tidak hanya merusak sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi titik rawan terjadinya konslet.

3 dari 4 halaman

Sambungan idealnya dilakukan dengan metode penyolderan agar kuat dan stabil.

Setelah itu, sambungan harus dibungkus dengan isolasi listrik berkualitas atau pelindung seperti heat shrink agar tidak mudah terbuka atau terkena air.

3. Mengabaikan Fungsi Sekring Sebagai Pengaman

Baca Juga : 4 Masalah Kelistrikan yang Menyebabkan Sekring Motor Sering Putus

Sekring adalah komponen kecil tapi sangat penting dalam sistem kelistrikan motor.

Fungsinya adalah memutus aliran listrik secara otomatis jika terjadi arus lebih atau hubungan pendek.

Sayangnya, banyak teknisi atau pemilik motor yang mengabaikan pemasangan sekring saat melakukan modifikasi kabel atau menambahkan aksesori elektronik.

Tanpa sekring, sistem kelistrikan tidak memiliki pengaman.

Jika terjadi konslet, arus listrik akan terus mengalir tanpa putus, yang bisa menyebabkan kabel terbakar atau bahkan merusak aki dan komponen lainnya.

Pastikan semua jalur utama kelistrikan, terutama dari aki ke sistem starter dan lampu, dilengkapi dengan sekring yang sesuai kapasitas arusnya.

4 dari 4 halaman

Jangan mengganti sekring dengan kawat atau benda logam lain karena justru memperbesar risiko kebakaran.

4. Penempatan Kabel Sembarangan dan Terlalu Dekat Komponen Panas

Penempatan Kabel Sembarangan dan Terlalu Dekat Komponen Panas
Penempatan Kabel Sembarangan dan Terlalu Dekat Komponen Panas

Tata letak kabel atau routing kabel juga sangat penting dalam instalasi kelistrikan.

Banyak kasus konslet terjadi karena kabel dipasang terlalu dekat dengan mesin, knalpot, atau komponen panas lainnya.

Akibatnya, lapisan pelindung kabel bisa meleleh karena suhu tinggi, dan kawat di dalamnya akan terpapar langsung ke bodi motor atau komponen logam lain, sehingga memicu hubungan pendek.

Selain itu, kabel yang dibiarkan longgar dan bergesekan dengan bagian-bagian yang bergerak seperti rantai atau gir juga sangat berisiko.

Lama-kelamaan, gesekan tersebut bisa membuat isolasi kabel terkelupas, dan konsleting pun tak terhindarkan.

Untuk mencegah hal ini, pastikan kabel diikat dengan rapi menggunakan cable tie, dijauhkan dari komponen panas, dan mengikuti jalur kabel standar dari pabrikan.

Jika perlu, tambahkan pelindung tambahan berupa selongsong kabel tahan panas.

5. Tidak Melakukan Pemeriksaan Ulang Setelah Instalasi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi, terutama saat pemasangan dilakukan sendiri, adalah tidak melakukan pengecekan ulang setelah kabel terpasang.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Yamaha Mio M3 FI Sangat Terawat - Subang
Rp 5,500,000.00
jawa-barat

Pemasangan kabel yang tidak dicek bisa menyimpan banyak risiko tersembunyi, seperti sambungan yang kurang kuat, polaritas yang terbalik, kabel yang saling bersinggungan, hingga jalur yang salah.

Pemeriksaan ulang sangat penting untuk memastikan seluruh jalur kelistrikan bekerja dengan baik dan tidak ada potensi masalah.

Gunakan alat bantu seperti multimeter untuk mengecek arus, tegangan, dan kemungkinan adanya hubungan pendek.

Periksa juga fisik kabel, apakah ada bagian yang terjepit, terbuka, atau berisiko tersentuh air.

Langkah ini sangat membantu mendeteksi potensi konslet sejak dini sebelum motor dinyalakan atau digunakan untuk berkendara.

Mulai dari pemilihan kabel yang tidak tepat, sambungan yang buruk, hingga penempatan kabel yang salah, semuanya bisa menimbulkan risiko serius bagi kendaraan maupun keselamatan penggunanya.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya