zoom-in lihat foto Berkaca dari Perceraian Ria Ricis-Teuku Ryan, Ini 5 Cara Menyelesaikan Konflik Istri dan Mertua
Ria Ricis dan Teuku Ryan bercerai/ Berkaca dari Perceraian Ria Ricis-Teuku Ryan, Ini 5 Cara Menyelesaikan Konflik Istri dan Mertua. (instagram/@studiokencana)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Proses perceraian Ria Ricis dan Teuku Ryan sudah memasuki babak akhir pada awal Mei 2024.

Tak lama setelahnya, belakangan beredar dokumen persidangan berisi duduk perkara penyebab Ria Ricis menggugat Teuku Ryan.

Bahwasanya konflik rumah tangga Ria Ricis dan Teuku Ryan bermula karena faktor orang tua, yaitu ibu Teuku Ryan alias mertua Ria Ricis.

Baca Juga: Cara Mengurus Pengajuan Surat Cerai Secara Online Menggunakan Aplikasi e-Court

Melihat adanya ketidakcocokan antara Ria Ricis dengan ibu mertua, selayaknya sebagai suami Teuku Ryan dapat menjembatani keduanya agar tetap akur.

Konflik menantu dengan mertua kini memang kerap terjadi terhadap semua orang, dan memang tidak bisa dihindari terlebih jika masalah kecil tidak dibicarakan sesegera mungkin.

Jika dibiarkan berlarut-larut, konflik antara menantu dan mertua tersebut, dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga dengan pasangan.

Baca Juga: Fenomena Artis Selingkuh dan Cerai, Duta Sheila On 7 Bagikan Tips Rumah Tangga Harmonis

Terlepas dari kasus di atas, berikut terdapat sejumlah tips menyelesaikan konflik antara menantu dan mertua, seperti dilansir dari Glamour dan Tribun News.

1. Mengungkapkan perasaan

2 dari 4 halaman

Saat terjadi konflik dengan mertua, sebagai menantu, kamu tidak perlu memendam perasaan yang menganggu pikiran.

Sebaliknya, kamu bisa menyampaikan kepada mertua, lewat komunikasi yang baik, dengan bantuan dan pendampingan pasangan.

Rachel Needle, Psikolog Klinis di Palm Beach, Florida, mengatakan saat menantu mengutarakan perasaannya secara baik-baik, maka mertua bisa lebih memahaminya.

Menyampaikan perasaan yang mengganjal secara baik-baik lebih baik ketimbang memendamnya, lantaran bisa menjadi bumerang pada masa mendatang.

pengacara hak asuh anak
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Garda Law Office Pengacara Perceraian - Tangerang Selatan Banten
Rp 1,000,000.00
banten

2. Mengingat Jasanya

Saat merasa emosi dengan mertua, cobalah ingat jasanya sebagai orangtua yang telah membesarkan pasangan kamu dengan segala jerih payah mereka.

Mengingat semua kebaikannya dapat meredakan emosi kamu saat berkonflik dengan mertua.

Dengan demikian, kamu bisa berpikir lebih jernih serta menjaga hubungan harmonis dengan mertua.

3. Melihat Sudut Pandangnya

Saat berselisih dengan mertua, sebaiknya menantu juga mencoba untuk menghargai sudut pandang mertua.

3 dari 4 halaman

Ingatlah bahwa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, merupakan tindakan yang bijaksana.

Jangan khawatir, sebab kamu tidak perlu mengubah sudut pandang kemudian menyetujui permintaan mertua. Sebaliknya, kamu bisa mengatakan kepada mertua

konsultasi hukum perceraian
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Terbaik Garda Law Office Pengacara Perceraian - Tangerang Kota Banten
Rp 1,000,000.00
banten

4. Menetapkan Batasan

Kamu dan pasangan bisa mengajak serta orangtua dalam menetapkan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap anggota keluarga.

Misalnya, kamu dan pasangan memutuskan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kalian, sehingga orangtua tidak bisa banyak ikut campur dalam pola pengasuhan anak.

Pastikan, orangtua mengetahui batasan tersebut, sehingga tidak melanggarnya di kemudian hari.

Jika sudah menetapkan batasan bersama, maka kamu dan pasangan dapat memilih bersikap fleksibel atau tegas jika batasan tersebut dilanggar oleh mertua.

Misalnya, kamu dan pasangan memperbolehkan anak bermain kotor agar menjadi stimulasi motorik anak.

Jadi, mertua seharusnya tidak memiliki kewenangan untuk melarang cucunya bermain kotor-kotor, lantaran pengasuhan tersebut adalah otoritas orangtua si anak.

konsultasi hukum perceraian
tjb blogtjb blogtjb blog
Garda Law Office Jasa Perceraian Murah - Depok Jawa Barat
Rp 1,000,000.00
jawa-barat

5. Komunikasi

4 dari 4 halaman

Kamu dan pasangan bisa mengajak serta orangtua dalam menetapkan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap anggota keluarga.

Misalnya, kamu dan pasangan memutuskan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kalian, sehingga orangtua tidak bisa banyak ikut campur dalam pola pengasuhan anak.

Pastikan, orangtua mengetahui batasan tersebut, sehingga tidak melanggarnya di kemudian hari.

Jika sudah menetapkan batasan bersama, maka kamu dan pasangan dapat memilih bersikap fleksibel atau tegas jika batasan tersebut dilanggar oleh mertua.

Misalnya, kamu dan pasangan memperbolehkan anak bermain kotor agar menjadi stimulasi motorik anak.

Jadi, mertua seharusnya tidak memiliki kewenangan untuk melarang cucunya bermain kotor-kotor, lantaran pengasuhan tersebut adalah otoritas orangtua si anak.

Nah itu dia, merupakan beberapa cara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara istri dengan mertua.

Sebagai suami, sebaiknya bisa menjembatani dan menjadi penengah agar konflik yang terjadi tidak berlarut-larut. (*)

(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)

Selanjutnya