TRIBUNJUALBELI.COM - Menahan kentut di tempat umum mungkin pernah dilakukan sebagian besar orang.
Hal ini dianggap wajar karena mungkin akan membuat malu jika harus kentut di dekat banyak orang yang akan menimbulkan bau hingga suara.
Padahal, kentut adalah proses alamiah tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gas di dalam pencernaan melalui lubang pantat atau anus.
Baca Juga: Waspada Jika Kentut Berbau Tidak Sedap, Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini
Gas yang dikeluarkan tersebut terbentuk secara alami selama proses pencernaan atau saat seseorang menelan udara bersama makanan.
Gas ini dapat mengakibatkan kembung dan tidak nyaman, sehingga kentut adalah salah satu cara yang sehat untuk melepas gas dari tubuh.
Bisa disimpulkan bahwa kentut sebenarnya hal yang normal dan menandakan bahwa pencernaan kita bekerja dengan baik.
Lalu, kira-kira apa yang terjadi jika kita menahan kentut, apakah berdampak bagi kesehatan tubuh?
Baca Juga: Ketahui Yuk, Ini 3 Penyebab Kentut Berlebihan yang Perlu Diwaspadai
Apa yang terjadi pada tubuh saat menahan kentut?
Saat Anda kentut, gas bergerak dari usus ke rektum, lalu keluar melalui anus.
Tetapi jika Anda mengencangkan otot sfingter anus (otot yang mungkin juga Anda kencangkan jika menahan buang air besar), Anda biasanya dapat menahan kentut untuk jangka waktu tertentu.
Setelah mengencangkan otot sfingter Anda, tekanan akan mulai terbentuk pada gas di sistem pencernaan Anda.
Anda mungkin mengalami beberapa gejala jangka pendek saat menahan kentut, termasuk nyeri, kembung, dan rasa tidak nyaman.
Anda juga akan bisa merasakan gelembung gerakan gas bergerak di sekitar sistem pencernaan Anda.
Gas ini bisa diserap kembali oleh sistem darah di tubuh dan pada akhirnya akan dikeluarkan saat Anda bernapas.
Namun, sebagian besar gas akan tetap berada di bawah tekanan di dalam tubuh Anda sampai Anda akhirnya dapat mengeluarkannya melalui kentut atau sendawa.
Bahaya terlalu sering menahan kentut
Kentut sembarangan memang memalukan dan termasuk hal yang tak sopan.
Namun menahan kentut, meski hanya jangka pendek, bisa memicu rasa tidak nyaman, kembung, gangguan pencernaan, maag, dan nyeri.
Sebagai antisipasi, berikut bahaya terlalu sering menahan kentut:
Divertikulitis
Pada tahun 1970-an, para ahli menemukan bahwa kebiasaan menahan kentut dapat memicu divertikulitis.
Diverkulitis adalah peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan.
Divertikulitis bisa parah dan dapat menyebabkan infeksi jika tidak ditangani.
Perut kembung
Terlalu sering menahan kentut bisa memicu pembengkakan dan kembung di perut Anda karena penumpukan gas yang tidak segera dikeluarkan oleh tubuh Anda.
Perut kembung juga bisa membuat Anda lebih mudah bersendawa.
Kram dan nyeri perut
Ketika ada banyak gas di tubuh, Anda mungkin merasa tidak nyaman.
Tetapi menjebak gas di tubuh Anda dengan menahan kentut dapat memperparah ketidaknyamanan tersebut. Bahkan, Anda bisa mengalami kram dan nyeri perut.
Mengingat bahaya menahan kentut terkadang berisiko bagi kesehatan, Anda sebaiknya jangan terlalu sering melakukan kebiasaan tidak sehat ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!