TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini banyak perubahan di tengah kehidupan masyarakat dunia sejak adanya pandemi Covid-19.
Berbagai upaya dilakukan untuk mulai menerima dan bisa hidup berdampingan dengan virus yang satu ini.
Karena itu, segala sesuatu mulai dari gaya hidup hingga rutinitas manusia sehari-hari, dimodifikasi untuk bisa relevan lagi.
Salah satunya adalah modifikasi terkait hunian atau rumah sebagai tempat tinggal.
BACA JUGA: BTN Tawarkan Program KPR Bagi Milenial yang Ingin Beli Rumah Lewat 'PPKM'
BACA JUGA: Rumah Toko Semakin Murah Sejak PPKM Darurat, Cek Harga dan Pilihan Ruko di Jakarta dan Tangerang
Akibat pandemi, hunian tak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan berkumpul dengan keluarga.
Hunian kini juga menjadi area produktif, rekreasi, ruang belajar, dan tempat ibadah. Tak heran, hunian yang dapat mengakomodasi hal tersebut semakin dibutuhkan.
Melansir Architectural Digest, Jumat (21/5/2021), desainer asal New York Daun Curry mengatakan, di masa ini telah terjadi pergeseran tata letak ruangan.
Fleksibilitas menjadi kunci dalam perencanaan dan tata letak ruang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Curry menjelaskan, rumah dengan denah terbuka semakin diminati masyarakat.
Namun, merebaknya pandemi mengharuskan para pemilik rumah mampu menerapkan batas khusus antara ruang kerja dan ruangan lain. Dengan begitu, fungsi sebuah ruang jadi lebih jelas.
"Rumah dengan denah terbuka dan modern (kini) sangat populer. Namun, selama periode ini, kami menyadari hal itu bisa menjadi penghalang ketika aktivitas di tempat kerja menyatu dengan ruangan lainnya," ujar Curry.
Curry melanjutkan, hunian dengan ruangan yang bisa mengakomodasi kebutuhan bekerja dari rumah, berolahraga, dan tempat khusus untuk menyalurkan hobi di rumah menjadi relevan di masa pandemi.
Konsep future proofing home
Setali tiga uang dengan Curry, pendiri perusahaan jasa arsitek Aesler Group International, Jang Rony Yuwono mengatakan, pandemi Covid-19 memunculkan tantangan baru dalam menghadirkan desain arsitektur ruang lebih kreatif untuk mengakomodasi pola hidup baru.
Merespons kebutuhan tersebut, Aesler telah menyiapkan desain hunian dengan konsep future proofing home, sebagaimana melansir Kontan.co.id, Selasa (11/8/2020).
BACA JUGA: Agar Harganya Dapat Dijangkau, Pembiayaan Rumah untuk MBR Bakal Digenjot
BACA JUGA: Keunggulan Miliki Rumah di Bogor, Cek Harga dan Pilihannya
Sebagai informasi, future proofing home dibuat dengan menerapkan konsep antisipatif terhadap kejadian tidak terduga di masa depan.
Hunian dengan konsep tersebut harus mampu meminimalisasi shock effect dan physical stresses.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam konsep future proofing home adalah sebagai berikut.
Pertama, self-sustained lifestyle in a master plan. Desain hunian dibuat untuk memungkinkan komunitas di dalam kompleks real estat memiliki berbagai aktivitas atau lifestyle yang lengkap.
Hal itu akan membuat kompleks tersebut lebih mandiri. Jadi, penghuni dapat memenuhi kebutuhannya tanpa perlu keluar dari lingkungan tempat tinggal.
Kondisi ini memungkinkan penghuni terhindar dari risiko penularan penyakit dari luar.
Kedua, outdoor to indoor. Seiring peningkatan aktivitas di dalam ruangan, rumah membutuhkan sentuhan kesan outdoor dalam konsep ruangan hunian.
Ketiga, dynamic and adaptive layout. Desain hunian dibuat dengan menyediakan sebuah tempat atau area di dalam rumah agar yang dapat didedikasikan secara dinamis.
Misalnya, sebuah ruangan diatur menjadi sebuah study corner (ruang belajar) atau bekerja.
Keempat, living and kitchen atau heart of home. Pada konsep future proofing home, area ruang keluarga dan dapur menjadi inti dari sebuah hunian. Kedua area ini dimanfaatkan sebagai area berkumpul anggota keluarga.
BACA JUGA: Cek Pilihan Rumah di Bandung dengan Harga Mulai 150 Jutaan
Terakhir, garden parks home. Hal ini diwujudkan dengan menyediakan area hijau atau taman yang memadai sebagai "paru-paru hunian" yang mampu mendorong gaya hidup sehat setiap penghuninya.
Adaptasi pengembang
Untuk menghadapi pergeseran gaya hidup masyarakat di masa pandemi, pengembang properti mulai beradaptasi dan semakin cermat dalam membaca kebutuhan pasar.
Salah satu upaya adaptasi tersebut dibuktikan melalui pengembangan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat di era new normal.
Misalnya saja, upaya yang dilakukan Lyman Group. Pengembangan Kota Baru Parahyangan (KBP) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) ini menerjemahkan kebutuhan hidup di era new normal pada produk rumah yang ditawarkan.
Dalam desain produk rumah di KBP, pengembang tak hanya menekankan fungsi rumah sebagai tempat tinggal semata, tetapi juga menjadi tempat untuk melakukan hampir semua aktivitas produktif para penghuninya.
Selama pandemi, KBP telah meluncurkan hunian terbaru yang lebih adaptif untuk memenuhi hunian dalam menghadapi era new normal.
Salah satu hunian tersebut adalah Nayapati Residence, yakni produk rumah dengan konsep breathable frontage-house atau rumah bernapas.
Hunian dua lantai berarsitektur modern tropis tersebut didesain secara inklusif bagi setiap anggota keluarga di dalam rumah.
Selain itu, hunian Nayapati dirancang dengan gubahan massa dan ruang rumah yang hampir tidak menempel pada dinding batas kaveling.
Tujuannya, agar cahaya dan udara bisa masuk ke dalam rumah dengan leluasa. Dengan demikian, penghuni dapat merasakan udara yang sejuk dan suasana nyaman di KBP.
Karena sesuai dengan kebutuhan new normal, tak heran, Rumah Nayapati banyak diincar masyarakat.
Terbukti, dalam kurun waktu satu bulan sejak diluncurkan pada akhir Mei 2021, produk rumah Nayapati Residence habis terjual dan kini telah dipersiapkan untuk tahap berikutnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga hingga spesifikasi Nayapati Residence, Anda bisa kunjungi lama resmi Kota Baru Parahyangan.
Atau temukan pilihan properti lain di berbagai daerah dengan beragam harga di Tribunjualbeli.com

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!