TRIBUNJUALBELI.COM - Minyak rem ternyata punya musuh terbesar yaitu air alias water.
Air bisa berada di dalam sistem rem mobil yang tertutup salah satunya karena udara di dalam tabung penyimpanan minyak rem saat panas menimbulkan uap air.
Uap air ini diserap oleh minyak rem yang memiliki sifat dasar higroskopis atau menyerap uap air.
Akibat sifat dasar ini kandungan air di dalam minyak rem akan bertambah seiring berjalannya waktu.
Dalam jangka panjang, hadirnya air dalam minyak rem ini akan merusak sifat kimia minyak rem yang mengakibatkan menurunnya kinerja rem.
BACA JUGA : Ini Alasan Mengapa Minyak Rem Mobil Harus Diganti Tiap 20.000 KM
BACA JUGA : Efek Samping Mengganti Minyak Rem Mobil secara Sembarangan
Selain itu, endapan air dalam minyak rem bisa menyebabkan korosi pada piston kaliper rem, motor sistem ABS, dan pipa saluran minyak rem.
Untuk itu sebaiknya Anda melakukan penggantian minyak rem setiap 20.000 km atau 2 tahun.
Minyak Rem Berkurang
Minyak rem mobil berkurang jangan pernah dianggap remeh, terlebih jika terjadi terus-menerus.
Bisa langsung mengenali tanda-tanda minyak rem mobil berkurang dan solusinya, simak uraian berikut.
Tanda-tanda minyak rem mobil berkurang
Cara mengetahui minyak rem mobil berkurang sebenarnya tidak terlalu sulit.
Ada beberapa tanda yang bisa dikenali dengan mudah, yaitu seperti berikut:
Lampu indikator rem menyala
???????Lampu indikator rem (brake light warning) akan menyala jika terdapat masalah pada sistem pengereman, termasuk saat minyak rem berkurang.
Bila Anda melihat lampu indikator ini menyala, segera cek tangki reservoir minyak rem.
Pedal rem terasa blong
Indikator lainnya bisa Anda rasakan lewat pedal rem.
Saat minyak rem berkurang, pedal akan terasa blong bila diinjak.
Biasanya Anda bisa langsung merasakannya saat mobil dihidupkan atau saat melalui turunan.
Disebabkan kampas rem menipis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!