TRIBUNJUALBELI.COM - Ikan merupakan salah satu menu yang kerap dihidangkan di meja makan.
Namun, menyantap ikan maupun produk olahannya yang tinggi kandungan histamin, dapat menyebabkan keracunan.
Melansir laman resmi American Academy of Allergy Asthma and Immunology, keracunan histamin (scombrotoxin fish poisoning) merupakan salah satu jenis keracunan makanan.
Beberapa jenis ikan secara alami memiliki zat kimia bernama histidin berkadar tinggi.
Di antaranya tongkol, makarel, sarden, tuna, teri, mahi mahi, haring, sampai marlin.
BACA JUGA : 3 Orang Pengidap Penyakit Ini Dilarang Makan Ikan
BACA JUGA : Jangan Tergoda Murahnya, Jauhi dan Jangan Beli Ikan dengan Ciri-ciri Ini
Asam amino esensial di beberapa ikan dapat berubah menjadi histamin saat terkontaminasi bakteri.
Bakteri tersebut bagian dari mikroflora alami kulit, insang, dan usus ikan yang baru ditangkap.
Menurut laman resmi Centre for Food Safety Hong Kong, tingginya kandungan histamin dalam ikan dan produk ikan tergantung jenis ikan, kontrol suhu, dan waktu.
Pembentukan histamin dapat terjadi di sepanjang rantai pasokan ikan dan produk ikan.
Mulai ikan ditangkap nelayan, dibawa berlayar sampai ke pelabuhan, dijajakan pedagang, sampai ke dapur.
Dari hasil penelitian, keracunan histamin terdeteksi di sampel ikan yang dibiarkan di suhu ruangan selama 24 jam.
Namun, histamin tidak terdeteksi saat sampel ikan disimpan di suhu dua derajat Celcius sepanjang tujuh hari.
Orang yang mengalami keracunan histamin biasanya mengalami:
1. Kesemutan
2. Merasakan sensasi terbakar di sekitar mulut
3. Muka memerah
4. Berkeringat
5. Mual
6. Muntah
7. Sakit kepala
8. Jantung berdebar
9. Pusing
10. Ruam
11. Kasus yang parah bisa sampai memicu serangan asma dan jantung
Seperti keracunan makanan pada umumnya, gejala keracunan histamin muncul setelah beberapa jam konsumsi ikan.
Gejala tersebut biasanya dapat hilang dalam 12 jam dan tidak disertai efek jangka panjang.
Namun, untuk memastikan kondisi kesehatan sebaiknya segera berkosultasi pada ahli medis.
Kiat agar ikan aman dari keracunan histamin
Kandungan histamin bisa meningkat sebelum ikan membusuk dengan tanpa bau atau rasanya tidak sedap.
Kita dapat menjaga kandungan histamin ikan dan produk olahan ikan tidak meroket lewat berbagai cara.
Untuk produsen atau pedagang:
Kontrol suhu dan durasi ikan di ruang terbuka sebelum diolah terjaga.
Mulai rantai pasokan ikan paling awal dari nelayan sampai bahan makanan siap diolah.
Jaga suhu ikan segar di bawah empat derajat Celcius. Sedangkan untuk produk beku, suhunya dijaga di bawah minus 18 derajat Celcius.
Untuk konsumen:
Simpan ikan di tempat yang dingin sesaat setelah dibeli.
Sedangkan untuk produk ikan atau olahan ikan seperti sandwich tuna, roti tuna, dll. juga perlu diperhatikan suhu penyimpanannya.
Beberapa produk disimpan di suhu ruangan sepanjang hari.
Hal itu dapat memacu kontaminasi ulang histamin.
Oleh karena itu, produk olahan ikan yang belum segera dikonsumsi idealnya juga disimpan di kulkas. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!