zoom-in lihat foto Memakai Kacamata saat Pandemi Covid-19 Memiliki Keuntungan, Risiko Tertular Menjadi Kecil
Memakai kacamata di masa pandemi ini ternyata memiliki keuntungan, dimana risiko tertular cukup kecil

TRIBUNJUALBELI.COM - Memakai kacamata di masa pandemi ini ternyata memiliki keuntungan.

Dimana risiko tertular Covid-19-nya cukup kecil ketimbang mereka yang tidak memakai kaca mata.

Dilansir dari Grid Health, menurut The Sunday Telegraph kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Namun diketahui seseorang memiliki kebiasaan menyentuh wajahnya rata-rata 23 kali dalam satu jam dan matanya rata-rata tiga kali per jam.

Inilah yang membuat kaca mata berperan penting dalam hal pencegahan.

''Penggunaan kacamata dalam jangka panjang dapat mencegah sentuhan dan gesekan mata berulang kali," ujar penelitian tersebut dikutip dari dailymail.co.uk, Senin (22/2/2021).

Tahun lalu, peneliti dari China menemukan pasien Covid-19 lima kali lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki kerangka tubuh dibandingkan populasi umum.

Sedangkan peneliti di India mempelajari 304 orang dengan gejala dan memeriksa penglihatan mereka.

Memakai kacamata di masa pandemi ini ternyata memiliki keuntungan, dimana risiko tertular cukup kecil

Mereka menemukan pemakai lensa cenderung tidak tertular virus karena mereka lebih jarang menyentuh wajah.

Tim dari The Second Affiliated Hospital of Nanchang University mengatakan mereka percaya ini karena reseptor ACE-2, yang dilekatkan virus untuk masuk dan menginfeksi sel manusia, dapat ditemukan di mata.

2 dari 4 halaman

BACA JUGA : Meski Diklaim Bisa Melindungi dari Radiasi, Kacamata Antiradiasi Justru Bisa Sebabkan Mata Berair

BACA JUGA : Beli Kacamata Bisa Gratis dengan BPJS Kesehatan, Begini Syarat dan Alurnya

"Temuan utama kami adalah bahwa pasien dengan Covid-19 yang memakai kacamata dalam waktu lama setiap hari relatif jarang terjadi, yang bisa menjadi bukti awal bahwa pemakai kacamata sehari-hari kurang rentan terhadap Covid-19," tulisnya lagi.



Mata dianggap sebagai saluran penting SARS-CoV-2 untuk masuk ke dalam tubuh manusia.

Bagi pemakai kacamata sehari-hari, yang biasanya memakai kacamata pada acara-acara sosial, memakai kacamata dapat menjadi faktor pelindung, mengurangi risiko penularan virus ke mata dan menyebabkan pemakai kacamata harian jangka panjang jarang terinfeksi Covid-19.

Meski demikian, dalam pencegahan Covid-19 disiplin menjalankan protokol kesehatan 3m (memakai masker, mecuci tangan, dan menjaga jarak) tetap penting untuk dilakukan.

Diketahui menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Covid-19 menular terutama di antara orang-orang yang berada dalam kontak dekat untuk waktu yang lama.

BACA JUGA : Begini Cara Aman Mencuci Pakaian selama Pandemi Covid-19

BACA JUGA : Dampak Pandemi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Naik Jadi 27,55 juta

Penularan virus corona terjadi ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, dan tetesan dari mulut atau hidung mereka diluncurkan ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang-orang di dekatnya.

Sehingga menjalankan protokol kesehatan seperti 3M menjadi kewajiban yang tak boleh diabaikan.

3 dari 4 halaman

Mencegah kacamata berembun saat pakai masker

Pengguna kacamata mungkin menghadapi kerepotan yang sama, yakni kacamata berkabut saat menggunakan masker di luar rumah sebagai tindakan preventif untuk menghindar dari virus corona.



Tak hanya saat mengenakan masker saja, kacamata bisa berembun saat sedang hujan, minum sup panas atau saat minum secangkir teh.

Saat memakai masker, ada udara hangat yang diembuskan dari lubang hidung akan naik dan keluar lewat celah bagian atas masker, membuat permukaan yang lebih dingin yaitu lensa kacamata, berembun.

Kondisi tersebut bisa mengganggu penglihatan jika kita sedang mengendarai kendaraan.

Kacamata yang berkabut tidak hanya dialami dalam aktivitas rutin.

Dokter dan perawat pengguna kacamata pun setiap hari harus mengalami hal ini.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kabut pada kacamata:

1. Celupkan kacamata dalam sampo bayi atau air sabun

Lakukan hal ini tepat sebelum mengenakan masker, buat busa pada lensa kacamata dengan air sabun dan buang air yang berlebih.

4 dari 4 halaman

Jangan membilasnya dengan air.

Biarkan busa mengering atau dengan mengeringkannya dengan kain lembut yang bebas serabut sebelum mengenakannya kembali.



Trik ini bisa berhasil karena sabun meninggalkan film tipis yang mengurangi tegangan permukaan, sehingga menyebabkan molekul air (alias uap air dari napas kita) menyebar secara merata ke lapisan transparan.

2. Tempatkan tisu di dalam masker

Tips ini beredar di internet, dan jika kamu melakukannya dengan benar, cara ini berfungsi.

Caraya mudah, pertama lipat tisu secara horizontal.

Kemudian letakkan tissu yang telah dilipat tadi di antara wajah dan bagian atas masker di bagian tulang hidung.

Mereka yang sudah mencoba metode ini mengatakan hal itu membantu menyerap kelembaban dari napas kita sebelum menyentuh kacamata.

3. Ubah cara mengikat masker

Jika kamu menggunakan masker wajah yang dapat diikat di belakang kepala coba ubah cara mengikatnya.

Alih-alih mengikat bagian atas tepat di atas telinga, cobalah mengikatnya di bawah, dan untuk bagian bawah, lakukan sebaliknya untuk membuat "X" di sisi wajah.

Cara ini disebutkan dapat memungkinkan udara yang dihembuskan bisa cepat keluar dari masker.

4. Cari masker yang menempel lekat di hidung

Kacamata berkabut karena masker yang kita kenakan mengalihkan napas hangat ke atas, bukan ke luar dan ke depan, muncul sebagai uap pada lensa.

Jika udara tidak dapat keluar dengan mudah dari atas dan masker cukup rapat, kamu dapat mengurangi kejadian ini.

5. Coba semprotan anti-kabut

Ada metode khusus yang digunakan perenang, yaitu memakai semprotan lensa dengan semprotan anti-kabut yang banyak dijual di pasaran.

(*)

Artikel ini telah tayang di laman Grid Health dengan judul Keuntungan Memakai Kaca Mata di Masa Pandemi, Risiko Tertular Covid-19 Jadi Kecil

Selanjutnya