TRIBUNJUALBELI.COM - Masyarakat masa kini lebih banyak pilihan dalam melakukan pembelian hunian.
Pilihan tempat tinggal cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan dana serta lokasi yang diinginkan.
Tipe hunian yang paling populer saat ini adalah rumah dan apartemen, ternyata banyak yang masih bingung menentukan lebih baik pilih yang mana.
Dari dua tipe hunian ini, masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan yang harus diperhatikan bagi calon pembeli.
BACA JUGA: Rumah Murah 100 Jutaan Dp 1 Persen di Dekat Jakarta Ini Cocok untuk Dimiliki
Seperti hak dan kewajiban terkait apartemen dan rumah konvesional yang berbeda.
Bahkan ada perbedaan antara rumah tapak dan rumah vertikal yang menambah ataupun mengurangi daya tarik masing-masing. Berikut ulasannya:
BACA JUGA: Rumah Seharga 1,1 Miliar Untuk Milenial, Cicilan 6 Juta Per Bulan, Berminat?
Biaya perawatan
Dalam hal biaya, rumah tapak lebih hemat, karena penghuni tidak harus mengeluarkan berbagai biaya, seperti biaya keamanan, kebersihan, dan lain-lain. Selain itu, biaya listrik dan air yang lebih murah karena masuk dalam kategori rumah standar.
Namun rumah tapak juga memerlukan biaya perawatan bangunan tiap tahun seperti pengecatan eksterior, atap bocor, dan lain-lain.
Sedangkan apabila tinggal di apartemen, penghuni harus megeluarkan biaya yang lebih mahal, karena ada berbagai tambahan biaya, seperti service charge, sinking fund, serta biaya listrik dan air yang lebih mahal.
Namun biaya perawatan bangunan ditanggung bersama dengan penghuni unit lain.
Beberapa kerusakan yang biasa ditemui di rumah tapak seperti genteng bocor dan arus pendek tidak ditemui di apartemen.
Kebakaran akibat arus pendek juga jarang terjadi karena kabel ditanam di dalam pipa.
BACA JUGA: Ide Dekorasi Unik dan Hemat Uang dengan Kursi Lipat Cantik
Renovasi bangunan
Kebebasan melakukan renovasi fisik bangunan bisa dilakukan apabila tinggal di rumah tapak. Pemilik juga bebas melakukan dekorasi atau melakukan aktivitas hobi lainnya.
Di apartemen, penghuni tidak bebas merenovasi. Bahkan ada beberapa pengelola yang memberikan tambahan biaya jika penghuni ingin merenovasi unitnya.
BACA JUGA: Diklaim Sebagai Rumah Termahal di Indonesia, Ini Dia Penampakan Interiornya
Status kepemilikan bangunan
Status kepemilikan rumah tapak adalah milik pribadi dan bisa diperjualbelikan secara leluasa.
Lain halnya dengan apartemen, pembeli hanya mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemennya saja.
Dengan kata lain, yang menjadi hak milik adalah bangunan unit yang dibeli. Sedangkan untuk tanah apartemen merupakan milik bersama.
Status Tanah
Status tanah rumah tapak merupakan milik pribadi yang bisa diperjualbelikan.
Berbeda dengan penghuni unit apartemen yang hanya memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai Pengelolaan Lahan (HPL).
Umumnya status apartemen adalah HGB dengan jangka waktu tertentu, misalnya 30 atau 50 tahun.
BACA JUGA: 5 Warna Cat Dinding yang Membuat Rumah Tampak Kotor
Pilihan investasi
Harga jual rumah yang selalu meningkat, cocok untuk investasi jangka panjang. Ini karena harga tanah dan rumah setiap tahunnya mengalami kenaikan sesuai dengan nilai inflasi.
Begitu pula dengan harga sewa yang juga mengikuti.
Rumah juga merupakan pilihan investasi hunian terbaik untuk jangka panjang. Nilai tambahnya juga tinggi karena semakin sedikit lahan yang tersedia.
Tetapi rumah tapak juga membutuhkan waktu lama untuk menjual. Hal ini terjadi karena banyak faktor seperti lokasi dan bunga KPR yang lebih besar untuk rumah tangan kedua.
Lain halnya dengan apartemen yang untuk jangka pendek atau menengah apartemen merupakan pilihan investasi terbaik.
Bila disewakan nilainya lebih besar dibanding dengan rumah tergantung fasilitas, luas ruangan, dan juga lokasi. Hal ini membuat apartemen akan selalu cepat laku tersewa.
(Kompas.com/Rosiana Haryanti)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rumah atau Apartemen, Mana Pilihan Anda?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!