zoom-in lihat foto Waspadai 3 Kondisi Ini Saat Anda Merasa Berkeringat Setelah Bangun Tidur
Apakah pagi ini Anda terbangun dalam keadaan berkeringat?

TRIBUNJUALBELI.COM - Apakah pagi ini Anda terbangun dalam keadaan berkeringat?

Padahal pendingin di kamar tidur Anda sudah terpasang dari semalam namun masih saja berkeringat.

Oleh karena itu Anda perlu mengetahui penyebab berkeringat ketika tidur.

Melansir dari self.com, kondisi di mana Anda berkeringat ketika tidur disebut night sweat.

"Night sweat adalah tahapan parah dari keringat berlebih," jelas Keri Peterson, M.D., seorang dokter spesialis penyakit dalam.

BACA JUGA : Meletakkan Cermin Menghadap Tempat Tidur Bisa Bikin Sial

BACA JUGA : Alami Wajah Bengkak Setelah Bangun Tidur? Begini Cara Mengatasinya

Tahapan tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, di luar faktor lingkungan saat tidur misalnya yang terlalu panas.

Solusi untuk mengatasi berkeringat saat tidur tergantung pada penyebab terjadinya.

Berikut penyebab berkeringat saat tidur berdasarkan kondisi kesehatan tertentu.

2 dari 4 halaman

1. Menopause

"Jika seseorang mengalami night sweat, saya akan langsung menanyakan kepada pasien tentang siklus menstruasi mereka, karena bisa jadi karena menopause," jelas Barrie Weinstein, M.D., asisten profesor endokrinologi, diabetes, dan penyakit tulang di Fakultas Kedokteran Icahn.



Hormon yang berfluktuasi yaitu estrogen dan progesteron yang berkurang, menyebabkan gejala seperti night sweat, kedinginan, menstruasi yang tidak teratur atau tidak ada, perubahan mood, kekeringan miss V, metabolisme yang lebih lambat, dan rambut yang menipis.

Menopause biasa terjadi di usia 51 tahun, atau terjadi pada Anda yang berusia 50an, 40an, atau lebih muda.

"Jika Anda mengalami night sweat yang parah, sebaiknya segera datang ke dokter," kata Dokter Weinstein.

2. Gangguan kecemasan

Beberapa dari Anda hanya memahami bahwa gangguan kecemasan hanya mengalami kekhawatiran yang tidak proporsional dan ketakutan, tetapi emosi itu dapat memicu sejumlah gejala fisik.

BACA JUGA : Ternyata Ini 8 Penyebab Mengantuk di Pagi Hari, Salah satunya Kurang Tidur

Salah satunya adalah berkeringat terlalu banyak, di sisi lain termasuk letih, ketegangan otot, detak jantung yang kencang, sulit bernapas, masalah perut seperti mual dan diare.

Secara umum, gangguan kecemasan, gangguan panik, dan gangguan kecemasan sosial merupakan tiga yang utama di bawah payung gangguan kecemasan.

3 dari 4 halaman

Meskipun ada masalah terkait seperti gangguan obsesif-kompulsif dan menyebabkan keringat berlebih, termasuk di malam hari.

Bagi Anda yang mengalami keringat berlebih kemungkinan gejala gangguan kecemasan yang dimiliki sudah tak bisa dikontrol.

Disarankan untuk segera menghubungi dokter atau praktisi kesehatan mental.



3. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis menyebabkan keringat berlebih tanpa pemicu khas seperti panas atau olahraga.

Terdapat dua bentuk hiperhidrosis, primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer terjadi ketika dokter tidak dapat menentukan alasan yang mendasari keringat Anda yang berlebih, seperti kondisi kesehatan atau pengobatan.

Hiperhidrosis sekunder adalah ketika keringat berlebih terjadi karena masalah medis tertentu, apakah itu masalah kesehatan atau obat yang Anda gunakan untuk mengobatinya.

Hiperhidrosis primer dan sekunder memiliki beberapa perbedaan.

Pertama, biasanya hanya muncul di beberapa bagian utama tubuh, seperti dahi, ketiak, dan telapak tangan dan telapak kaki, menurut American Academy of Dermatology.

4 dari 4 halaman

Kedua, biasanya melibatkan keringat pada bagian tubuh Anda jauh lebih besar, atau bahkan semuanya.

Perbedaan lainnya adalah hiperhidrosis primer biasanya hanya terjadi ketika bangun, hiperhidrosis sekunder dapat membanjiri tubuh Anda dengan keringat malam atau night sweat.

Berkeringat ketika tidur bisa disebabkan oleh ketiga kondisi kesehatan tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Nakita.grid.id dengan judul "Badan Berkeringat Ketika Bangun Tidur? Bisa Jadi Moms Alami Kondisi Kesehatan Ini"

Selanjutnya