zoom-in lihat foto Premium Dihapus, Bagaimana Nasib Mobil Klasik Pakai Pertamax? Ini Jawaban Mekanik
Berkaitan dengan rencana pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) ron rendah yaitu premium akan menjadi masalah besar.

TRIBUNJUALBELI.COM - Berkaitan dengan rencana pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) ron rendah yaitu premium akan menjadi masalah besar.

Masalah tersebut akan hadir bagi para pemilik mobil jadul atau klasik di Indonesia.

Mobil jadul atau klasik memiliki kapasitas mesin dan sudah disetting untuk mengonsumsi bahan bakar RON rendah.

Tapi bagaimana jika mobil jadul atau klasik diberi bbm ron tinggi seperti pertamax?

Mungkin beberapa hal harus dilakukan para pemilik mobil untuk menyetel karburasi terlebih dahulu supaya tidak ngelitik.

Jika mobil diberi pertamax kemudian mesin ngelitik berarti mobil harus dibawa ke bengkel dan di setel supaya bisa diberi pertamax.

BACA JUGA : Premium Dihapus, Bagaimana Nasib Mobil Klasik Pakai Pertamax? Ini Jawaban Mekanik

BACA JUGA : Jangan Asal, Ini Efek Buruk Mencampur Pertalite dengan Pertamax di Kendaraanmu

Selain itu perhatikan pada knalpot mobil jadul anda timbul asap hitam atau tidak.

Timbulnya asap hitam tipis menandakan terjadinya pembakaran tidak sempurna di dalam silinder, salah satunya disebabkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya.

2 dari 3 halaman

Mintalah ke bengkel untuk menguruskan campuran bahan bakar, lebih akurat lagi bila menggunakan Lambda Meter di alat uji emisi. 



Benarkah Pakai Pertamax Bikin Mesin Mobil Awet Ketimbang Pertalite? Ini Penjelasan Mekanik

Banyak cara yang dilakukan oleh pemilik kendaraan guna meningkatkan performa tunggangannya.

Salah satu yang sering dilakukan dan paling simpel, yakni menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan lebih tinggi dari standar.

Banyak yang percaya dengan menggunakan bensin dengan Research Octane Number (RON) tinggi otomatis akan membuat pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna.

Dengan begitu, maka performa mesin juga akan lebih bagus dibandingkan ketika menggunakan bensin dengan oktan rendah.

Sebenarnya, seberapa pengaruh nilai oktan BBM terhadap performa kendaraan?

Dilansir dari Kompas.com, menanggapi hal itu, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya dalam penggunaan bahan bakar untuk kendaraan yang paling bagus sesuai dengan kompresinya.

“Yang tidak terlalu tinggi atau pun terlalu rendah, karena baik terlalu tinggi atau rendah akan ada efeknya terhadap mesin,” kata Didi kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Didi menambahkan, misalkan saja kendaraan menggunakan bensin dengan RON lebih tinggi. Menurutnya, bisa saja akan berpengaruh terhadap performa mesinnya karena pembakaran yang terjadi bisa lebih sempurna.

3 dari 3 halaman

“Tetapi, efeknya juga ada yakni membuat mesin menjadi lebih panas yang disebabkan karena bahan bakar yang digunakannya,” ujar Didi.

Kondisi tersebut justru bisa berdampak pada keawetan komponen kendaraan.



Misalkan knalpot gampang keropos atau pun komponen lainnya seperti seal, bearing yang cepat aus.

Dalam kesempatan berbeda, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi bisa meningkatkan performa mesin.

Dengan catatan kompresi rasio kendaraan juga harus tinggi atau sesuai dengan bahan bakar yang digunakan.

“Bisa saja meningkatkan performa kendaraan, kalau kompresi rasionya juga tinggi. Tapi kalau rasio kompresinya rendah dan memakai oktan tinggi maka tenaganya juga tidak akan maksimal,” kata Bambang.

Dengan begitu, Bambang menambahkan, otomatis performa mesin atau power kendaraan juga tidak akan bisa maksimal.

(Andrakp/Tribunjualbeli.com)

Selanjutnya