zoom-in lihat foto Masuk Musim Pancaroba, Waspadai 7 Tanda Datangnya Bencana Angin Puting Beliung di Indonesia
Ilustrasi bencana angin puting beliung | Loop

TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini, Indonesia sedang berada dalam masa peralihan musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana lanjutan hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi pada masa pancaroba ini, di antaranya hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, dan hujan es.

Sebelumnya, Rabu (23/9/2020) bencana angin puting beliung disertai hujan es telah terjadi dan merusak 25 rumah di Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

BACA JUGA : Info BMKG, Berikut Wilayah di Indonesia yang Sudah Diguyur Hujan dan Masih Musim Kemarau

BACA JUGA : Sepele Tapi Penting, 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Supaya Tetap Aman dari Sambaran Petir Saat Hujan

Seperti yang diwartakan TribunSumsel.com, angin puting beliung tersebut merusak bangunan di Desa Selabung Belimbing Jaya, Pulau Duku, Teluk Agung dan Tanjung Besar, sekitar pukul 16.00 WIB.

Angin puting beliung muncul bersamaan dengan hujan lebat disertai bongkahan es, dan terjadi 30 menit hingga merusak pemukiman dan perkebunan warga sekitar. Bahkan, satu orang dikabarkan mengalami luka ringan.

"Hampir seluruh wilayah di Sumatera Selatan berpotensi terjadi bencana tersebut," kata V Sinta Andayani selaku Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dalam keterangan tertulisnya.

Tetapi, Sinta menyebutkan bahwa sebenarnya kejadian atau fenomena bencana puting beliung bisa Anda waspadai dengan mengenali beberapa tanda-tandanya, seperti berikut ini:


2 dari 4 halaman

1. Terasa panas dari malam hingga pagi

Umumnya, satu hari sebelum terjadinya puting beliung, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

2. Udara panas dan terik sejak pagi hari

Anda perlu mewaspadai dan mengantisipasi, jika udara sudah terasa panas sejak pagi hari, serta cukup terik dan gerah.

3. Terlihat awan Cumulus

BACA JUGA : 5 Bentuk Awan Ini Jadi Tanda Hujan Akan Turun

BACA JUGA : Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak, Jangan Mandi saat Hujan yang Disertai dengan Petir

Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis).

Lantas, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

4. Tampak awan Cumulonimbus

3 dari 4 halaman

Sinta berkata, setelah terlihat munculnya awan Cumulus, maka tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB).

5. Pepohonan bergoyang

Anda harus mewaspadai kemungkinan potensi puting beliung, saat dahan atau ranting dari pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, mulai bergoyang cepat karena embusan angin.


6. Udara terasa dingin

Selanjutnya, jika Anda merasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat Anda berdiri, itu juga salah satu tanda potensi akan terjadinya puting beliung.

7. Langsung turun hujan lebat atau gerimis disertai angin kencang

Biasanya sebelum angin puting beliung terjadi, hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba.

Apabila, hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

"Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang, baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," jelasnya.

(Kompas.com/Ellyvon Pranita)

4 dari 4 halaman

Artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Kenali 7 Tanda Datangnya Angin Puting Beliung

Selanjutnya