TRIBUNJUALBELI.COM - Hujan sudah mulai turun di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Ibukota DKI Jakarta.
Bahkan beberapa tempat di Jakarta sudah terpantau banjir.
Tapi juga masih ada beberapa wilayah yang masih kemarau bahkan kekeringan.
Dilansir dari Kompas.com, Menurut kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indra gustari menjelaskan bahwa musim hujan di Indonesia tidak akan serentak.
Contohnya saja Selain DKI Jakarta, wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah juga mengalami hujan deras, terutama pada siang atau malam hari.
"Analisis kami terhadap data hujan, menunjukkan bahwa iklim di Indonesia tidak seragam. Demikian juga, musim kemarau dan musim hujan," kata Indra kepada Kompas.com
Nah bagi kalian yang ingin mengetahui wilayahmu akan segera kehadiran hujan bisa dilihat dari beberapa bentuk awan yang ada dilangit.
Ada beberapa jenis awan yang juga bisa menandakan hujan akan turun sebentar lagi.
Ini 5 bentuk awan yang bisa menandakan hujan akan turun sebentar lagi di antaranya seperti dilansir dari sciencealert.com
Awan Cumulus
Pada suatu hari yang cerah, radiasi matahari memanaskan tanah, yang pada gilirannya memanaskan udara tepat di atasnya.
Udara hangat ini naik secara konveksi dan membentuk awan Cumulus, awan berbulu putih kecil yang seperti kapas.
Kalau kita melihat langit yang dipenuhi dengan cumulus, maka hari itu mungkin tidak akan hujan.
Sebab awan cumulus umumnya tidak hujan, tapi sedang dalam cuaca cerah.
Awan Cirrus
Awan Cirrus terbentuk sangat tinggi di atmosfer.
Mereka halus, yang seluruhnya terdiri dari kristal es jatuh melalui atmosfer.
Jika Cirrus dibawa secara horizontal oleh angin yang bergerak pada kecepatan yang berbeda, mereka mengambil bentuk kait yang khas.
Kalau kita melihat awan Cirrus semakin menipis dengan menunjukkan bahwa bagian depannya semakin dekat, memberikan kode bahwa akan hujan dalam 12 jam ke depan.
Awan Stratus
Stratus adalah lapisan awan rendah berkelanjutan yang menutupi langit.
Stratus terbentuk oleh udara yang naik lembu atau oleh angin ringan yang membawa udara lembap di atas permukaan tanah atau laut yang dingin.
Awan Stratus tipis, jadi sementara kondisi mungkin terasa suram, hujan tidak mungkin, dan paling banyak akan menjadi gerimis ringan.
Stratus identik dengan kabut, jadi jika kita pernah berjalan di gunung pada hari berkabut, kita telah berjalan di awan ini.
Awan Lenticular
Awan Lenticular sering terbentuk ketika ia melintasi pegunungan.
Begitu melewati gunung, udara kembali tenggelam ke tingkat sebelumnya.
Saat tenggelam, panas dan awan menguap.
Pada akhirnya, gunung terlihat seperti bertopi.
Awan Kelvin-Helmholtz
Awan Kelvin-Helmholtz menyerupai gelombang laut yang pecah.
Ketika massa udara pada ketinggian yang berbeda bergerak secara horizontal dengan kecepatan yang berbeda, situasinya menjadi tidak stabil.
Akibatnya terbentuk awan yang memiliki berbentuk gelombang yang lebih besar.
Namun dari semua jenis awan yang telah dijelaskan di atas, awan Kelvin-Helmholtz sangat jarang terjadi.
Terakhir, Awan Kelvin-Helmholtz terlihat di Jutland, Denmark barat.
Itulah 5 bentuk awan yang bisa menandakan hujan akan turun sebentar lagi. (*)
(Andkp/Tribunjualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!