zoom-in lihat foto Jadi Hunian Impian Beberapa Orang, Inilah 3 Kekurangan Tinggal di Apartemen
ilustrasi apartemen | Blog TribunJualBeli

TRIBUNJUALBELI.COM - Setiap orang memiliki hunian impian, baik itu rumah ataupun apartemen.

Kini, apartemen merupakan salah satu tempat tinggal pilihan yang saat ini banyak dipilih masyarakat Indonesia.

Apalagi khususnya di kota besar seperti Jakarta.

Tinggal di apartemen dianggap lebih praktis dan mencerminkan gaya hidup masyarakat zaman sekarang.

Namun, tidak berarti tinggal di apartemen benar-benar menyenangkan.

Beberapa masalah juga bisa dijumpai di hunian vertikal, belum lagi masalah kebebasan.

Dilansir dari iDEA berikut kekurangan tinggal di Apartemen.

Baca juga : Beli Rumah atau Apartemen? Ini Hal Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih

Baca juga : Nggak Perlu Keluar Banyak Uang, Coba 5 Trik Dekorasi Minimal untuk Apartemen Sewa Ini

1. Peraturan ketat

Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi.

2 dari 3 halaman

Misalnya bagi kamu yang menyukai tanaman, kamu tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan.


Kamu juga harus bertimbang rasa ketika akan mendengarkan musik atau kegiatan lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya.

Ukuran apartemen yang umumnya tidak terlalu besar mungkin akan terasa sesak bagi yang terbiasa tinggal di rumah berukuran luas.

Baca juga : 4 Alasan Kenapa Perlu Karpet di Apartemen, Salah Satunya Mempercantik Dekorasi Interior

Baca juga : 4 Macam Pajak yang Akan Dibebankan Pembeli Apartemen

2. Perlu Tenggang Rasa Lebih

Meski lebih nyaman dan praktis, tinggal di apartemen menurut Panangian Simanungkalit, pengamat properti serta pemilik Panangian School of Property, menuntut sikap yang rasional, efisien, simpel, praktis, dan mandiri.

Tenggang rasa pun harus lebih tinggi karena tetangga kita tidak hanya di samping kiri dan kanan tapi juga di atas dan di bawah.

Menerima tamu dan mengundang kerabat pun tidak bisa lagi sesukanya seperti di rumah.

Bukan hanya karena bisa mengganggu tetangga, tetapi kapasitas setiap unit apartemen sangat terbatas.

3 dari 3 halaman

Jadi kalau mau ngumpul, kita harus melakukannya di ruang pertemuan yang disediakan di setiap apartemen.

3. Tingkat sosialisasi rendah

Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit.


Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosial antartetangga.

Ditambah dengan tingkat kesibukan yang tinggi dari masing-masing penghuni, keakraban dan sikap tolong-menolong dalam hunian vertikal sedikit berkurang.

Artikel ini telah tayang di laman iDEA dengan judul Inilah Kekurangan Tinggal di Apartemen Dibandingkan di Rumah Tapak

Selanjutnya