zoom-in lihat foto Beli Rumah atau Apartemen? Ini Hal Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Ada yang lebih memilih hunian berupa apartemen daripada rumah, ada juga yang lebih memilh rumah daripada apartemen | Kompasiana.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Kebutuhan milenial mempunyai hunian saat ini sangat tinggi.

Ada yang lebih memilih hunian berupa apartemen daripada rumah.

Namun tak sedikit di antaranya yang memutuskan membeli rumah.

Karena itu, memutuskan membeli rumah atau apartemen kerap menjadi hal dilematis bagi sebagian orang.

Sebab, masing-masing produk properti ini memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri.

Berikut ini hal-hal yang bisa Anda pertimbangkan.

BACA JUGA: 4 Macam Pajak yang Akan Dibebankan Pembeli Apartemen

BACA JUGA: Mitos atau Fakta? Ketiga Jenis Rumah Seperti Ini Kerap Dihindari Oleh Beberapa Orang untuk Dibeli

Lokasi

Kini semakin sulit memperoleh rumah berdekatan dengan wilayah perkantoran, pusat kota, atau lokasi yang dianggap strategis.

2 dari 4 halaman

Ini berbeda dengan apartemen yang kerap hadir di lokasi-lokasi tersebut.

Keterbatasan lahanlah yang jadi perkaranya sehingga kebanyakan pengembang rumah tapak membangun produk huniannya di wilayah pinggiran kota.

Lain hal dengan apartemen yang sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di tengah minimnya lahan hunian di tengah kota.


Pertimbangan lokasi semakin penting, karena inilah yang nantinya akan mempengaruhi jarak dan waktu tempuh antara tempat tinggal dengan kantor.

Rata-rata apartemen, apalagi yang didirikan di tengah kota maupun pusat bisnis sudah terintegrasi dengan fasilitas transportasi umum yang mumpuni.

Sebut saja Trans Jakarta atau KRL Commute Line.

Sementara itu, rumah tapak yang rata-rata berada di pinggiran kota kerap sulit dijangkau oleh transportasi umum.

BACA JUGA: Cari Apartemen Murah Strategis? Ini 3 Rekomendasinya di Daerah Tangerang Selatan

BACA JUGA: Cocok untuk Milenial, Cicilan Apartemen Ini Setara Biaya Kos Bulanan di CBD Jakarta

3 dari 4 halaman

Jika memiliki kendaraan pribadi, Anda pun perlu mempertimbangkan persoalan lalu lintas yang seringkali macet.

Memang, ada pula rumah yang berada di pusat kota atau bisnis.

Namun, dapat dipastikan bahwa harga hunian tersebut terbilang tinggi.

Kepemilikan unit

Saat membeli rumah tapak, tentu Anda akan mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM) yang berlaku selamanya.

Selain itu, masa kepemilikan unit pun bisa ditentukan sepanjang yang Anda mau.


Cerita akan berbeda bila Anda membeli apartemen. Hak kepemilikan apartemen jauh lebih kompleks.

Bagi pemula, tentu akan sedikit bingung dengan hal ini.

Dilihat dari status tanahnya, apartemen digolongkan menjadi Tanah Negara, Tanah Hak Milik dan Tanah Pengelolaan yang mana ini berada di atas kewenangan developer.

4 dari 4 halaman

Dengan begitu, pemilik apartemen hanya mendapat Hak Guna Bangunan (HGB) yang masa berlakunya hanya sampai 20 tahun.

Jika masa HGB habis, pemilik unit dapat memperpanjang sertifikat tersebut yang mana membutuhkan sejumlah biaya dalam kepengurusannya.

Faktor pemeliharaan, keamanan, kenyamanan

Sudah bukan rahasia umum, jika memilih apartemen sebagai hunian Anda akan menikmati beberapa fasilitas yang bisa dikatakan mewah.

Sebut saja pemeliharaan unit, kebutuhan air dan listrik yang langsung ditangani pengembang.

Pun dari sisi keamanan yang menggunakan sistem canggih dan tenaga profesional.

Belum lagi fasilitas penunjang lainnya seperti ATM center, pasar swalayan, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, spa atau sauna, dan lain sebagainya.


Akan tetapi, untuk menikmati fasilitas tersebut ada sejumlah biaya tambahan yang perlu Anda keluarkan setiap bulannya.

Tak jarang iuran ini juga tergolong mahal.

Sebaliknya, jika memilih rumah tapak sebagai hunian, Anda tentu akan lebih mandiri dalam hal perawatan, pemeliharan, keamanan, dan kenyamanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beli Rumah atau Apartemen? Cek Plus Minusnya di sini!",
Penulis : Hotria Mariana
Editor : M Latief

Selanjutnya