zoom-in lihat foto 5 Orang dengan Riwayat Kesehatan Ini Tidak Disarankan Mengonsumsi Kubis
Kubis, kobis atau kol mudah dijumpai, tapi kalian harus hati hati saat mengonsumsinya

TRIBUNJUALBELI.COM - Kembang kol atau kubis kelihatannya sangat enak.

Tetapi, jika dikonsumsi dalam kondisi yang tidak tepat dapat memberikan beberapa efek samping.

Selain itu, kol mengandung gula yang tidak bisa dicerna yang bisa mematikan tubuh.

Jika Anda menyukai kol atau mengonsumsi kol dalam jumlah besar, maka bersiaplah mengalami efek sampingnya.

Bagi sebagian orang, mungkin ada yang sebaiknya tidak disarankan untuk mengonsumsi kol.

BACA JUGA: Turunkan Berat Badan, Satu dari 6 Manfaat Menakjubkan Rutin Minum Jus Kubis yang Bakal Anda Dapatkan

BACA JUGA: Dibalik Lezatnya Kol Goreng Ternyata Ada Gangguan Kesehatan yang Mengancam

1. Memililiki kandungan gas tinggi

Seperti beberapa sayuran seperti brokoli dan kembang kol, kol tidak mudah dicerna oleh enzim yang ada di tubuh.

Itulah sebabnya ketika sayuran mencapai usus besar, Anda merasa kembung, atau bersendawa.

2 dari 4 halaman

Solusinya adalah tidak berhenti makan tetapi memakannya dalam jumlah yang terkontrol.

2. Masalah dengan tiroid


Makan banyak kol sepanjang hari dapat mengganggu fungsi tiroid.

Hal ini disebabkan fakta bahwa kol menyebabkan kekurangan yodium dalam tubuh.

Konsumsi berlebihan sayuran ini dapat mengembangkan beberapa masalah yang berhubungan dengan tiroid, seperti hipertiroidisme.

Masalah ini bisa semakin menjadi terutama jika Anda juga makan sayuran berdaun lain seperti bayam dan kangkung.

BACA JUGA: Enak Sih, Namun Terlalu Sering Konsumi Kol Goreng Punya Dampak Buruk Bagi Kesehatan

3. Diare

Beberapa orang memiliki masalah pencernaan dan penyakit seperti sindrom usus, sehingga harus menghindari kol.

3 dari 4 halaman

Serat yang ada dalam kol bermanfaat, tetapi hanya jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.

Kelebihan serat dan gula dapat menyebabkan masalah usus dan diare.

4. Punya kadar gula darah yang rendah

Mengatur gula darah sangat diperlukan dalam tubuh karena dapat menyebabkan diabetes.


Padahal kol sebenarnya memiliki kemampuan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dan mencegah diabetes.

Makan sayuran berdaun dalam jumlah besar dapat menyebabkan kadar gula menurun sangat rendah.

Ini bisa menjadi penyebab utama hipoglikemia jika tidak hati-hati.

5. Ibu menyusui

Jika Anda sedang di masa menyusui, coba hindari makan kol sementara.

4 dari 4 halaman

Ini karena gas dapat berkembang pada orang dewasa dengan makan kol.

Penelitian menunjukkan bahwa diet kol dapat berdampak pada bayi juga.

Ini mungkin merupakan akar penyebab kolik pada bayi. (*)

(Tribunjualbeli.com/andrakp)

Selanjutnya