zoom-in lihat foto Dibalik Lezatnya Kol Goreng Ternyata Ada Gangguan Kesehatan yang Mengancam
ilustrasi

TRIBUNJUALBELI.COM - Tempe dan tahu mungkin sudah biasa jadi teman pecel atau ayam geprek.

Yang jadi favorit saat ini adalah kol goreng.

Rasanya yang kriuk akan tambah mantap jika dicocol dengan sambal.

Wah, makan pun rasanya jadi lebih berselera!

Tapi hati-hati, ternyata terlalu banyak mengonsumsi kol goreng bisa jadi tidak sehat, lo.

Pasalnya kol goreng bisa memicu kanker pada tubuh!

Duh, kok bisa, ya?

Proses Penggorengan Bikin Kol Jadi Tidak Sehat

Tahukah Anda kalau kol banyak mengandung vitamin dan nutrisi lain yang baik bagi tubuh?

Antara lain vitamin B, C, A, K, dan asam folat.


2 dari 3 halaman

Kol juga tidak mengandung kolesterol, lemak jenuh, serta rendah kalori.

Yang lebih penting, beberapa penelitian bahkan menyebut kol bisa menurunkan risiko kanker.

Sayangnya, proses penggorengan ini membuat nutrisi kol hilang dan justru bisa jadi penyebab kanker.

Apalagi biasanya kita membeli kol goreng di warung makan atau tukang pecel.

Sebagian besar pasti menggunakan minyak bekas yang sudah digunakan berkali-kali.

Nah, proses penggorengan itu bisa merusak vitamin akibat pemanasan.

Penggorengan yang terlalu matang juga bisa membentuk senyawa karsinogenik yang merupakan senyawa pemicu kanker.

Senyawa tersebut akan terbawa pada kol goreng lewat minyak yang terserap.

Padahal seharusnya minyak tidak dipanaskan dengan suhu tinggi dalam waktu yang lama.


3 dari 3 halaman

Cara Aman Menikmati Kol

Jika sangat ingin kol goreng, ada baiknya kita membuatnya sendiri di rumah.

Soalnya kita pasti menggunakan minyak baru sehingga mengurangi terbentuknya senyawa karsinogenik.

Jangan lupa masak dengan suhu yang rendah, ya!

Atau kita bisa menyantap kol langsung setelah dicuci tanpa proses pemasakan.

Sama-sama nikmat, kok!

(*)

Artikel ini telah tayang di sajiansedap.id dengan judul Enak Sih Kalau Dimakan dengan Sambal, Tapi Kol Goreng Ternyata Bisa Sebabkan Kanker, Duh!

Selanjutnya