zoom-in lihat foto Jangan Panik Saat Rem Mobil Blong di Jalan, Segera Lakukan Hal Ini untuk Mengatasinya
Ilustrasi pengemudi wanita panik saat rem mobil blong | CARS24.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Pernahkah Anda mengalami rem blong saat berkendara di jalanan?

Kejadian rem blong biasanya sering terjadi pada kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bus.

Meski begitu, bukan berarti kendaraan penumpang tidak bisa mengalaminya.

Jusri Pulubuhu, Founder dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, kejadian rem blong biasanya terjadi karena rem harus bekerja ekstra sehingga menjadi overheat.

BACA JUGA : Tempat-tempat yang Tak Boleh Digunakan untuk Berteduh Saat Hujan, Nekat Ini Akibatnya

BACA JUGA : Nahas, Mobil Asli Karya Anak Bangsa Ini Sekarang Dihargai Tak Sampai Rp 20 Juta

Menurut Jusri, hal terpenting saat mobil mengalami rem blong adalah dengan tidak panik dan tetap tenang.

Biasanya rem masih bisa bekerja, namun kemampuannya menurun lantaran terjadi penyusutan.

Apabila pengemudi panik, kepala tidak bisa berpikir jernih untuk mengambil langkah penyelamatan.

Sebab ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan laju mobil.


2 dari 4 halaman

“Usahakan pindahkan transmisi ke gigi yang lebih rendah dengan cara yang tidak normal."

"Misalnya dari 5 ke 4, injak kopling kemudian lepaskan kopling tiba-tiba,” ucap Jusri, kepada Kompas.com belum lama ini.

Jusri mengingatkan agar tidak melepaskan kopling terlalu kasar, karena bisa membuat roda penggerak terkunci, dan membuat mobil bisa tergelincir lebih parah.

“Injak dan lepaskan berkali-kali supaya efek engine brake itu terasa. Jika belum melambat, lakukan perpindahan terus-menerus ke gigi yang lebih rendah.” katanya.

Apabila langkah-langkah tersebut belum bisa membuat kendaraan melambat, carilah objek-objek yang bisa menghambat laju mobil.

BACA JUGA : Langsung Hidupkan AC Saat Masuk Mobil Disebut Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli

BACA JUGA : Trik Mudah yang Jarang Orang Tahu untuk Mendeteksi Adanya Masalah di Mobil

Misalnya dengan menabrakkan ke jalur penyelamat, gundukan pasir, semak-semak, tebing, pagar, ataupun sawah.

“Caranya tidak dengan menabrakkan secara frontal, tapi diserempetin ke objek di sekitar."

"Misal kalau ada pagar pembatas jalan tol di sebelah kiri, pepet mobil ke arah pagar sampai berhenti,” ujar Jusri.

3 dari 4 halaman

Jangan Panik Saat Ban Mobil Tiba-tiba Pecah di Jalan, Coba Lakukan 3 Hal Ini

Kejadian mobil pecah ban bisa menimpa siapa saja, dan kapan saja. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut.

Dalam kondisi fatal, pecah ban juga bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang lebih fatal.


Saat mengalami ban pecah tidak sedikit pengemudi yang langsung panik dan berusaha untuk bisa mengendalikan laju kendaraan agar tidak mengalami hal tidak diinginkan.

Tetapi, cara yang tidak tepat dalam mengantisipasi justru bisa membuat kondisi bisa menjadi lebih buruk.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk mengatasi panik ketika mengalami pecah ban salah satunya adalah dengan menyiapkan mental dan akal yang sehat.

Jangan Panik Saat Ban Mobil Tiba-tiba Pecah di Jalan, Coba Lakukan 3 Hal Ini | Kompas.com
Ilustrasi ban pecah | Kompas.com

BACA JUGA : Kabar Gembira, Kredit Motor dan Mobil 'Ramah Lingkungan' Tak Perlu Pakai DP

BACA JUGA : Jangan Sembarangan, 7 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Mobil untuk Keluarga

“Biasakan selalu melakukan tindakan proaktif dengan cara berpikir, tidak selamanya melakukan pengereman dapat menyelamatkan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Sony menambahkan, ketika mobil mengalami pecah ban dan pengemudi langsung mengerem maka arah mobil juga akan mengalami perubahan arah yang drastis.

4 dari 4 halaman

“Saat terjadi kasus pecah ban dan pengemudi melakukan pengereman maka arah mobil akan berubah drastis akibat tekanan ban yang pecah semakin berat,” ucapnya.

Sony mengatakan, kondisi tersebut justru akan membuat pengemudi menjadi semakin panik.

Bukan tidak mungkin maka kondisinya juga akan menjadi lebih buruk dan bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.


“Hal itu membuat pengemudi semakin panik serta kecelakaan menanti. Nah disinilah tanggung jawab pengemudi sudah gagal total,” katanya.

Menurut Sony, kendaraan yang mengalami ban pecah dan bisa dikontrol pengemudi pada kecepatan maksimal 55 - 60 km per jam.

“Lebih dari kecepatan itu untung-untungan,” katanya.

Saat mengalami pecah ban yang perlu dilakukan pengemudi di antaranya:

1. Angkat kaki dari pedal-pedal yang ada di bawah

Kondisi ini menurut Sony akan lebih membuat kondisi lebih terkendali dan mencegah terjadinya kecelakaan.

“Ingat pedal gas diinjak berakibat mobil bergerak liar, pedal kopling diinjak berakibat freewheel dan pedal rem diinjak berakibat rollover,” ucapnya.

BACA JUGA : Sangat Berbahaya, Jangan Biasakan Hisap Vape di Mobil Selama Mengemudi

BACA JUGA : Selain Pendingin Kabin, Ini Fungsi Lain AC Mobil yang Tak Banyak Orang Tahu

2. Gunakan engine brake

Sony juga mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pengemudi saat mengalami pecah ban adalah dengan menahan kemudi.

Selain itu juga bisa menggunakan engine brake untuk memperlambat laju kendaraan guna mencegah kecelakaan.

“ Yang harus dilakukan hanya tahan kemudi ke arah tujuan atau konter kemudi (ya berat, itu akibat ban yang pecah), biarkan mobil melambat dengan bantuan engine brake,” katanya.

3. Arahkan mobil ke pinggir

Setelah mobil terkontrol pada kecepatan rendah, selanjutnya pengemudi bisa meminggirkan mobil untuk mencari tempat yang lebih aman.

“Setelah kecepatan bisa terkontrol (20 km per jam), arahkan ke pinggir yang aman,” ujarnya.

(Kompas.com/Dio Dananjaya)

Sebagian artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Lakukan Langkah Ini Ketika Mobil Mengalami Rem Blong

Selanjutnya