TRIBUNJUALBELI.COM - Salah satu kebiasaan buruk dari masyarakat Indonesia saat ada kecelakaan lalu lintas adalah menjadikannya bahan tontonan.
Rasa penasaran yang tinggi membuat orang menonton hingga menyebabkam kemacetan.
Alih-alih untuk menghindari kemacetan yang panjang, biasanya korban kecelakaan beserta kendaraannya akan dibawa ke pinggir jalan.
Padahal, tindakan tersebut justru berbahaya bagi korban kecelakaan.
BACA JUGA :
Jangan Pernah Hidupkan AC dan Audio Saat Mobil Berhenti, Ini Akibatnya
Cara Menyetir Mobil untuk Pemula, Ikuti 5 Tips Ini Biar Kamu Jago Parkir
Rudy Novianto, Defensive Driving Trainer Sentul Driving Center, mengatakan, saat terjadinya kecelakaan hal yang perlu dilakukan adalah bertindak menolong.
Namun, harus dilakukan dengan catatan tertentu.
"Pastikan melakukan pertolongan dengan pengetahuan untuk melakukan tindakan pertama saat kecelakaan. Ini yang kadang tidak disadari oleh pengguna jalan lain," ujar Rudy, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Selama ini, banyak orang yang menolong korban kecelakaan secara gegabah.
Korban diangkat dan dibawa ke pinggir jalan tanpa tahu apakah luka yang diderita dapat menyebabkan sakit yang lebih parah.
"Kerap kali korban kecelakaan segera diangkat untuk dipindahkan ke sisi jalan hanya karena menyebabkan macet," kata Rudy.
Di beberapa negara lainnya, orang yang tidak memiliki pengetahuan dan sertifikasi penanganan pertama pada kecelakaan tidak diperkenankan untuk membantu korban.
BACA JUGA :
Sebelum Mogok, Cek Bagian Mobil Ini Secara Berkala Selama 6 Bulan Sekali
Jangan Diabaikan Lagi, Ini Penyebab Sepele yang Bikin Mobil Bekas Gampang Terbakar
Cara paling tepat adalah memastikan kondisi korban dan segera melaporkan pada unit reaksi cepat seperti ambulans atau petugas kepolisian yang dapat bertanggung jawab.
"Tentunya, setelah sebelumnya meminggirkan kendaraan di tempat aman sebelum turun untuk memberikan pertolongan."
"Jangan melakukan tindakan apapun sebelum yang memiliki pengetahuan pertolongan pertama," ujar Rudy.
Jangan Panik Saat Ban Mobil Tiba-tiba Pecah di Jalan, Coba Lakukan 3 Hal Ini
Kejadian mobil pecah ban bisa menimpa siapa saja, dan kapan saja. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut.
Dalam kondisi fatal, pecah ban juga bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang lebih fatal.
Saat mengalami ban pecah tidak sedikit pengemudi yang langsung panik dan berusaha untuk bisa mengendalikan laju kendaraan agar tidak mengalami hal tidak diinginkan.
Tetapi, cara yang tidak tepat dalam mengantisipasi justru bisa membuat kondisi bisa menjadi lebih buruk.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk mengatasi panik ketika mengalami pecah ban salah satunya adalah dengan menyiapkan mental dan akal yang sehat.
BACA JUGA :
Powerbank Bisa Sebabkan Mobil Terbakar, Mitos atau Fakta?
Ini Teknik Mengemudi di Jalan Layang yang Benar, Bisa Mengurangi Tingkat Kecelakaan
“Biasakan selalu melakukan tindakan proaktif dengan cara berpikir, tidak selamanya melakukan pengereman dapat menyelamatkan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (25/6/2020).
Sony menambahkan, ketika mobil mengalami pecah ban dan pengemudi langsung mengerem maka arah mobil juga akan mengalami perubahan arah yang drastis.
“Saat terjadi kasus pecah ban dan pengemudi melakukan pengereman maka arah mobil akan berubah drastis akibat tekanan ban yang pecah semakin berat,” ucapnya.
Sony mengatakan, kondisi tersebut justru akan membuat pengemudi menjadi semakin panik.
Bukan tidak mungkin maka kondisinya juga akan menjadi lebih buruk dan bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.
“Hal itu membuat pengemudi semakin panik serta kecelakaan menanti. Nah disinilah tanggung jawab pengemudi sudah gagal total,” katanya.
Menurut Sony, kendaraan yang mengalami ban pecah dan bisa dikontrol pengemudi pada kecepatan maksimal 55 - 60 km per jam.
“Lebih dari kecepatan itu untung-untungan,” katanya.
Saat mengalami pecah ban yang perlu dilakukan pengemudi di antaranya:
1. Angkat kaki dari pedal-pedal yang ada di bawah
Kondisi ini menurut Sony akan lebih membuat kondisi lebih terkendali dan mencegah terjadinya kecelakaan.
“Ingat pedal gas diinjak berakibat mobil bergerak liar, pedal kopling diinjak berakibat freewheel dan pedal rem diinjak berakibat rollover,” ucapnya.
BACA JUGA :
Agar Tak Alami Kecelakaan Fatal, Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Menyalip Kendaraan
Mau Ambil Motor Tilangan atau Bekas Kecelakaan? Begini Cara Mengurusnya
2. Gunakan engine brake
Sony juga mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pengemudi saat mengalami pecah ban adalah dengan menahan kemudi.
Selain itu juga bisa menggunakan engine brake untuk memperlambat laju kendaraan guna mencegah kecelakaan.
“ Yang harus dilakukan hanya tahan kemudi ke arah tujuan atau konter kemudi (ya berat, itu akibat ban yang pecah), biarkan mobil melambat dengan bantuan engine brake,” katanya.
3. Arahkan mobil ke pinggir
Setelah mobil terkontrol pada kecepatan rendah, selanjutnya pengemudi bisa meminggirkan mobil untuk mencari tempat yang lebih aman.
“Setelah kecepatan bisa terkontrol (20 km per jam), arahkan ke pinggir yang aman,” ujarnya.
(Kompas.com/Donny Dwisatryo Priyantoro)
Sebagian artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Jangan Gegabah dalam Menolong Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!