TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ingin mengisi nitrogen untuk ban mobil atau sepeda motor, petugas akan bertanya apakah sudah pernah diisi nitrogen atau belum.
Jika belum maka ban akan dikempiskan dulu baru kemudian diisi nitrogen.
Muchlis, pendiri dan CEO My Nitro, penyedia jasa isi Nitrogen buat ban kendaraan, mengatakan, ban dikempiskan dulu agar saat diisi kembali maka kandungan nitrogen di dalamnya bisa benar-benar tinggi.
"Sebetulnya di udara biasa jumlah nitrogen itu sudah 78 persen, cuma sisanya berbagai macam, termasuk ada kandungan airnya.
BACA JUGA :
Akal-akalan Pedagang, Harga Motor Lawas Tinggi, Tapi Nggak Semahal Itu Kok
7 Deretan Motor Produksi Lawas yang Memiliki Harga Tinggi dan Bisa Jadi Investasi
"Maka kita kempiskan dulu baru kita isi nitrogen murni 99,9 persen," kata Muchlis kepada Kompas.com, Senin (27/7/2020).
Muchlis mengatakan, pengempisan ban hanya dilakukan jika sebelumnya ban tidak diisi nitrogen.
Jika sudah pernah pakai nitrogen maka tinggal tambah saja. Sebab udara di dalam ban sudah homogen.
"Kalau sudah diisi nitrogen tinggal tambah saja. Makanya kalau kita lihat kan suka ada tutup pentil hijau dan hitam."
"Warna hijau biasanya menandakan pakai nitrogen. Tapi itu biar tahu (keciri) saja," kata Muchlis.
Muchlis mengatakan, penggunaan nitrogen buat ban kendaraan punya beberapa keunggulan.
Pertama yaitu titik didih nitrogen lebih tinggi sehingga bisa mencegah ucara memuai dan ban meledak di suhu tinggi.
Molekulnya juga lebih besar ketimbang gas lain di udara bebas.
Manfaatnya udara di ban tidak mudah kempis, selain itu juga ban sedikit lebih enteng karena berat molekulnya lebih ringan ketimbang udara kompresor.
BACA JUGA :
Jangan Pernah Hidupkan AC dan Audio Saat Mobil Berhenti, Ini Akibatnya
Mau Beli Motor Produksi Tiongkok, Simak Kelebihan dan Kekurangannya Terlebih Dahulu
Daftar Motor Honda, Yamaha, dan Suzuki yang Bekasnya Sulit Dijual di Indonesia
Pasar motor bekas masih menarik perhatian kendati tidak terlalu radikal lonjakannya.
Beberapa model masih menjadi favorit karena masih dicari dan cepat laku. Tapi ada juga yang benar-benar susah dijual.
Penuturan dari beberapa pebisnis sepeda motor bekas, ada beberapa model yang harga jual kembalinya ”jatuh” dan sulit laku.
Salah satu contoh, Fauzi Thalib, pedagang sepeda motor bekas di Jl Basuki Rahmat, Cipinang, Jakarta Timur, mengatakan bahwa tinggi-rendahnya harga jual kembali dipengaruhi oleh permintaan.
Artinya, jika satu merek atau model sepi peminat, dipastikan harga jualnya turun drastis.
Dicontohkan, sepeda motor Suzuki sebagai salah satu merek yang susah dijual kembali.
Hampir semua model tertimpa fenomena ini, lantaran penjualan model barunya juga tak begitu kencang.
”Kecuali Satria, semua Suzuki jarang yang mencari sekennya. Bebek, matik, atau sport,” papar Fauzi, seperti dilansir KompasOtomotif.
BACA JUGA :
Harganya Masih Tinggi, Motor Sport 4 Tak Bekas Ini Banyak Dicari Konsumen
Bumi-langit
Fauzi memaparkan, jika dibandingkan antara Smash Titan di tahun yang sama dengan Honda Absolute Revo, beda harganya bisa Rp 2-3 juta.
Sama halnya dengan Suzuki Hayate 125 dengan Vario Techno 125, bedanya ”bumi-langit” di tahun yang sama bisa beda Rp 4-5 juta.
Di deretan sepeda motor Honda, muncul nama CS-1 sebagai sepeda motor yang susah dilego.
Ali Muchtar, pengelola toko sepeda motor bekas Cahya Motor di Rawa Belong, Jakarta Barat, mengatakan bahwa model ini sudah sangat susah dijual.
”Barangnya jarang, tapi sekalinya ada, susah dijual lagi."
"Harganya dipukul rata, mau satu, dua atau lima tahun pun tak sampai Rp 9 juta,” terang Ali.
Bebek matik
Model bebek matik yang pernah dijual Honda dan Yamaha juga masuk dalam kategori sepeda motor susah dijual kembali.
Mereka adalah Honda Revo AT dan Yamaha Lexam. Beberapa merek yang tak populer seperti Piaggio atau merek-merek Eropa lain juga dipastikan turun harga drastis.
”Tapi kalau bebek matik dan sepeda motor Eropa antara tidak laku dan unik."
"Ada juga yang mencari dengan harga tinggi karena ingin punya. Ya untung-untungan saja,” tukas Ali.
(Kompas.com/Gilang Satria)
Sebagian artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Alasan Harus Kempiskan Ban Sebelum Isi Nitrogen

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!