TRIBUNJUALBELI.COM - Untuk ketiga kalinya, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.
Sidang yang digelar pada Senin (19/2/2018), Nazaruddin bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.
Ada beberapa keterangan Nazaruddin yang penting terkait peran-peran pihak lain yang terlibat kasus tersebut.
Beberapa di antaranya terkait penerimaan uang oleh sejumlah pihak.
Salah satunya ada tudingan Nazar untuk Fahri Hamzah.
Namun Wakil Ketua DPR membantah tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu soal keterlibatannya dalam kasus korupsi saat bertugas di Komisi III DPR.
Fahri Hamzah menuding Nazaruddin bersekongkol dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).
Fahri menduga, Nazaruddin menyampaikan tudingan ini karena kecewa.
Pertama, menurut Fahri, Nazaruddin kecewa asimilasinya tertunda akibat bocornya dokumen KPK yang menjamin bahwa ia tidak menpunyai kasus.
Kedua, bocornya kembali dokumen pansus angket tentang ratusan kasus Nazaruddin yang ditahan KPK.
Itulah yang membuat Fahri beranggapan jika Nazar lagi marah dan depresi.
Terlepas dari hal itu, ternyata segini totol harta Fahri Hamzah yang dikutip dari website acch.kpk.go.id.
Berdasarkan laporan pada 2014 silam, beberapa pimpinan DPR telah tercatat total harta kekayaannya.
Sebagai Wakil Ketua DPR terpilih, Fahri Hamzah juga melaporkan harta yang dimilikinya.
Ia bahkan tercatat sebagai pimpinan yang rajin melaporkan hartanya.
Pada 2009, Fahri tercatat memiliki harta senilai Rp 3,1 miliar.
Dalam laporannya itu, Fahri mengaku tak punya tanah atau bangunan yang didapatkan dari kepemilikan atau usaha sendiri.
Dua bidang tanah dan bangunan milik Fahri, didapatkan dari hasil hibah.
Namun dalam laporan tak dituliskan siapa pemberi hibah tanah dan bangunan itu.
Tanah dan bangunan senilai Rp 2,5 miliar itu terletak di Bekasi dan Bogor.
Dalam laporannya pada 2009 itu, Fahri melaporkan jika dirinya hanya mempunyai satu mobil.
Yaitu sebuah mobil Toyota Alphard senilai Rp 540 juta.
Tak hanya itu, Ia juga melaporkan jika mnemiliki Giro dan kas senilai USD 1500 atau Rp 69 juta.
Dalam kurung waktu 5 tahun, Fahri pun kembali melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya.
Pada 2014, jumlah harta kekayaan Fahri menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya.
Jika pada 2009, Fahri tercatat memiliki total harta Rp 3,1 miliar, maka pada 2014 Wakil Ketua DPR itu tercatat memiliki harta Rp 7,54 miliar.
Total harta tersebut terdiri dari beragam jenis.
Jumlah tanah, bangunan, giro serta kas yang dimiliki Fahri pun bertambah.
Sebagi politisi, Fahri tak tercatat memiliki hutang ataupun piutang.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)
Diduga Terima Suap Rp 6 Miliar, Berikut Rincian Daftar Kekayaan Gubernur Jambi Zumi Zola
TRIBUNJUALBELI.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi sebagai tersangka.
Pengumuman penetapan tersangka terhadap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018).
Zumi Zola sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan.
Keduanya diduga menerima suap Rp 6 miliar dari proyek-proyek di Provinsi Jambi.
Duit itu diduga digunakan kedua tersangka untuk menyuap anggota DPRD Jambi agar bersedia hadir dalam pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.
Sebagai Gubernur Jambi, berapa jumlah harta kekayaan Zumi Zola?
Berdasarkan penelusuran Grid.ID di situs acch.kpk.go.id, Zumi Zola terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 13 Juli 2015.
Zumi Zola melaporkan harta kekayaan tersebut ketika mencalonkan diri sebagai gubernur.
Inilah rincian harta Zumi Zola yang dilaporkan kepada KPK yang jumlahnya sekitar Rp 3,5 miliar.
1. Harta tidak bergerak
Tanah seluas 500 m2 di kota Depok dengan nilai taksiran Rp 150 juta.
Tanah dan bangunan seluas 332 m2 dan 260 m2 di kota Jakarta Selatan dengan nilai taksiran Rp 1.029.200.000
Semua aset yang tidak bergerak ini totalnya sekitar Rp 1,179 miliar.
2. Harta bergerak
Mobil merek Ford Ranger tahun 2010 dengan nilai taksiran Rp 316.700.000
Mobil merek Toyota Avanza tahun 2010 dengan nilai taksiran Rp 174.550.000
Selain itu, harta dalam bentuk kendaraan senilai Rp 491 juta.
3. Giro dan setara kas
Total jumlah giro dan setara kas lainnya yang dimilikinya senilai Rp 1,8 miliar.
Dari data laporan harta dan kekayaan yang dilaporkan ini ada lonjakan sekitar Rp 300 juta.
Pada tahun 2010, Zumi Zola memilki harta Rp 3,29 miliar.
Sedangkan pada tahun 2015, Zumi Zola melaporkan memilki harta sebanyak Rp 3,520 miliar. (Grid.ID/ Alfa Pratama)
Pilkada 2018: Berikut Daftar Kekayaan Para Calon Kepala Daerah di Indonesia, dari yang Terkaya hingga yang Punya Harta 'Minus'
TRIBUNJUALBELI.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2018), para calon kepala daerah wajib melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dilansir dari laman Kompas.com, tercatat sampai dengan Selasa (30/1/2018) pukul 12.00 WIB sebanyak 1.170 orang telah melaporkan harta kekayaannya.
Lantas siapakah calon kepala daerah paling ‘kaya’ dan paling 'miskin' berdasarkan laporan harta kekayaan mereka di KPK?
Jika dirunut berdasarkan jabatan masing-masing calon, dari mulai gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, dan wali kota, berikut hasilnya :
Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah Tertinggi
Calon Gubernur Sulawesi Selatan Andi Muhammad Nurdin Halid memiliki harta kekayaan tertinggi di antara para calon gubernur lainnya.
Nurdin memiliki harta kekayaan senilai Rp 167.869.362.322.
Kemudian calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, memiliki harta kekayaan tertinggi dari para calon wakil gubernur lainnya.
Sihar memiliki harta kekayaan senilai Rp 350.887.340.551.
Sementara itu, calon Bupati Kabupaten Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin, memiliki harta kekayaan tertinggi dibanding calon bupati lainnya.
Terbit memiliki harta kekayaan senilai Rp 95.153.681.298.
Kemudian calon Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Suhelah, memiliki harta kekayaan tertinggi dari calon wakil bupati lainnya.
Suhela memiliki harta kekayaan senilai Rp 71.441.122.643.
Wali Kota Palopo Andi Ikhzan ABD. Mutthalib, memiliki harta kekayaan tertinggi dari calon wali kota lainnya.
Andi memilki harta kekayaan senilai Rp 205.149.000.000.
Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah Terendah
Calon Bupati Kabupaten Murung Raya, Syapuani, menjadi calon bupati dengan kekayaan terendah dari para calon bupati lainnya.
Berdasarkan laporan harta kekayaan Syapuani yang dilaporkan ke KPK, nilai hartanya minus Rp 115.172.000.
Selain Syapuani, harta calon Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Sirajudin Paskalis, juga minus jutaan rupiah.
Dia menjadi calon wakil bupati dengan kekayaan terendah dari para calon wakil bupati lainnya.
Kekayaan Sirajudin yang dilaporkan minus Rp 94.780.996.
Sementara itu, calon Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, menjadi calon gubernur dengan kekayaan terendah dibandingkan para calon gubernur lainnya.
Ridho memiliki harta kekayaan senilai Rp 1.001.200.098.
Kemudian calon Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menjadi calon wakil gubernur dengan kekayaan terendah dari para calon wakil gubernur lainnya.
Abdullah memiliki harta kekayaan senilai Rp 392.682.000.
Calon Wali Kota Bau-Bau, Nur Salam, menjadi calon wali kota dengan harta kekayaan terendah dari para calon wali kota lainnya. Nur Salam, dia memiliki nilai kekayaan Rp 5 juta.
Para calon kepala daerah dengan kekayaan tertinggi dan terendah berdasarkan jabatan tersebut telah selesai verifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK, per-30 Januari 2018.
Dari 1.170 calon kepala daerah yang melaporkan kekayannya di lembaga antirasuah, 20 calon di antaranya belum diverifikasi karena masih perlu memperbaiki laporannya. (*)