TRIBUNJUALBELI.COM - Setiap obat yang dikonsumsi oleh seseorang tentu memiliki efek jangka pendek maupun jangka panjang.
Jika obat-obatan legal saja mempunyai efek berjangka yang sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh, lantas bagaimana bila seseorang pernah gunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba?
Efek narkoba bukan hanya membuat penampilan fisik dari sang mantan pemakai terlihat buruk dan tak segar kembali, namun ada beberapa penyakit tertentu yang tak sadari juga menjadi resikonya.
Hampir semua pemadat memakai jarum suntik sebagai media memasukkan zat narkoba ke dalam tubuh.
Penggunaan jarum suntik yang bersamaan dengan pemakai narkoba lainnya dapat memicu penyakit berat seperti HIV dan hepatitis B.
Tak hanya dua penyakit itu saja, beberapa resiko penyakit berat lainnya juga bisa mengincar para mantan pengguna narkoba, diantaranya seperti:
1. Hepatitis C
Selain hepatitis B, hepatiis juga sering menyerang kesehatan pengguna narkoba suntik.
Penuluran virus hepatitis B dan C terjadi saat para penggunanya saling tukar jarum suntik.
Jarum yang tak steril tentu menimbulkan resiko infeksi penyakit.
Jika jenis penyakit tersebut tidak segera dideteksi, besar kemungkinan seorang mantan pengguna akan mengidap dampak yang lebih parah seperti kanker hati.
2. Gangguan pernapasan
Ternyata jenis narkoba yang cara mengkonsumsinya melalui dihirup adalah jenis obat-obatan terlarang hasil oplosan.
Zat-zat tak lazim yang sebetulnya tak boleh dihirup dan masuk ke dalam tubuh banyak ditemukan pada narkotika ini.
Efeknya, kesehatan paru-paru akan terus terganggu apabila si pemakai tak kunjung menyudahi kebiasaan ilegalnya.
3. Gangguan jiwa
Berbagai zat kimia yang terkandung dalam barang haram ini dapat merusak sistem syaraf dan memicu kelainan perilaku pada manusia.
Sering didapati bahwa pemakai ataupun mantan pemakai narkoba merasakan halusinasi dan gangguan cara berpikir yang dapat berujung pada gangguan jiwa.
4. Penyakit ginjal dan liver
Setiap zat yang masuk ke tubuh pastinya akan melewati proses filter dan netralisasi racun di bagian ginjal dan liver.
Racun dari narkoba membuat 2 organ penting itu harus bekerja lebih keras dan dapat mengalami kerusakan.
Jenis narkoba seperi heroin, kokain, shabu-shabu, dan ekstasi-lah yang kerap menyebabkan gagal ginjal.
5. Menurunnya kemampuan kognitif
Ada beberapa macam narkoba yang efeknya mempengaruhi kinerja otak manusia.
Efek yang ditimbulkan cenderung membuat kemampuan otak mengalami penurunan ketika sedang berpikir atau mengingat.
Ganja dapat menyebabkan gangguan persepsi dan berpikir, ekstasi membuat orang sulit konsentrasi dan lupa ingatan dalam jangka panjang, serta shabu-shabu mengganggu kinerja saraf otak.
Selain dampak buruknya pada kesehatan, seorang mantan pengguna narkoba juga memiliki resiko besar untuk kembali menggunakan obat-obatan terlarang.
Terciptanya lingkungan yang baik sangat diperlukan untuk mendukung pencegahan mantan pecandu kembali terjerumus pada barang haram tersebut. (*)