0

Menguak Misteri Tanjakan Emen, dari Kisah Mistis hingga Fakta Dibalik Tragedi Kecelakaan Maut yang Terjadi

Penulis: Achadiyah Nurul
Menguak Misteri Tanjakan Emen, dari Kisah Mistis hingga Fakta Dibalik Tragedi Kecelakaan Maut yang Terjadi

TRIBUNJUALBELI.COM - Tanjakan Emen kembali menjadi buah bibir setelah Sabtu (10/02/2018) sebuah Bus Pariwisata dari arah Bandung mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa penumpangnya.

Dilaporkan sebanyak 27 orang tewas dalam kecelakaan maut di Tanjakan Emen.

Awalnya, hanya 24 orang yang sudah teridentifikasi, namun, pada Minggu (11/2/2018) dini hari, ke-27 korban yang meninggal dunia sudah teridentifikasi seperti dilansir dari laman Kompas.com

Kecelakaan di Tanjakan Emen Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 | Wartakota

Tanjakan Emen merupakan satu dari beberapa tanjakan mistis di Indonesia yang dipercaya memiliki misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Korban yang berjatuhan dan penyebab kecelakaan yang tidak jelas yang membuat pengemudi kendaraan bermotor harus lebih berwaspada dan berhati-hati saat melintasi tanjakan ini.

Dilansir dari berbagai sumber, simak deretan fakta menarik tentang Tanjakan Emen yang telah memakan banyak korban jiwa.

1. Kisah Mistis 'Emen'

Dikutip dari beberapa sumber, ada sejumlah versi mengenai mitos Tanjakan Emen ini.

Menurut warga yang tinggal di sekitar tanjakan tersebut, dahulu sekitar tahun 1969 terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan seorang kernet bus bernama Emen tewas.

Sejak kejadian itu, dikabarkan sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan tanjakan Emen.

Versi kedua mengatakan, Emen adalah seorang korban tabrak lari di daerah itu.


Kemudian mayat Emen bukannya ditolong, tapi malah disembunyikan dalam rimbunan pepohonan disekitar tanjakan tersebut.

Sejak saat itulah arwah Emen dipercaya menuntut balas.

Adapula versi lain yang mengatakan bahwa dulu Emen adalah seorang sopir oplet Subang-Bandung.

Sayangnya, pada tahun 1964 oplet yang dikendarainya kecelakaan dan terbakar.

Banyak orang mengatakan Emen tewas di tempat kejadian, dan sejak saat itu semakin sering terjadi kecelakaan di sana.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan banyak pengendara yang percaya dengan melempar koin, rokok atau menyalakan klakson maka mereka akan terhindar dari bahaya saat melewati Tanjakan Emen.

Berdasarkan hasil penelusuran hingga ke keluarga Emen dapat diketahui ternyata versi yang terakhir yang mendekati kebenaran.

Wahyu, putra dari Emen membenarkan peristiwa itu, namun ia menepis berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi di sana diakibatkan oleh arwah Emen yang gentayangan.

2. Kecelakaan Maut yang Terjadi di Tanjakan Emen 10 Tahun Terakhir

Selain tragedi kecelakaan maut baru-baru ini, berbagai kecelakaan sebelumnya juga pernah terjadi di Tanjakan Emen, berikut diantaranya:


a) Minggu (2/4/2017) pukul 09.30 WIB kecelakaan beruntun terjadi di Tanjakan Emen Subang.

Tabrakan minibus di Tanjakan Emen| kompas.com

Kecelakaan ini terjadi disebabkan kendaraan mini bus Isuzu dengan nomor polisi B 7085 KDA melaju dari arah Bandung menuju Jakarta melalui Subang menabrak sepeda motor CBR yang datang dari arah berlawanan.

Setelah itu kendaraan mini bus hilang kendali, terguling lalu menabrak mobil X-Trail dengan nomor polisi B1759 FKJ.

Akibatnya pengendara motor CBR tewas seketika di lokasi kejadian.

b) Sabtu (2/8/2014) Bus Pariwisata Duta Pribumi Transport mengalami kecelakaan sekitar pukul 10.00 WIB di Tanjakan Emen.

Bus yang melaju dari Bandung dengan tujuan Ciater tersebut mengangkut 60 orang penumpang.

Diduga karena rem blong, bus kemudian oleng dan menabrak motor yang ada didepannya.

Bus tersebut kemudian terperosok ke dalam sungai di bawah jembatan Emen.

Satu orang pengendara motor, Agus Nurmaludin, warga Kampung Marga Mukti, Sumedang, meninggal dunia karena tertabrak oleh bus.

c) Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tanjakan Emen Jalan Cicenang, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).


Bangkai bus yang mengangkut rombongan pelajar SMA Al-Huda | Kompas.com

Delapan orang meninggal dunia, sementara korban luka-luka mencapai 17 orang.

Kecelakaan ini melibatkan bus pariwisata yang mengangkut siswa SMA Nurul Huda Cengkareng, dengan nomor polisi B 7529 YB.

d) Bus pariwisata Dian Mitra terguling di Tanjakan Emen, Tangkuban Parahu (Tangkuban Perahu), Subang, Jawa Barat, Senin (1/10/2012).

Bus pariwisata Dian Mitra yang terguling di Tanjakan Emen | Tribunnews.com

Bus yang membawa wisatawan asal Taiwan ini terguling diduga akibat rem blong saat keluar dari kawasan wisata Tangkuban Parahu menuju Ciater.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tersebut mengakibatkan tiga orang wisatawan asing dan seorang pemandu WNI meninggal dan 16 orang luka berat dan ringan.

e) Sebuah bus mikro yang mengangkut wisatawan asing asal Belanda, Belgia, dan Srilangka terbalik dan menabrak tebing di tanjakan Emen Jln. Raya Bandung-Subang, Jumat (7/10/2011) pukul 11.00 WIB.

Dalam peristiwa itu tiga penumpang bus dilaporkan tewas di tempat, 9 mengalami berat, dan 2 penumpang lainnya menderita luka ringan.

Dugaan sementara bus mengalami rem blong, sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

f) Pada 26 September tahun 2009, terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan bus PO Parahyangan di tanjakan Emen, Desa Cicenang Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang.

Sebanyak delapan orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

3. Fakta Sebenarnya di Luar Mitos 'Emen'


Di luar mitos yang beredar, sebenarnya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen bisa dijelaskan dengan nalar.

Dilansir dari laman Kotasubang.com, kecelakaan yang terjadi di sana sering kali diakibatkan rem kendaraan yang blong dan kurang piawainya sopir melewati tanjakan atau turunan tersebut, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melewatinya.

Selain itu, kondisi Tanjakan Emen sepanjang 2-3 km ini sangatlah ekstrim, memiliki kemiringan 40-50 derajat dan memiliki tikungan-tikungan tajam, hal ini tentunya akan menyulitkan bagi yang kurang piawai memegang kemudi.

Oleh karena itu sebenarnya yang harus diperhatikan ketika hendak melewati tanjakan / turunan Emen hanyalah kewaspadaan dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik terutama remnya. (*)