TRIBUNJUALBELI.COM - Kalian mungkin pernah mendengar berita atau justru menyaksikan sendiri kejadian mobil terbakar.
Mobil terbakar merupakan peristiwa yang cukup sering terjadi.
Banyak faktor menjadi pemicu terjadinya kebakaran mobil.
Mulai dari masalah kelistrikan mobil hingga berbagai faktor eksternal dapat menyebabkan mobil terbakar.
Tapi tahukah, kalau benda kecil yang sering kita jumpai menempel di kaca mobil juga bisa menyebabkan kebakaran pada mobil?
Baru-baru ini beredar video yang menunjukkan bahwa karet transpran yang biasa tertempel di kaca mobil ini dapat menyebabkan mobil terbakar.
Video tersebut dibagiakan melalui akun Facebook Metafora Anafora Press.
"Hati-hati jika anda menempel karet transparan ini di cermin mobil. Karena itu bisa menyebabkan kebakaran kereta api terjadi. Silakan lihat video ini. Jangan lupa share ke teman," caption video tersebut.
Dalam video tersebut pun diperlihatkan jika stee cover ternyata bisa menjadi biang penyebab kebakaran mobil.
Lihat saja video berikut ini, yang memperlihatkan dengan jelas steer cover mengepulkan asap akibat terkena terik sinar matahari yang dipantulkan kaca mobil bagian depan.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Serta mendapat lebih dari 1000 reaksi dan dibagikan lebih dari 27 ribu kali oleh pengguna Facebook.
Setelah melihat video tersebut, sebaiknya lebih berhati-hati meletakkan benda-benda di dalam mobil.
Bila masih menggunakan benda tersebut, sebaiknya lepas benda itu sesegera mungkin bila tidak digunakan.
Hal tersebut akan mencegah terjadinya kebakaran mobil yang tidak diinginkan.
Selain itu, untuk menghindari terjadinya kebakaran mobil, sebaiknya kamu bisa lebih teliti saat meletakkan benda-benda di mobil, terutama di bagian dashboard mobil.
Jadi, mulai saat ini, harus lebih hati-hati ya jika tak mau terjadi kebakaran pada mobil.
Berkaca Pada Kasus Kecelakaan di Tanjakan Emen, Begini Cara Melewati Jalanan Curam yang Aman
TRIBUNJUALBELI.COM - Kecelakaan bus terjadi di Tanjakan Emen, Subang pada hari Sabtu (10/2/2018).
Sebuah bus yang membawa rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata, Legoso, Ciputat, Tangerang diduga mengalami rem blong sebelum kecelakaan terjadi.
Dari 56 korban, 27 diantaranya meninggal dunia.
Tanjakan Emen memang dikenal sebagai tanjakan yang berbahaya.
Sudah banyak kecelakaan terjadi di tanjakan ini.
Kemiringan yang mencapai 40-50 derajat membuat para pengemudi harus berhati-hati melewati Tanjakan Emen.
Selain itu Tanjakan Emen memiliki tikungan-tikungan yang tajam yang membuat semakin "horor" jalanan ini.
Sebenarnya tak cuma Tanjakan Emen yang memiliki jalanan yang cukup berbahaya di Indonesia.
Sebut saja Tanjakan Krumput, Mandalawangi hingga Caruban memiliki kemiringan yang tak kalah besar dari Tanjakan Emen.
Walaupun begitu, tanjakan-tanjakan tersebut sebenarnya tidak berbahaya asalkan pengemudi bisa mengendarai mobilnya dengan benar.
Agar kecelakaan seperti yang terjadi di Tanjakan Emen tak terulang, berikut ini cara melewati jalanan curam yang benar.
Mobil Manual
Menuruni jalanan curam menggunakan mobil manual sebenarnya cukup mudah.
Tapi kebanyakan pengemuda melakukan hal yang salah.
Biasanya mereka menetralkan gigi dan hanya menggunakan rem saja.
Hal itu sangat berbahaya jika melewati jalanan yang curam.
Pengemudi sebaiknya menggganti gigi ke posisi rendah antara 2 atau 1.
Lalu ekan rem sedikit demi sedikit agar rem tidak panas.
Agar mesin mobil tetap stabil, jaga RPM tetap pada titik man dengan rem.
Jika menggunakan gigi 2 mobil masih terasa cepat, turunkan menjadi gigi 1.
Mobil Matik
Mengendari mobil memang terlihat lebih gampang.
Pengemudi hanya tinggal mengerem atau gas untuk mengemudikannya.
Tapi jika mobil matik melewati jalanan curam, justru lebih berbahaya dari mobil manual.
Jika mobil manual memiliki transmisi yang bisa mengurangi laju kendaraan, mobil matik cuma mengandalkan rem saja.
Tapi beberapa mobil matik seperti Avanza memiliki modus D, 3, 2, dan L untuk mengatur transmisi.
Jika melawati turunan yang tajam pindahkan transmisi ke posisi L.
Untuk pengereman sebaiknya menginjaknya sedikit demi sedikit.
Tujuannya agar mobil tetap stabil saat melewati turunan tersebut.
Selain cara mengemudi yang benar, kondisi mobil juga harus diperhatikan saat akan bepergian.
Pastikan kondisi mobil siap digunakan sebelum bepergian terutama saat melewati jalanan yang "horor".
(Hanggara N.Hendrayana/TribunJualBeli.com)