TRIBUNJUALBELI.COM - Mindset masyarakat Indonesia tentu masih memandang sebelah mata orang-orang yang berprofesi sebagai pengemis.
Mereka sangat erat kaitannya dengan kehidupan jalanan yang keras, pakaian apa adanya dan cenderung lulus, serta mimik muka memelas yang membuat orang iba melihatnya.
Namun seiring majunya zaman, saat ini profesi mengemis justru dimanfaatkan oleh beberapa pihak sebagai ladang pekerjaan dengan pendapatan yang menggiurkan.
Dengan strategi yang matang, mereka menggunakan cara menyamar sebagai wisatawan dan berbekal visa kunjungan dan paspor.
Setibanya di negara-negara tujuan, mereka langsung memutuskan untuk mengemis di setiap harinya.
Tak main-main, negara-negara yang disasar merupakan negara "khusus" dan diyakini dapat membuat para turis dadakan ini menjadi kaya dengan cara instant.
1. Australia
Sebuah lembaga pernah mengadakan penelitian tertentu lantaran tertarik dengan fakta unik bahwa populasi pengemis di kota Melbourne mengalami kenaikan yang signifikan.
Hasilnya sungguh mengejutkan, studi penelitian telah melaporkan bahwa terdapat 135 pengemis, 9 diantaranya merupakan pengemis kategori “profesional”.
Dalam semalam pendapatan mereka berkisar Rp 3 hingga 4 juta rupiah, wow fantastis!
Untuk melancarkan profesi hariannya, para pengemis ini pun ternyata memiliki tempat tinggal permanen.
Mereka juga banyak mengincar target perempuan dan wisatawan yang ada di keramaian.
2. Rusia
Pecahan negera adidaya Uni Soviet ini juga tak luput dari daftar tujuan para pengemis profesional dalam mencari "tempat beroperasi".
Biasanya mereka beraksi di kawasan rumah sakit umum dan tempat penampungan di kota Moskow.
Ironinya, rata-rata umur para pengemis di sana adalah 45 tahun dan masih tergolong dalam usia produktif kerja di Rusia.
Alasan awam yang kerap mereka kemukakan saat memilih untuk mengemis adalah soal kehilangan lapangan pekerjaan dan terjebak dalam masa menganggur yang cukup lama.
Pendapatannya per harinya bisa mencapai kurang lebih 3386 Rubel Rusia atau sekitar Rp 800 ribu.
3. Inggris
Sudah menjadi pemandangan yang biasa jika para "peminta belas kasihan" banyak berkeliaran di beberapa sudut kota di negerinya Ratu Elizabeth ini.
Mayoritas para pengemis di Inggris merupakan imigran.
Mereka tak pernah jera meskipun peraturan di sana sudah memberlakukan larangan dan penangkapan bagi orang-orang yang kedapatan sedang mengemis.
Rata-rata dalam satu bulan, para pengemis mampu menghasilkan pendapatan sebesar 6000 poundsterling atau sekitar Rp 110 juta.
4. Amerika Serikat
Siapa yang tak tergoda oleh kemajuan dari negara Pama Sam?
Pesatnya perkembangan kehidupan modern disana dapat menjadi magnet kuat menarik minat banyak orang dari negara lain untuk mengunjunginya, tak terkecuali bagi para pengemis.
Banyaknya lokasi ramai merupakan target yang empuk untuk meminta belas kasihan.
Bahkan banyak warga Amerka Serikat sendiri juga turut serta menjadi pengemis.
Semakin tingginya kebutuhan hidup dan sempitnya lapangan pekerjaan adalah motif mereka untuk tetap melakoni profesi ini.
Adalah pasangan pengemis Elizabeth Jhonson dan Jason Pancoast yang dalam tiap tahunnya mampu meraup pendapat hingga Rp 534 juta.
5. Dubai
Para pengemis profesional yang sangat mengidolakan negara kaya penghasil minyak ini sebagai target operasi mereka.
Kehidupan para penduduk lokal di Dubai memang dikenal sangat bergelimang harta.
Kemanapun mereka pergi selalu membawa kesan yang mewah dalam setiap penampilannya.
Tak heran jika para pengemis di sana sangat yakin untuk menjadikan Dubai sebagai ladang bisnis yang sangat menjanjikan.
Namun, pemerintah setempat sangat menentang keberadaan dari pengemis-pengemis ini.
Selain mengganggu ketenangan, para pengemis yang beraksi menggunakan mesin EDC ini ditengarai merupakan suatu jaringan sindikat profesional.
Mereka bahkan mampu mengumpulkan uang senilai Rp 98 juta hanya dalam satu bulan saja. (*)