TRIBUNJUALBELI.COM - Pekerjaan paramedis yang dituntut untuk selalu siap siaga dalam memberikan pertolongan kepada tiap pasien memang tergolong berat dan memiliki tanggung jawab yang besar.
Mereka diwajibkan untuk selalu berhati-hati dan teliti dalam setiap penanganan masalah atau keluhan kesehatan.
Jika ada kekeliruan sedikit saja maka nyawa pasienlah yang jadi taruhannya.
Petugas medis sudah semestinya tidak diperkenankan untuk menganggap remeh satu poin dari semua prosedur pekerjaan yang diberikan kepada mereka.
Meski himbauan tersebut sudah diberlakukan dan dipahami, ada saja potret dari beberapa petugas yang terkesan bertugas seenaknya saja.
Kasus yang akhir-akhir ini viral di media sosial adalah salah seorang petugas dari sebuah rumah sakit ternama di Surabaya Barat yang berbuat tidak senonoh terhadap pasiennya.
Petugas tersebut sempat melarikan diri dan akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak berwajib dan segera dituntut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sangat melanggar norma asusila.
Peristiwa itu mungkin hanya sedikit contoh dari kasus-kasus tenaga medis yang melanggar peraturan dan berhasil diungkap oleh media.
Ada beberapa kasus lainnya yang sudah banyak mendapat kecaman dari masyarakat dan sangat tidak etis seperti di bawah ini.
1. Berfoto ria dengan korban pembacokan
Peristiwa ini terjadi di salah satu rumah sakit di daerah Palagimata, kota Baubau.
Tindakan tersebut sungguh tak pantas dilakukan oleh paramedis saat sedang menjalankan tugasnya untuk menangani pasien yang sedang dalam kondisi kritis.
Foto yang diunggah menunjukkan ekspresi petugas yang berwajah gembira ketika menangani korban pembacokan yang sedang terluka parah.
Masyarakat menganggap sikap tersebut adalah hal yang tak manusiawi.
Konsekuensi yang harus ditanggung oleh perawat dan dokter yang terlibat dalam pengambilan foto itu adalah hukuman mutasi.
2. Bayi yang meninggal akibat kelalaian petugas medis
Kesalahan prosedur yang berujung maut menimpa nasib bayi malang saat dalam proses melahirkan.
Sang ibu dari bayi itu mengatakan bahwa ia tak dilayani dengan tata cara penanganan yang sesuai.
Kejadian tragis ini membuat direktur dari RSUD dr Fauziah, Bireuen melakukan tindakan tegas dengan meminta pertanggung jawab bidan yang bertugas pada saat itu.
3. Main Mobile Legend saat menangani pasien di ICU
Bukan main sikap yang dilakukan oleh dokter ini, ia dengan asyiknya bermain sebuah game di smartphone saat berada di depan pasiennya yang sedang membutuhkan pertolongannya.
Berdasarkan keterangan dari narasumber di bagian SHM RS Sanglah, Bali, pria itu adalah seorang dokter magang.
Peraturan yang berlaku memang memperbolehkan semua dokter untuk membawa ponsel dalam setiap tugasnya guna memudahkan komunikasinya dengan rekan kerja ataupun dengan atasan.
Namun bagaimana jika aturannya malah disalahgunakan?
Bagian SDM telah mengklarifikasi bahwa pihak rumah sakit secara langsung memberikan sanksi kepada dokter magang itu dan kampusnya.
Kasus-kasus yang dijelaskan di atas adalah pengingat untuk seluruh paramedis agar tak lalai lagi ketika menjalankan tugasnya.
Selain merugikan diri sendiri, mereka juga harus memikirkan kondisi dari pasien yang terabaikan.
Keselamatan nyawa seorang pasien sangat bergantung pada tanggapnya tindakan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan. (*)