TRIBUNJUALBELI.COM - Senin (29/1/2018) pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah Alyah, istri Saleh Ali yang akrab dipanggil Said Bajuri dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan dengan diiringi rombongan kerabat dan beberapa artis.
Meninggalnya mendiang disebabkan oleh penyakit yang cukup ganas dan langka.
Hal itu disampaikan Said setelah memakamkan istrinya.
"Betul, dua orang banding sejuta yang mengidap penyakitnya. Myelofibrosis, kelainan darah di sum-sum tulang belakang," ungkapnya.
Penyakit tersebut menyerang Alyah, setelah melahirkan anak keduanya, Ali Saleh Bawazier yang saat ini berusia enam bulan.
"Awalnya ketauannya setelah lahiran anak kedua setelah dua bulan lahiran, kurus luar biasa, periksa ke dokter akhirnya disuruh cek ke bagian dalem, cek darah," jelasnya.
Said menambahkan, setelah cek darah dinyatakan positif kemudian Alyah dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan.
Setelah kembali ke rumah lantaran kondisi membaik, mendiang dua hari kemudian merasakan sakit kembali yang mengharuskan dirinya di rawat kembali.
"Ternyata imun kekebalan tubuhnya rendah banget. Tanggal 11 (Januari 2018) dibawa ke (Rumah Sakit) Dharmais disuruh rawat," lanjutnya.
Said sendiri tidak mengetahui penyebab penyakit istrinya, lantaran dokter yang menanganinya tidak bisa menjelaskan kepada pemeran Bajaj Bajuri ini.
"Kata dokter juga nggak tau, karena multi faktor bisa dari pola hidup, dari cuaca, segala macem," ujarnya.
Artis keturunan Arab ini juga pengobatan yang dijalani istrinya.
"Paling transfusi darah terus, kayak isi bensin.Udah isi darah bisa jalan, terus udah mulai lemes, pusing, (transfusi darah) bisa jalan, gitu lagi," ucapnya.
Setelah Alyah melakukan perjuangan panjang melawan penyakitnya, Said pun hanya bisa mendampingi dan mendoakan sang istri agar lekas sembuh.
"Kita minta sama Allah panjang umur dan sembuhin penyakitnya, ya Allah minta yg terbaik."
"Kalo nggak, cepetin (diambil nyawanya), jam 6 maghrib Alhamdulillah meninggalnya tenang," pungkasnya.
Seperti diketahui, Alyah menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, sekitar pukul 18.00 WIB pada Minggu (28/1/2018).
Dirinya meninggal di usia 29 tahun dan meninghalkan suami serta dua putra.
Mengutip hellosehat.com, Myelofibrosis merupakan kelainan, atau juga dapat dikategorikan sebagai kanker darah, yang disebabkan adanya inflamasi dan pembentukan fibrosis (jaringan parut) pada jaringan sumsum tulang, menyebabkan sel darah yang dihasilkan menjadi abnormal.
Saat seseorang mengalami gangguan ini, maka kondisi tersebut tidak dapat disembuhkan, dan penderita myelofibrosis akan membutuhkan penanganan khusus.
penyebab myelofibrosis adalah Kelainan genetik yang menjadi hal utama pemicu gangguan inflamasi dan pertumbuhan jaringan parut abnormal pada sumsum tulang.
Terdapat tiga mutasi gen yang dapat menyebabkan kondisi ini diantaranya JAK2, CALR dan MI.
Ketiga kode genetik ini dapat berubah atau mengalami mutasi seiring dengan pertambahan usia.
Oleh karena itu, hal ini tidak diturunkan dari orangtua dan penderita tidak akan menurunkan kondisi tersebut kepada anaknya.
Paparan bahan radioaktif yang kuat dan racun kimia seperi benzene dan toluene juga dapat menyebabkan mutasi genetik penyebab myelofibrosis.
Dampak utama yang disebabkan dari myelofibrosis adalah penurunan sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit) dalam tubuh.
Hal ini menyebabkan organ lain pembentuk darah seperti limfa dan liver bekerja sangat keras untuk menyeimbangkannya.
(Grid.id/Rangga Gani Satrio)
Berita ini sudah ditayangkan di laman Grid.id dengan judul Ini Penyakit Langka Penyebab Meninggalnya Istri Said Bajuri!