TRIBUNJUALBELI.COM - Bukan sulap bukan sihir, aki kering (maintenance free/MF) yang mati, bisa dihidupkan lagi.
Gak perlu pusing menghapal mantra.
Sobat tinggal beli air sakti buat menghidupkannya.
Tapi, bukan air dari tujuh sumur yang susah dicari.
Melainkan air aki yang biasa dijual di bengkel atau toko onderdil, seharga Rp 3 ribu.
“Tapi, tergantung kondisi cell-nya juga. Kalau masih bagus, listriknya akan terisi lagi. Kalau cell sudah rusak parah, ya mau enggak mau beli aki baru,” buka Joni Novalin, bos Duta Battery di Jl. Meruyung Raya, Ruko Permata Green Cinere RK.03, Depok, Jawa Barat.
Biar enggak bingung, langsung aja kita praktekan.
Siapkan air aki dengan botol berwarna merah (accu zur) yang biasa digunakan saat menguras aki, serta obeng.
Kalau semuanya sudah siap, yuk kita kerjakan.
Memasukan accu zur buka lubang yang bertuliskan ‘Do Not Open’.
Itu merupakan penutup lubang yang direkatkan kuat agar tingkat penguapan pada aki tidak banyak.
Congkel saja menggunakan obeng min.
Kalau lubangnya sudah terlihat, sobat bisa langsung mengisi dengan air aki yang disiapkan.
Isi setiap cell, tapi jangan terlalu penuh.
Sisakan sedikit ruang agar air tidak tumpah ketika proses charge berlangsung.
Kalau seluruh cell sudah terisi penuh, tutup kembali lubang hingga rapat.
Boleh ditambah lem biar lebih kuat.
“Jika sudah diisi, tinggal dicharge.
Bisa dicharge di toko jasa charge aki atau bisa juga charge langsung di motor.
Kalau kondisi akinya masih bagus, cukup ajak jalan motor 30-60 menit aki sudah terisi kembali," tambahnya.
"Enggak perlu takut, cara ini tidak berbahaya.
Selama sistem pengisian aki di motor bagus tidak akan memunculkan masalah pada motor,” tutup Joni yang bisa dikontak di 0817-6528-753.
Silakan deh coba tips modal Rp 3 ribu bisa hidupkan aki kering yang soak.
(Motorplus.com/Mohammad Nurul Hidayah)
Berita ini sudah ditayangkan di laman Motorplus.com dengan judul Bukan Sulap! Modal Rp 3 Ribu Aki Kering yang Soak Bisa Hidup Lagi
Kesalahan Sepele Ini Bisa Mengakibatkan Motor Injeksi Gampang Rusak. Begini Penjelasan Mekanik!
TRIBUNJUALBELI.COM - Hampir semua motor yang dkeluarkan oleh pabrikan kini memiliki teknologi injeksi.
Motor yang sudah injeksi memang harus memiliki perawatan yang ekstra.
Saat servis dan penggunaannya pun harus hati hati, kalau tidak motor akan gampang rusak.
Ada faktor kelalaian yang bikin motor injeksi cepat rusak.
Kelalaian tersebut yaitu saat menyalakan motor injeksi dengan buru-buru, memperlakukannya sama seperti motor dengan teknologi karburator.
Padahal, kalau motor dengan sistem pembakaran injeksi dinyalakan tanpa menunggu indikator injeksi mati, ECU motor bisa rusak, meski dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan.
"Ibarat tubuh manusia yang baru bangun tidur, mesin butuh waktu untuk beraktivitas. ECU harus memastikan semua sensor berfungsi sebelum bekerja," ucap Slamet Kasianom, Instruktur Yamaha Technical Academy PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
"Kalau lagi tidur dibangunkan dengan kaget pasti kepala pusing kan?
Di mesin pun sama, tapi efeknya tidak bisa langsung dirasakan," tambahnya.
Agar ECU ini tidak kaget atau bermasalah, alangkah baiknya kita bersabar sedikit selama maksimal 5 detik setelah kontak diputar ke posisi On atau setelah indikator injeksi mati.
"Memperbesar peluang kerusakan ECU itu pasti.
Karena ECU terus menerus dipaksa bekerja dalam kondisi tidak siap.
Kalau sensor tidak akan terkena dampaknya.
Hanya ECU saja yang bermasalah sebagai otak di sistem injeksi," ucap Slamet.
Meski belum pernah terjadi kerusakan ECU gara-gara motor injeksi dinyalakan terlalu cepat tanpa menunggu indikator injeksi mati, namun apa salahnya jika kita meniru istilah lebih baik mencegah daripada mengobati.