0

Reaksi-reaksi yang Tak Biasa dari dalam Tubuh Ketika Seseorang Mulai Stop Merokok. Salah Satunya sering Dianggap Penyakit tapi Sebenarnya Tidak

Penulis: Kurniantohanif
Reaksi-reaksi yang Tak Biasa dari dalam Tubuh Ketika Seseorang Mulai Stop Merokok. Salah Satunya sering Dianggap Penyakit tapi Sebenarnya Tidak

TRIBUNJUALBELI.COM - Seruan untuk berhenti merokok dari dahulu hingga sekarang terus digalakkan oleh pemerintah dan berbagai organisasi-organisasi penggiat lingkungan hidup & kesehatan untuk menekan angka kematian akibat serangan berbagai penyakit dari konsekuensi merokok.

Efek kecanduan dar mengisap rokok membuat orang terus mengisapnya batang demi batang per hari.

Hampir semua pihak prihatin akan hal itu dan menyadari bahwa rokok adalah pembunuh nomor satu paling mematikan.

Para perokok aktif mau tak mau harus sadar akan pentingnya menghentikan kebiasaan mereka.

Alasan kesehatan lah yang harus menjadi motivasi kuat, karena bagaimana pun juga hal tersebut merupakan pilihan terbaik sekaligus investasi di masa depan untuk menjaga keberlangsungan hidup.

Setelah memantapkan niat dan menjalani kebiasaan untuk berhenti merokok, janganlah merasa kaget ketika tubuh Anda mengalami reaksi-reaksi yang tak biasa.

Seperti yang dilansir dari The List, inilah respon alamiah ketika seorang perokok mulai menghentikan kebiasaan merokoknya.

1. Sirkulasi darah meningkat

Efek meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah bisa terjadi pada saat dua jam setelah zat nikotin tak lagi masuk ke dalam tubuh.

Tekanan darah dan denyut jantung akan kembali normal ketika sirkulasi darah sudah naik.

2. Menurunnya resiko stroke

Penyakit stroke bisa menyerang kesehatan para perokok karena mereka cenderung memiliki pembuluh darah yang sempit dan menyebabkan terhambatnya sirkulasi darah ke otak.


 

Peluang besar untuk terbebas dari penyakit ini bisa didapatkan oleh mantan perokok dalam kurun waktu 18 bulan hingga 15 tahun setelah berhenti merokok.

Singkat atau panjangnya waktu bisa tergantung pada seberapa banyak nikotin masuk ke dalam tubuh.

3. Jantung menjadi sehat

Karbon monoksida menurun dan jumlah oksigen dalam darah akan meningkat dua belas jam setelah berhenti merokok.

Itulah yang menyebabkan alirah darah ke jantung maupun sebaliknya akan lebih baik.

Sehatnya jantung juga akan mengurangi risiko terkena serangan jantung maupun penyakit-penyakit lainnya.

4. Stres

Pemandangan umum yang kerap terjadi ketika seseorang berusaha berhenti mengisap rokok adalah ekspresi rasa stress yang bermacam-macam.

Lelah, mual, pusing, sulit tidur, dan batuk-batuk merupakan contohnya.

Tenang saja, efek tesebut akan hilang seiring berjalannya waktu, tergantung dari berapa banyak nikotin yang ada dalam tubuh memengaruhi otak.

5. Berat badan naik sedikit

Mengapa para pecandu rokok biasanya dapat menahan rasa lapar lebih lama dibandingkan orang yang tak merokok?

Itu karena efek dari zat nikotin yang mereka konsumsi dapat menghambat rasa lapar.


 

Ketika seseorang sudah tak lagi merokok, keinginan untuk mengganti kebiasaan mengisap tembakau akan beralih menjadi keinginan untuk mengkonsumsi makanan dalam porsi yang banyak.

Tak heran jika tubuh akan terlihat sedikit gemuk.

Akan tetapi gemuk atau tidaknya seseorang juga tergantung pada tingkat metabolisme dan tingkat kadar gula darah tubuh.

6. Mengalami intensitas batuk yang lebih

Menurut dr Norman Edelman dari American Lung Association, batuk-batuk setelah berhenti merokok adalah reaksi wajar.

Itu merupakan proses pembersihan paru-paru.

Intensitasnya akan berkurang secara cepat dalam waktu sembilan juga.

Durasi tersebut dapat dipercepat lagi jika didukung oleh kebiasaan menghindari polusi udara, sering melakukan latihan pernafasan, dan menggunakan masker atau permbersih udara. (*)