TRIBUNJUALBELI.COM - Penyakit tak pernah pandang bulu ketika menyerang kesehatan seseorang.
Semua orang pasti beresiko mengidap suatu penyakit baik yang berusia muda atau tua, laki atau perempuan, pasangan campuran, dan bahkan pasangan sesama jenis.
Hasil penelitian dari sebuah studi ungkapkan bahwa dibandingkan pasangan lesbi, hubungan antara pria gay terbukti lebih rentan terhadap serangan penyakit tertentu.
Hal ini bisa dipicu oleh kehidupan seks yang cenderung tak sehat.
Setiap pasangan sesama jenis tentu memiliki cara yang beda ketika mereka melakukan aktivitas hubungan intim.
Contohnya, pasangan lesbi (pasangan sesama jenis wanita) lebih sering menggunakan alat bantu buatan saat mereka berhubungan badan seperti dildo atau vibrator.
Ketika melakukan kontak atau sentuhan langsung dengan bagian-bagian intim mereka hanya menggunakan jari.
Sedangkan pasangan pria, mereka cenderung melalukan aktivitas intim yang berfokus pada oral dan anal.
Penyakit-penyakit serius berpotensi besar dapat menular dikarenakan adanya kontak langsung dengan anal, seperti yang dilansir dari penelitian John R. Diggs di dalam jurnalnya yang berjudul Corporate Resource Council.
Bakteri-bakteri yang bersarang di bagian tersebut dapat menimbulkan penyakit seperti HIV, sifilis, hepatitis, dan infeksi Chlamydia.
Untuk mencegah timbulnya penyakit berat seperti itu , situs nhs.uk menyarankan untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan di dokter dan menggunakan alat pengaman saat berhubungan.
Tak hanya kesehatan fisik saja yang rentan, kendala dalam kesehatan mental juga sering menjadi masalah utama pasangan sesama jenis.
Tekanan dari lingkungan sekitar yang menyebabkan rasa trauma menjadi alasan kuat mengapa kesehatan mental mereka perlu diperhatikan.
Rekam jejak tentang catatan kondisi kesehatan semakin terabaikan diakibatkan oleh rasa malu untuk mengakui kondisi mereka ke khalayak umum.
Kurangnya keterbukaan dan kejujuran dapat membuat dokter sulit memberikan solusi terbaik dan dapat menghambat proses penyembuhan suatu penyakit, entah itu fisik maupun mental yang dialami oleh pasangan sesama jenis.
Bagaimanapun juga menjaga kesehatan dengan baik adalah tanggung jawab masing-masing individu tak peduli dari golongangan manakah mereka berasal.
Lakukanlah pemeriksaan kesehatan di dokter setempat secara berkala untuk meminimalisir adanya resiko penyakit berat yang bersarang di dalam tubuh kita. (*)