TRIBUNJUALBELI.COM - Hampir seminggu publik dikejutkan dengan kabar perceraian yang dilayangkan Ahok kepada istrinya, Veronica Tan.
Kabar perceraian itu bermula saat beredar sebuah foto surat gugatan cerai Ahok terhadap Veronica.
Seorang petugas pendaftaran perkara perdata di PN Jakarta Jakarta Utara juga membenarkan adanya daftar gugatan cerai tersebut.
Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018) sore sekitar pukul 15.00.
Pendafaran dilakukan oleh kuasa hukum Ahok dari kantor pengacara Law Firm Fifi Lety Indra & Partners.
Rupanya kabar gugatan cerai itu benar adanya.
Kabar adanya pihak ketigalah yang membuat Ahok menggugat cerai sang istri.
Publik pun seperti tak menyangka.
Mengingat Vero terlihat begitu setia mendampingi sang suami.
Namun barangkali publik hanya melihat dari luarnya saja.
Masyarakat tak pernah tau duka apa yang telah dipendam Ahok maupun Veronica.
Terlepas dari hal itu, setiap perceraian pasti membuat anak-anak menjadi korban utama.
Mengingat, 21 menikah Ahok dan Vero telah dikaruniai 3 orang anak.
Sebuah penelitian menemukan bahwa efek buruk perceraian orangtua berdampak luas pada tumbuh kembang anak.
Penelitian yang dilakukan oleh Madison, peneliti dari Universitas Wisconsin, menyimpulkan bahwa prestasi pada matematika dan sosial anak dengan orangtua bercerai mengalami kemunduran.
Mereka juga lebih mungkin mengalami kecemasan, stres dan rendah diri.
Peneliti lain, Hyun Sik Kim, mengatakan dampak buruk pada anak-anak dimulai sebelum orangtua memulai proses perceraian.
“Orang cenderung berpikir bahwa pasangan yang menikah akan terlibat dalam konflik sebelum akhirnya bercerai,” ungkap seorang sosiolog, seperti dikutip Yahoo Health.
Penemuan ini dipublikasikan dalam American Sociological Review.
Berdasarkan data 3.585 siswa TK sampai SD kelas lima untuk menguji dampak sebelum, selama, dan setelah perceraian.
Kim membandingkan kemajuan anak-anak yang orangtuanya bercerai dengan anak-anak dari keluarga yang stabil.
“Dampak negatif tidak memburuk setelah perceraian, meskipun tidak ada tanda-tanda anak-anak dari pasangan bercerai bisa mengejar ketinggalan dengan rekan-rekan mereka,” jelasnya.
Ia menghubungkan kemunduran perkembangan anak-anak dengan beberapa faktor.
Antara lain, stres melihat orangtua mereka bertengkar, kehidupan yang tidak stabil, terpaksa membagi waktu dengan orangtua, serta kesulitan ekonomi akibat menurunnya pendapatan keluarga.
“Perceraian membuat orangtua tidak bisa fokus pada anak-anak.
Mereka juga rentan untuk berdebat dengan anak-anak.
Dan inilah yang bisa mempengaruhi perkembangan anak-anak.”
Hal-hal diatas yang mungkin akan terjadi pada anak-anak Ahok dan Veronica jika keduanya benar mengakhir rumah tangga dengan perceraian.
(*)