0

Para Ibu Baru Jangan Kaget, Ini Perubahan yang Bakal Terjadi Pada Payudara Usai Menyusui Buah Hati

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Para Ibu Baru Jangan Kaget, Ini Perubahan yang Bakal Terjadi Pada Payudara Usai Menyusui Buah Hati

TRIBUNJUALBELI.COM - Hadirnya buah hati tentu menjadi momen yang ditunggu oleh banyak pasangan.

Setelah melahirkan hal yang wajib dilakukan seorang ibu adalah menyusui anaknya.

ASI merupakan kebutuhan penting bagi bayi saat mereka dilahirkan.

Saat menyusui seorang ibu akan mengalami banyak hal.

Namun demi menjadikan bayinya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas mereka rela melakukannya.

Bukan hanya saat menyusui, ternyata setelah menyusui pun seorang ibu akan menghadapi beberapa perubahan pada dirinya.

Perubahan tersebut mencakup fisik dan mental.

Berikut beberapa perubahan pada diri perempuan setelah menyusui.

1. Payudara menjadi sensitif

Saat menyusui, seorang ibu harus melewati beberapa hal.


 

Yakni rasa sakit karena terjadi pembengkakan, mastitis, dan gigi tajam si kecil yang terkadang menggigit payudara.

Seseorang beranggapan segala sesuatunya akan menjadi lebih baik setelah masa menyusui, namun ternyata hal itu salah.

Payudara justru akan tetap sensitif.

2. Mastitis

Sebagian besar ibu yang menyusui mungkin harus berhadapan dengan mastitis saat mereka mulai menyusui.

Menyedot dengan rakus dan penyimpanan susu di saluran darah dianggap sebagai penyebab mastitis.

Saat kita berhenti menyusui payudara akan membesar.

Hal ini dapat menyebabkan mastitis.

Nyeri payudara, demam, dan menggigil merupakan gejala umum mastitis.

3. Perubahan hormon yang mendadak


 

Sebagian besar ibu tidak berevolusi saat mereka menyusui.

Begitu selesai menyusui tubuh siap untuk berevolusi kembali.

Hal ini membawa gelombang besar perubahan hormonal dalam tubuh.

Payudara yang menyakitkan dan sesnitif adalah hasilnya.

Perubahan emosional juga terjadi karena lonjakan hormon dalam tubuh.

4. Bayi terobsesi dengan payudara

Setelah tahap menyusui selesai, bayi mungkin tidak ingin meminum ASI lagi tapi mereka senang bermain dengan payudara ibunya.

Tapi mungkin sangat tidak nyaman jika hal ini terjadi pada waktu yang tidak tepat, di luar rumah misalnya atau dihadapan orang lain.

Para ibu mungkin bisa dengan lembut mengaluhkan bayi untuk memperbaiki perilakunya.

5. Payudara kendur


 

Saat menyusui, ligamen dan jaringan ikat payudara mengendur dan mungkin tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.

Perubahannya tidak begitu jelas saat sedang menyusui karena terdapat ASI di dalamnya.

Namun jika berhenti menyusui, para ibu akan mulai memperhatikan jika bentuk payudara sudah tidak sama dari sebelumnya.

Kendati terjadi banyak perubahan, seorang Ibu tak akan mempermasalahkan hal itu.

Bagi mereka, perubahan fisik tak jadi masalah dibanding dengan kasih sayang yang telah mereka berikan melalui ASI dari payudaranya. (*)