0

Jangan Malu, Yuk Deteksi Awal Ciri Ciri Kemandulan Agar Cepat Punya Momongan Setelah Menikah

Penulis: ANDKP
Jangan Malu, Yuk Deteksi Awal Ciri Ciri Kemandulan Agar Cepat Punya Momongan Setelah Menikah

TRIBUNJUALBELI.COM - Kemandulan memang menjadi momok menakutkan bagi siapa saja.

Terlebih bagi pasangan yang sudah menikah.

Bagi suami istri yang ingin menikah sejatinya mendeteksi gejala kemandulan, karena gejala kemandulan bisa di deteksi dini.

Karena, gejala seperti ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

Selain bisa mengetahui apa penyebab sulit hamil, dokter juga bisa mengetahui apakah ada problem lain yang perlu ditangani.

Untungnya, kemandulan atau ketidaksuburan bisa ditangani dengan pengobatan, atau pembedahan, sehingga Mama bisa cepat hamil.

Berikut gejala kemandulan yang tak boleh diabaikan:

1. Tidak haid

Setelah lepas KB, biasanya tubuh butuh waktu beberapa bulan untuk mengatur kembali siklus menstruasi.

Tetapi kalau Mom tidak mens lagi sampai tiga bulan, coba periksakan pada dokter.


 

"Tidak mens berarti perempuan itu tidak berovulasi, dan hanya punya sedikit peluang untuk melakukan pembuahan tanpa bantuan," kata Dr. Lorna Marshall, ahli endokrinologi reproduksi di Pacific NW Fertility di Seattle.

Dokter biasanya akan mengupayakan perawatan lebih awal untuk menstimulasi ovulasi.

Misalnya dengan konsumsi pil harian yang disebut Clomid (untuk menstimulasi ovulasi).

2. Haid tidak teratur

Jika jadwal mens tidak teratur, Moms tidak akan tahu kapan atau apakah sedang berovulasi.

"Siklus mens yang datangnya sporadis merupakan indikasi dari suatu kelainan ovulasi yang mendasar, yang membuat pembuahan jadi sulit," papar Dr. Sheeva Talebian, ahli endokrinologi reproduksi di Reproductive Medicine Associates of New York.

Penyebabnya mirip dengan berhentinya siklus menstruasi: sindrom ovarium polikistik, kelainan tiroid, dan hypothalamic amenorrhea (berhentinya mens akibat terlalu banyak olahraga dan kurang makan).

Haid yang tidak teratur juga merupakan tanda berkurangnya cadangan ovarium karena endometriosis atau kegagalan ovarium awal.

3. Perdarahan di sela-sela siklus mens

Seharusnya Moms hanya mengalami perdarahan ketika sedang mens.


 

Namun menurut Dr. Talebian, perdarahan di sela-sela jadwal mens atau setelah berhubungan seks bisa mengindikasikan suatu polip rahim atau fibroid, atau perlukaan pada servik.

Selain membuat Moms sulit hamil, perdarahan perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah ada hubungannya dengan kanker.

5. Nyeri panggul

Kram yang sangat parah saat menstruasi, nyeri sepanjang siklus mens terjadi atau setelah berhubungan seks, bisa jadi merupakan gejala endometriosis.

"Dengan endometriosis, jaringan yang seharusnya menghubungkan rongga rahim ditemukan di luar rahim di dalam panggul," kata Dr. Maguire.

Endometriosis bisa menyebabkan jaringan parut pada struktur panggul, mengurangi kesuburan, dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Bahkan, endometriosis bisa mengurangi cadangan sel telur, sehingga dokter umumnya akan menyarankan perawatan kesuburan.