TRIBUNJUALBELI.COM - Bagi kamu yang hobi berenang atau berendam lama di air, kulit tangan yang menjadi keriput tentu bukan hal baru lagi.
Tak hanya saat berenang atau berendam saja, saat mencuci pakaian atau piring yang banyak maka kulit tangan juga akan berubah tekstur.
Saat tangan terkena air dalam waktu yang lama, secara alami kulit jari akan menjadi keriput.
Tapi setelah kering, kondisi kulit akan kembali mulus seperti sedia kala.
Hal ini mungkin dianggap wajar untuk seseorang.
Namun ada juga yang merasa aneh dengan perubahan tekstur tangan tersebut.
Nahh taukah kamu apa yang jadi penyebabnya?
Tubuh, salah satunya tangan akan sangat pintar beradaptasi.
Tangan akan mudah merespon apa yang telah terjadi.
Kondisi tersebut sebenarnya untuk memberikan perlindungan lebih terhadap beberapa bahaya yang mungkin akan muncul.
Pada dasarnya, kulit di bagian jemari tangan dan kaki akan terlihat keriput karena paparan air dalam waktu yang lama.
Lapisan terluar kulit, epidermis, bertanggung jawab untuk reaksi pengeriputan ini
Reaksi mengerut ini diberikan sebagai sinyal bahwa kulit telah menyerap terlalu banyak air.
Lalu, mengapa kulit berkerut, bukannya malah membengkak seperti balon yang diisi air?
Menurut neuroscientist Mark A. Changizi, hal ini juga berhubungan dengan sistem saraf.
Respon dari saraf simpatik di dalam tubuh yang menjadi penyebabnya.
Sistem saraf simpatik adalah salah satu bagian dari sitem saraf pusat yang bertugas untuk mempertahan sistem tubuh agar tetap seimbang.
Cara kerja saraf simpatik adalah dengan membuat jari-jari tangan keriput, ini sebagai bentuk respon simpatik kepada tubuh.
Jika saraf simpatik ini dipotong, maka kulit jari tangan dan jari kaki kita tidak akan keriput lagi meskipun berlama-lama terendam air.
Selain itu, tugas saraf simpatik lainnya adalah mengontrol fungsi tekanan darah dan denyut jantung di dalam tubuh.
Sistem saraf simpatik mengalihkan darah yang ada di tepi menjadi ke pusat tubuh serta ke organ dan otot-otot utama.
Jadi pada saat sistem ini dilakukan, maka pembuluh darah yang ada di jari tangan dan kaki akan menyempit sehingga menyebabkan aliran darah menjadi sulit mengalir ke jari tangan dan kaki.
Selain itu, volume darah yang ada di jaringan lunak seperti jari tangan dan kaki menjadi berkurang.
Ini menyebabkan kulit jari tangan dan kaki akan tertarik dan membentuk lipatan-lipatan yang kita sebut dengan keriput.
Pada orang-orang yang memiliki gangguan pada sistem saraf, paparan air tidak akan menyebabkan jemari tangan dan kakinya menjadi mengerut.
Dalam laporannya yang dimuat pada jurnal Brain, Behavior and Evolution, Changizi menyatakan bahwa mengerutnya jemari tangan dan kaki adalah reaksi fisik yang memiliki dua tujuan.
Pertama, mencegah air terlalu banyak terserap oleh tubuh, dan kedua, menghindarkan kita dari risiko tergelincir.
Reaksi ini, menurut Changizi, bagaikan suatu transformasi dari ban racing (yang lebih licin agar kendaraan melaju lebih cepat) menjadi ban untuk segala cuaca (yang memungkinkan kendaraan melaju dalam kondisi jalan seperti apa pun).
Nah ternyata dengan keriput di telapak tangan bisa menyelamatkanmu dari bahaya lho.
(*)