0

Yon Koeswoyo Wafat, Begini Cara Vokalis Koes Plus Menceritakan Perjalanan Karirnya Semasa Hidup

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Yon Koeswoyo Wafat, Begini Cara Vokalis Koes Plus Menceritakan Perjalanan Karirnya Semasa Hidup

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka datang dari belantika musik Tanah Air.

Salah satu musisi legenda Indonesia, tutup usia pada Jumat, 5 Januari 2018.

Koesyono atau yang lebih akrab dikenal Yon Koeswoyo meninggal dunia dalam usia 77 tahun.

Vokalis band legendaris Koes Plus itu meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang diderita cukup lama.

Beberapa tahun terakhir, Yon memang kerap keluar masuk rumah sakit.

Namun hingga akhir hayatnya, Yon adalah satu-satunya keluarga Koeswoyo yang masih aktif bermusik.

Yon mulai aktif bermusik sejak awal dibentuknya grup musik bersama saudara kandungnya.

Koes Bersaudara menjadi nama awal band legendaris Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969.

Pada mulanya, Koes Bersaudara beranggotakan Tony Koeswoyo (Lead Guitar), Yon Koeswoyo (Vokal), Yok Koeswoyo (Vokal, Bass guitar) dan Nomo Koeswoyo (drum).

Seiring berjalannya waktu, Koes Bersaudara mengalami perubahan personil.


Hingga adanya pergantian nama band menjadi Koes Plus, yang kini begitu legendaris di dunia musik Indonesia.

Koes Plus berjaya pada era 1970-an.

Dalam kehidupannya, Yon Koeswoyo dikenal sebagai sosok pria tangguh yang mampu menghadapi segala kondisi.

Pria kelahiran Tubah, Jawa Timur itu telah banyak makan asam garam kehidupan.

Mengetahui perjuangan Yon dalam mengarungi kehidupan, salah seorang penggemar Koes Plus meminta sang idola untuk menulis perjalanan pentolan grup band legendaris itu.

Mengetahui permintaan itu, Yon sempat ragu dan merasa tak mampu.

Penggemar beratnya itu pun terus meyakinkan hingga membuat Yon tergerak untuk menuliskannya.

Yon menulis dengan tulisan tangan pada buku tulis bergaris bersampul tebal seperti buku-buku yang dibawa tukang kredit di kampung-kampung.

Dalam dua buku tulis tebal, tulisan Yon itu ditulis ulang menggunakan komputer oleh adik iparnya.

Rupanya hasil tulisan Yon itu untuk diserahkan kepada penerbit untuk dicetak dengan format otobiografi.


Buku setebal 175 halaman dengan judul Panggung Kehidupan Yon Koeswoyo berhasil diterbitkan pada pertengahan Januari 2005.

(blogspot)

Dalam otobiografinya, Yon menceritakan segala hal tentang dirinya.

Mulai pengalaman masa kecil saat di kota kelahiran hingga masa remaja yang harus berpindah dari Tuban.

Ia juga berkisah tentang masa jaya Koes Plus.

Termasuk lagu-lagu terkenal yang ternyata menyimpan banyak cerita.

Menariknya Ia pun tak malu menceritakan kisah asmaranya yang ternyata berliku layaknya seorang pemuda yang sedang memperjuangkan cinta.

(blogspot)

Semasa hidup, Yon mengaku melalui hari-hari dengan selalu mengucap syukur.

Apapun yang telah Ia dapatkan selalu Yon syukuri.

Itulah yang menurut Yon membuat dirinya ayem.

Dalam otobiografi yang dterbitkan Chandra Awe Selaras, Jakarta itu, Yon juga menuliskan satu paragraf syarat makna.


"KISAH ini mengenai seorang laki-laki yang pernah malang melintang menapaki jalan panjang dunia musik pop Indonesia. Ia pernah mengenyam betapa manisnya puncak yang penuh bunga mekar dan taburan puja puji. Pun, ia pernah mengecap pahitnya jurang berlumpur yang gelap dengan selaksa caci maki." tulis Yon dalam otobiografinya.

Kini apa yang ditulisnya menyisakan kenangan yang begitu dalam bagi para penggemarnya.

Selamat jalan, Yon Koeswoyo!

(TribunJualBeli.com/ Alieza Dewi)