TRIBUNJUALBELI.COM - Kasus ditangkapnya artis kontroversial Jennifer Dunn terkait kepemilikan narkoba berjenis sabu menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan masyarakat.
Artis yang akrab disapa dengan nama Jedun ini sebelumnya juga menjadi buah bibir masyarakat karena kabar kedekatannya dengan pria beristri, Faisal Harris.
Bahkan putri Faisal Harris, Shafa Aliya sempat melabrak Jedun di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, yang akhirnya menjadi viral di media sosial.
Sosok artis kontroversial ini tak hanya sekali berurusan dengan polisi terkait kasus narkoba.
Dilansir dari laman Kompas.com, pada tahun 2005, Jedun yang saat itu baru berusia 18 tahun pernah ditangkap terkait kasus kepemilikan narkoba.
Pada 2009, dia kembali ditangkap usai pesta narkoba bersama rekan-rekannya di kosannya di kawasan Jakarta Selatan dengan barang bukti satu paket sabu-sabu dan 7 butir pil ekstasi.
Dia divonis hukuman penjara selama 4 tahun dan bebas pada 2012.
Awal tahun 2018 ini, Jedun harus kembali berurusan dengan polisi terkait kepemilikan sabu, dan terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.
Hal ini berdasarkan dari isi Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun.
Dikabarkan Jedun kembali mengkonsumsi barang haram tersebut dalam setahun terakhir lantaran untuk menghilangkan rasa capek dan membuat tubuhnya lebih bugar.
Sebenarnya, benarkah mengkonsumsi sabu bisa memberikan efek tersebut?
Dilansir dari laman Doktersehat, pakar kesehatan dr. Benny Ardjil, SpKJ, ICAP menyebutkan bahwa konsumsi narkoba berjenis amphetamine-type stimulants seperti yang dilakukan Jedun memang bisa membuat penggunanya mengalami lonjakan perasaan bahagia dengan signifikan.
Sabu juga bisa membuat pikiran, perasaan, dan perilaku penggunanya menjadi lebih tenang, cepat, lebih aktif, dan energik.
Sayangnya, meskipun bisa membuat lebih bersemangat, berhenti mengkonsumsinya untuk beberapa waktu akan membuat penggunanya merasa lemas, murung, tak lagi bersemangat, hingga mengalami depresi.
Hal ini berarti, mereka yang sudah kecanduan sabu akan sangat sulit untuk berhenti menggunakannya.
Untuk menghentikan kecanduan ini, mau tidak mau mereka harus melakukan terapi atau rehabilitasi.
Seberapa lama pengguna sabu harus melakukan terapi atau rehabilitasi agar bisa sembuh?
Hal ini sangat bergantung dari seberapa banyak Ia menggunakannya, sudah berapa lama mengkonsumsinya, hingga kepribadian dan latar belakang keluarganya.
Dengan melakukan rehabilitasi, maka pengguna sabu akan dilatih untuk menahan keinginan untuk terus memakai narkoba jika sudah merasa murung, tak bersemangat, lemas, atau depresi.
Melihat betapa mengerikannya dampak buruk dari penggunaan sabu seperti yang dikonsumsi oleh Jedun ini, sebaiknya jangan coba-coba untuk ikut-ikutan mengkonsumsinya ya guys? (*)