0

Stop Mulai Sekarang! Panaskan Motor di Depan Tembok Bisa Berakibat Buruk, Berikut Penjelasannya!

Penulis: Nadhira Septianda
Stop Mulai Sekarang! Panaskan Motor di Depan Tembok Bisa Berakibat Buruk, Berikut Penjelasannya!

TRIBUNJUALBELI.COM - Salah satu hal yang kerap dilakukan sebelum menggunakan sepeda motor adalah “memanaskan”.

Ini dilakukan agar oli bisa bekerja melumasi semua komponen yang berada di dalam mesin.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama memanaskan kendaraan. Salah satunya terkait tempat.

Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta, Rendra Kusuma menyarankan agar tidak memanaskan motor dengan jarak yang terlalu dekat dengan tembok.

Khususnya bagi motor kekinian, di mana lampu utamanya otomatis menyala jika mesin dinyalakan.

Sebab, dapat merusak atau membuat bagian mika pada lampu depan meleleh akibat terlalu panas.

“Karena efek panas akibat pancaran sinar lampu akan berbalik ke arah motor. Makanya sebaiknya kalau memanaskan motor jangan tepat di depan tembok agar panasnya tidak memantul.”

Kata Rendra saat ditemui di tempat kerjanya di bilangan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Selasa (2/1/2018).

Yamaha E-Vino digunakan sebagai model uji coba sepeda motor listrik oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).(Febri Ardani/KompasOtomotif)


Kemudian, lanjut Rendra, memanaskan motor juga jangan terlalu lama.

Cukup sekitar tiga hingga lima menit saja.

Mesin motor modern tidak perlu dipanaskan terlalu lama, karena pada dasarnya komponen motor sudah siap bekerja ketika mesin dihidupkan. 

Ia menambahkan, memanaskan motor jangan dilakukan di dalam ruangan.

Sebab, gas buang kendaraan mengandung berbagai kandungan berbahaya bagi tubuh. Di antaranya gas karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan timbal.

Selain itu, panas yang dihasilkan tidak terbuang ke udara dan akan mengumpul di dalam ruangan dan ini yang berbahaya bila terhirup manusia.

(Kompas.com/Fachri Fachrudin)

Berita ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Mulai Sekarang Jangan Panaskan Motor di Depan Tembok