TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak masyarakat Indonesia yang masih meyakini mitos seputar pantangan dan anjuran berbagai hal di dunia kesehatan.
Hal tersebut dipercaya tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenarannya dalam penjelasan ilmiah yang resmi.
Sebagai contohnya, jika seorang anak sedang merasa demam, orang tua sering menganjurkannya untuk tak meminum makanan atau minuman bersuhu dingin dan cenderung memilih yang bersuhu hangat atau panas.
Ada yang percaya adapula yang tidak, namun berbagai mitos kesehatan kerap membuat kita bingung untuk harus melakukannya atau tidak.
Tak semua anjuran kesehatan memiliki fakta atau bukti empiris yang benar-benar kuat.
Berikut mitos-mitos kesehatan yang kerap kita dengar dan tanpa suatu pertimbangan tetap melakukannya padahal hal tersebut jelas merupakan kesalahan.
1. Jerawat akan berkurang seiring tubuh punya cukup asupan air putih.
Air putih merupakan sumber mineral yang vital dan diperlukan oleh tubuh.
Namun, jika kita masih mempercayai bahwa banyak minum air putih bisa mengurangi jerawat itu adalah hal yang salah.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan berdampak pada normalnya kelambaban kulit dan berfungsi mempercepat regenerasi.
Tetapi hal tersebut tak menjamin berkurangnya masalah jerawat.
2. Lari sebabkan lutut sakit
Melakukan aktifitas fisik berlari dengan cara yang tepat tak akan beresiko pada cideranya bagian tubuh Anda.
Jangan mencoba untuk berlari tanpa alas kaki, gunakan sepatu yang nyaman dan memang berspesifikasi untuk olahraga lari.
3. Sel otak yang mati tak dapat dipulihkan lagi
Anggapan tentang sel otak tak dapat dipulihkan kembali merupakan sebuah kesalahan.
Di dalam otak manusia terdapat proses neurogenesis yang dapat menghasilkan neuron baru di hippocampus.
4. Gigi bayi yang sedang tumbuh berefek pada kondisi demam pada tubuh.
Banyak orang tua yang salah mengkaitkan kondisi tubuh bayi mereka di saat demam merupakan tanda dari proses tumbuhnya gigi.
Faktanya, anak yang tumbuh gigi tak harus mengalami demam.
Anak yang berusia 6 bulan hingga 3 tahun memiliki resiko infeksi ringan seperti flu dan pilek yang dapat mengakibatkan demam.
5. Jika sakit jangan konsumsi es krim
Es krim adalah makanan yang sering dihindari oleh orang-orang penderita penyakitn flu, demam, dan sakit tenggorokan.
Kenyataannya, es krim tak pernah terbukti mengakibatkan sakit seseorang menjadi parah.
Es krim justru menjadi sumber kalori alternatif jika seseorang sedang tidak berselera untuk mengkonsumsi makanan lainnya ketika sakit.
6. Orang yang suka duduk menyilang berisiko tinggi terkena varises
Tidak ada penelitian yang mengungkapkan bahwa varises diakibatkan oleh kebiasaan duduk menyilang.
Tekanan darah akan kembali normal saat posisi duduk kita juga berubah.
7. Ngemil di malam hari bisa membuat kita gemuk
Tidak ada perbedaan efek saat kita mengemil makanan di malam atau siang hari.
Penyebab kegemukan paling utama adalah kurangnya aktivitas fiisik yang dilakukan oleh seseorang.
8. Membaca pada ruang bercahaya minim dapat merusak mata
Membaca di ruang remang sebenarnya menyebabkan kelelahan pada mata bukan membuat penglihatan memburuk.
Kerusakan pada mata akibat membaca di ruang gelap adalah mitos belaka.
9. Suplemen vitamin dapat memaksimalkan kondisi kesehatan
Suplemen vitamin bukanlah asupan yang mengoptimal kesehatan tetapi efeknya justru akan membahayakan.
Sebuah penelitian menginformasikan fakta mengejutkan, kanker justru berpotensi besar tumbuh subur pada orang-orang yang rutin konsumsi suplemen vitamin.
10. Menonton TV dengan jarak yang dekat dapat mengganggu kesehatan mata.
Dampak dari menonton tv dengan jarak yang dekat sama halnya dengan membaca pada ruang bercahaya minim.
Mata akan mengalami kelelahan bahkan dalam jangka waktu yang panjang. (*)