0

Begini Keajaiban yang Terjadi pada Martunis Saat Peristiwa Tsunami Aceh Hingga Akhirnya Diangkat Anak Oleh Cristiano Ronaldo

Penulis: Hanggara Hendrayana
Begini Keajaiban yang Terjadi pada Martunis Saat Peristiwa Tsunami Aceh Hingga Akhirnya Diangkat Anak Oleh Cristiano Ronaldo

TRIBUNJUALBELI.COM - Gempa dan tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004 menyisakan duka yang mendalam.

Hari ini, Selasa (26/12/2017) menandai 13 tahun bencana yang dahsyat tersebut.

Akibat gempa dan tsunami yang dahsyat, Aceh menjadi porak poranda kala itu.

Banyak nyawa yang tak terselamatkan.

Bahkan jasadnya pun banyak yang menghilang.

Selain itu, kerugian material juga tak terhitung lagi.

Bangunan roboh dan rata dengan tanah.

Nah, di balik bencana yang menimpa kota Serambi Mekah ini.

Ternyata ada kejaiban yang terjadi.

Hal itu terjadi pada seorang bocah yang disebut 'ajaib'.


Pasalnya, dia sempat dikabarkan hilang selama 21 hari.

Namun, kemudian bocah itu ditemukan oleh warga dan diserahkan ke wartawan yang sedang meliput.

'Bocah ajaib' itu adalah Martunis Sarbini, yang kini dikenal sebagai anak angkat pemain sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo.

Saat ditemukan, dia masih berusia 7 tahun.

Saat itu Martunis mengenakan seragam timnas Portugal dengan nama punggung Rui Costa.

Martunis yang selamat dari bencana maut itu menjadi sorotan dunia.

Apalagi, bocah ini diangkat sebagai anak oleh Ronaldo.

Nah, 13 tahun kini telah berlalu.

Martunis membagikan sebuah video di akun Youtube Martunis Ronaldo o7.

Di sana terdapat kenangan haru saat gempa dan tsunami melanda Aceh.


 Perjuangan hidup Martunis saat terseret arus tsunami.

Hingga akhirnya diangkat sebagai anak oleh Cristiano Ronaldo.

Simak videonya di bawah ini. (*)

13 Tahun Tsunami Aceh - Warga Amerika Ini Ciptakan Kapsul Anti Bencana Alam Seperti Tsunami dan Badai

TRIBUNJUALBELI.COM - Pernah mendengar kata bunker? Yap bunker gunung merapi ini dibuat untuk melindungi diri dari keganasan awan panas.

Bunker yang terkenal di Indonesia yaitu bunker kaliadem gunung merapi.

Bunker yang diciptakan pada waktu penjajahan belanda ini dibuat untuk melindungi diri dari keganasan awan panas merapi atau wedus gembel.

Lain halnya dengan bunker yang diciptakan untuk berlindung dari awan panas.

Bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 silam, memberikan inspirasi kepada Julian Sharpe dan Scott Hill, dua insinyur kedirgantaraan yang berbasis di Seatle, untuk membuat pod survival.

Produk yang diberi nama Survival Capsule itu, diklaim mampu dijadikan sebagai alat pelindung untuk bertahan saat tsunami, tornado, angin topan, gempa bumi hingga badai terjadi.


Pada dasarnya, Survival Capsule terbuat dari bahan material yang digunakan untuk membuat sebuah pesawat.

Kapsul kedap air berbentuk bulat itu disebut mampu menahan penetrasi benda tajam, paparan panas, hingga benturan lainnya.

Kapsul tersebut memiliki lima ukuran yang berbeda, dan dilengkapi dengan tempat duduk serta barang kebutuhan lainnya yang dapat bertahan hingga lima hari.

Pelanggan yang ingin memesan pun dapat melengkapi dengan fitur tambahan, seperti panel surya, toilet duduk, lampu internal, hingga speaker surround.

"Kapsul tersebut merupakan solusi bencana yang bervariasi, yang artinya bisa berbeda-beda sesuai dengan kedalaman air sehingga tidak akan terganjal oleh ketinggian air yang naik terlalu tinggi," jelas para perancang seperti dikutip dari Dezeen.

"Ini juga memberikan kehangatan, keamanan, dan perlindungan selama periode pasca bencana awal sebelum awak penyelamat dan pekerja bantuan tiba di tempat kejadian," lanjut mereka.

Kedua penemu membayangkan, bahwa kapsul penyelamat itu dapat dikembangkan ke depannya.

Misalnya, kapsul yang lebih kecil sebagai tempat tinggal, sedangkan kapsul yang lebih besar dirancang untuk bangunan kota, bisnis, rumah sakit, sekolah, bandara, bahkan tempat peristirahatan umum.

Awal tahun ini, penjualan kapsul pertama dikirim ke Long Beach, Australia. Jeanne J, pembeli kapsul, meminta kapsul yang dapat memuat dua orang bila bencana tsunami datang.


Kini, mereka tengah membuat pre order di Jepang dan Amerika Serikat, bagi siapa saja yang ingin memesan kapsul perlindungan itu.

Berita ini juga tayang di Kompas.com dengan judul Tsunami Aceh Menginspirasi Insinyur AS Ciptakan Kapsul Pelindung