TRIBUNJUALBELI.COM - Hampir semua masyarakat modern memiliki kebutuhan khusus akan berbagai jenis parfum guna menjunjang penampilan yang maksimal.
Banyak yang menjadikan parfum sebagai benda wajib dan harus selalu ada di dalam tas pada saat beraktivitas di luar rumah.
Kesegaran dan aromanya diyakini dapat membuat tingkat kepercayaan diri meningkat.
Mendapatkan parfum yang berkualitas bukanlah hal yang sulit lagi di zaman sekarang.
Banyak penjual menawarkan produk parfum lokal dengan tingkat keawetan wanginya yang lumayan tahan lama dan tak kalah bagus dengan parfum import.
Disamping itu semua, ternyata parfum menyimpan berbagai fakta menggelitik yang tak banyak orang tahu.
Jangan hanya membeli dan menggunakannya saja, ketahuilah informasi mengenai faktanya berikut!
1. Apa bedanya parfum, eau de toilette, dan cologne?
Apakah anda pernah mengamati secara seksama mengenai detail perbedaan parfum, eau de toilette, dan cologne di setiap produk beuaty essential?
Tentu banyak yang menganggap bahwa tiga klasifikasi tersebut adalah produk wewangian yang sama saja.
Padahal ketiganya merupakan sesuatu yang sangat berbeda, tingkat konsentrasi (aroma) dan kadar konsetrat (ketahanan aroma wewangian) adalah hal yang membedakan eau de toilette, dan cologne.
Eau de Toilette kadar konsentrat wewangiannya sebesar 10%
Sedangkan parfum sendiri mempunyai aroma terkuat karena tingginya tingkat kosentrasi yang dihasilkan dari perbandingan kadar essential oil yang banyak dan jumlah alkohol dan air paling sedikit.
Cologne hanya memiliki tingkat kadar kosentrat yang berkisar 5% saja.
2. Tiap orang merasakan aroma berbeda dari parfum yang sama.
Sungguh menarik jika kita tahu bahwa ternyata setiap orang dapat memiliki persepsi tentang aroma berbeda saat mencium parfum yang sama.
Hal tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup dan tubuh yang berbeda-beda pula.
Tingkat pH dan suhu tubuh masing-masing orang tentu sangat bermacam-macam dan inilah alasan kenapa terdapat anggapan aroma berbeda dari penggunaan parfum yang sama.
Oleh karena itu, setiap Anda ditawari untuk mencoba tester suatu produk parfum, pasti akan diberikan selembar kertas yang sudah disemprotkan parfum agar menyamakan persepsi Anda tentang aromanya.
3. Bahan parfum
Bahan pembuat parfum terdiri dari dua jenis, bahan alami dan sintetis.
Bahan dasar yang paling banyak digunakan untuk meramu wewangian parfum adalah bunga.
Besarnya biaya lingkungan yang dibutuhkan untuk meracik parfum yang berbahan alami membuat banyak produsen menyiasati untuk menggunakan bahan sintesis sebagai paduannya.
Itulah yang membuat wangi parfum tak seratus persen berasal dari bahan-bahan alami. (*)