TRIBUNJUALBELI.COM - Meninggalnya Kim Jonghyun, main vokal dari boyband SHINee tak hanya menyisakan banyak kesedihan bagi para keluarga dan teman-teman yang ditinggalkannya.
Para fans Shinee, Shawol, juga mengalami kesedihan mendalam karena kepergian mendadak salah satu idolanya.
Bahkan lagu-lagu single milik Jonghyun SHINee menjadi trending dan menempati posisi puncak di tangga lagu domestik Korea Selatan semenjak kabar kepergiaannya beredar luas.
Dilansir dari laman Soompi, lagu "Lonely" yang dinyanyikan Jonghyun berduet dengan Taeyeon SNSD berada di posisi puncak tangga lagu Melon.
Kemudian ada lagu "End Of The Day" yang merajai tangga lagu Bugs.
Sementara itu, lagu "Breath" yang dinyanyikan Lee Hi, yang liriknya ditulis Jonghyun pun juga ikut naik di berbagai tangga lagu.
Lagu-lagu tersebut juga menempati posisi atas di tangga lagu lainnya seperti Genie, Mnet Music Charts, Naver Music dan Soribada.
Banyak warganet terutama Shawol yang kembali mendengarkan lagu-lagu Jonghyun untuk memperhatikan lirik lagu yang dipercaya sebagai pesan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Jonghyun.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jonghyun meninggal dunia karena bunuh diri yang disebabkan rasa depresi dengan dirinya sendiri.
Berikut beberapa potongan lirik lagu Jonghyun yang dianggap menggambarkan depresi yang dialaminya:
1. "End of A Day" - Jonghyun
"Saya tidak bisa menangis seperti yang sayang inginkan atau bahkan tertawa seperti yang saya mau. Di akhir hari yang melelahkan, seandainya saya bisa berada di sisimu seperti anak kecil, saya akan merengek dan kemudian tertawa sampai kehabisan napas. Namun saya tak bisa seperti itu. Kamu telah bekerja keras, kamu adalah kebanggaanku."
2. Lonely - Jonghyun ft Taeyeon
"Saya merasa kesepian sangat kesepian, saya merasa sendirian, saya tak ingin menyembunyikannya darimu, tapi saya hanya bisa menyimpan semua ini, mengertilah."
3. Let Me Out - Jonghyun
"Seseorang tolong tahan aku, aku lelah di dunia ini. Seseorang tolong hapus aku, aku basah karena air mata. Seseorang tolong sadarilah ku sedang berjuang, tolong diriku yang malang, tolong bantu aku."
4. Breathe - Lee Hi (Lirik ditulis oleh Jonghyun)
"Napas seseorang. Napas yang berat. Bagaimana saya bisa memahaminya? Meskipun saya tidak memahami napasmu itu, tidak apa-apa saya akan menahanmu. Kamu telah bekerja keras."
Selain dari lagu-lagu milik Jonghyun, diberitakan juga ia sempat menitipkan pesan terakhirnya kepada teman dekatnya, Nine9 dari grup Dear Cloud yang mengungkapkan betapa Jonghyun depresi karena tak berbakat dalam musik.
Pesan terakhir tersebut diunggah Nine9 lewat akun Instagramnya, atas ijin dari keluarga Jonghyun.
"Aku hancur dari dalam.
Depresi yang perlahan menggerogotiku akhirnya menelanku. Dan aku tidak bisa mengalahkannya.
Aku membenci diriku sendiri. Aku meraih kenangan terputus-putusku dan berteriak pada mereka untuk menyatukan diri namun tidak mendapat tanggapan.
Jika aku tidak bisa menahan diri untuk bernafas dengan baik sebaiknya aku berhenti bernapas sama sekali.
Aku bertanya pada diri sendiri siapa yang bertanggung jawab atas diriku.
Hanya aku. Aku benar-benar sendirian.
Sangat mudah untuk berbicara tentang akhir. Sulit untuk benar-benar berakhir. Aku hidup sampai sekarang karena kesulitan itu.
Kukatakan pada diriku sendiri bahwa aku ingin lari. Ya, aku ingin lari. Dari diriku sendiri. Darimu.
Aku bertanya siapa yang ada di sana. Itu aku. Itu aku lagi. Dan itu aku lagi.
Aku bertanya mengapa aku terus kehilangan ingatanku. Itu karena kepribadianku. Aku tahu. Jadi semua itu salahku.
Aku ingin orang memperhatikan tapi tidak ada yang melakukannya. Mereka bahkan belum pernah bertemu denganku jadi tentu saja mereka tidak tahu diriku.
Aku bertanya mengapa mereka tinggal. Mereka hanya hidup, hidup saja.
Jika kamu bertanya mengapa aku mati, aku akan menjawab bahwa aku kelelahan.
Aku telah menderita dan merenung.
Aku tidak pernah belajar bagaimana mengubah rasa sakit yang melelahkan ini menjadi kebahagiaan.
Rasa sakit itu hanya itu, rasa sakit.
Mereka memakiku untuk tidak melakukan ini. Mengapa? Mengapa aku tidak bisa mengakhiri hal-hal seperti yang aku inginkan?
Mereka menyuruhku untuk mencari tahu mengapa aku sakit hati.
Aku tahu betul. Aku sakit karena aku. Itu semua salahku dan semua karena aku kurang. Dokter, apakah ini yang ingin kamu dengar? Tidak, saya tidak melakukan kesalahan apapun.
Ketika suara lembut menyalahkan kepribadianku, aku berpikir, 'sialan menjadi dokter itu mudah.'
Aneh sekali rasanya sangat menyakitkan.
Orang yang memiliki lebih buruk dariku hidup dengan baik, orang-orang yang lebih lemah dariku berjalan dengan baik.
Mungkin itu tidak benar. Tidak ada yang hidup yang membuatnya lebih buruk dariku atau lebih lemah dariku.
Tapi aku harus tetap hidup.
Aku terus bertanya pada diri sendiri hingga ratusan kali mengapa aku harus hidup dan itu bukan untuk kebaikan saya sendiri. Ini untukmu.
Tolong jangan katakan sepatah kata pun jika kamu tidak mengerti.
Cari tahu mengapa aku terluka? Aku sudah bilang kenapa. Apakah salah aku sangat terluka karena hal itu, apakah aku perlu memiliki alasan yang lebih dramatis? Alasan yang lebih spesifik?
Sudah aku katakan. Apakah kamu tidak mendengarkan? Hal yang bisa kamu atasi tidak memberimu luka seumur hidup. Aku tidak cocok di dunia ini.
Kepopuleran tidak pernah dimaksudkan untukku.
Itu semua alasan mengapa sakit. Karena aku terkenal. Mengapa aku memilih ini? Ini sangat lucu. Sungguh mengherankan aku bertahan begitu lama.
Apa yang bisa kukatakan. Katakan saja aku telah melakukannya dengan baik. Itu cukup bagus. Bahwa aku telah bekerja keras. Bahkan jika aku tidak bisa tersenyum jangan salahkan aku. Aku bekerja keras. Aku benar-benar bekerja keras.
Selamat tinggal."