0

Ini Bahaya Briket Batubara yang Menewaskan Jonghyun 'Shinee’. Jika Gagal Bunuh Diri, Penyakit Ini Bakal Diderita

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Ini Bahaya Briket Batubara yang Menewaskan Jonghyun 'Shinee’. Jika Gagal Bunuh Diri, Penyakit Ini Bakal Diderita

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka baru saja menyelimuti para penggemar K-Pop.

Pasalnya salah satu anggota boyband SHINee dikabarkan telah meninggal dunia dengan naas.

Jonghyun mengakhir hidup dengan cara bunuh diri.

Ia ditemukan tak sadarkan diri di apartemen kawasan Cheongdam-dong, bagian selatan Seoul, sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Kabar tewasnya personel SHINee ini pertama dilaporkan oleh kakak perempuannya, Jong-hyun.

Ia menelpon polisi dan memberikan laporan jika sang adik diduga melakukan bunuh diri.

Polisi pun segera mengunjungi tempat tinggal Jonghyun.

Sayang, anggota boyband Shinee itu sudah tak sadarkan diri.

Ia pun dipindahkan ke rumah sakit untuk menyelidikan lebih lanjut.

Polisi menduga Jonghyun tak sadarkan diri karena brisket batu bara.


Menurut studi, hasil bakaran batu bara adalah polutan asap yang dianggap paling berbahaya.

Temuan baru ini disampaikan dalam jurnal Environmental Health Perspective setelah mengevaluasi hampir 450.000 partisipan di 100 kota di AS.

Tujuan dari studi tersebut adalah melihat efek tiap partikel polutan terhadap kesehatan jantung.

Partikel dari bahan bakar fosil, terutama batu bara, diketahui yang paling besar dampaknya, bahkan mendekati kematian, dibanding polutan lainnya.

Para peneliti menyebut, partikel dari polutan batu bara berkontribusi lima kali lebih besar dibanding polutan lain terkait risiko kematian dari penyakit jantung.

Dari data yang ada ini, tak pelak batu bara dianggap sebagai salah satu senyawa yang mematikan bila dibakar.

Selama 2000 hingga 2007, ditemukan 84 kasus kematian akibat bunuh diri menggunakan briket batubara.

Bahkan pada 2008, kasus bunuh diri menggunakan briket batubara meningkat hingga 292 kasus.

Hingga pada 2011, kasus tersebut mencapai 1.251 korban jiwa.

Banyak orang menduga, jika bunuh diri dengan menggunakan briket batubara tak akan merasakan sakit.


Namun seorang direktur Pusat Riset dan Pencegahan Bunuh Diri di Universitas Hong Kong, Dr Paul Yip Siu-fai mengatakan jika dugaan itu adalah mitos belaka.

Sebelum benar-benar meninggal, korban bunuh diri juga akan merasakan kesakitan.

Korban bunuh diri dengan menggunakan briket batubara akan merasakan sesak nafas yang luar biasa, bahkan hampir sama seperti saat dicekik.

Yang menjadikan seseorang kehilangan nyawa dan menderita cedera adalah saat menghisap asap beracun karbonmonoksida (CO) dari pembakaran batubara.

Sebuah riset yang dilakukan Il Saing Choi dari Departemen Ilmu Saraf di Universitas Yonsei menghasilkan temuan jika sesorang mengalami keracunan CO maka akan menderita beberapa penyakit.

Dari riset yang dilakukan, 243 dari 3000 orang akan mengalami penyakit syaraf, gagal ginjal, pendarahan usus, serta penumpukan cairan di paru-paru.

Hal ini sama halnya jika seseorang mencoba bunuh diri dengan briket batubara dan ternyata sebelum tewas telah diselamatkan, maka orang itu kemungkinan juga akan menderita gangguan kesehatan seperti di atas.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belajar dari Kasus Jonghyun SHINee, Begini Cara Mudah Atasi Depresi dan Keinginan Bunuh Diri

TRIBUNJUALBELI.COM - Kim Jonghyun dikabarkan meninggal dunia di apartemen kawasan Cheongdam-dong, bagian selatan Seoul, pada 18 Desember 2017 sekitar pukul 18.10 waktu setempat.


Ia ditemukan tak sadarkan diri dan diduga kuat telah melakukan aksi bunuh diri.

Tentu kepergiannya ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga dan penggemarnya.

Mengingat Jonghyun meninggal dunia saat berada dipuncak karir.

Bahkan sebelum mengakhiri hidupnya, member SHINee ini sempat mengirim pesan bunuh diri kepada kakak perempuannya.

Isi pesan nya menjelaskan bahwa ia ingin semua orang tahu kalau selama ini ia merasakan penderitaan yang luar biasa.

"Selama ini hidupku berat sekali. Tolong relakan aku pergi. Katakan padaku Aku telah (hidup) degan baik (selama ini). Ini pesan terakhirku," begitu lah pesan yang disampaikan Jonghyun kepada kakaknya melansir Joongang.

Dugaan kuat penyebab bunuh diri Jonghyun memang karena perasaan depresi yang dideritanya.

Depresi memang kerap kali menjadi alasan bagi seseorang untuk bunuh diri.

Dilansir dari alodokter.com, depresi merupakan suatu gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari.

Orang yang depresi biasanya merasa bahwa mereka seolah masuk ke dalam lubang yang dalam, gelap, dan sulit untuk keluar dari sana.


Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), diagnosis depresi dapat diberikan (hanya melalui pemeriksaan oleh profesional, seperti psikolog/ psikiater).

Lalu apa gejala yang dialami penderita depresi?

Setiap orang menunjukkan gejala depresi yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:

1. Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
2. Merasa bersedih secara berkepanjangan.
3. Mudah merasa cemas.
4. Merasa hidup tidak ada harapan.
5. Mudah menangis.

6. Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
7. Tidak percaya diri.
8. Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
9. Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
10. Berpikir atau mencoba bunuh diri.

Sementara gejala fisik akibat depresi adalah sebagai berikut:

1. Badan selalu merasa lelah.
2. Gangguan pada pola tidur.
3. Merasakan berbagai rasa sakit.
4. Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.


5. Bergerak atau berbicara lebih lambat.
6. Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
7. Berat badan berubah.
8. Sakit kepala.
9. Mengalami kram.
10 Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.

Tentu saja, kemunculan gejala-gejala tersebut biasanya mengganggu dan menurunkan produktivitas harian.

Penelitian mengungkapkan, setiap orang setidaknya akan mengalami satu masa depresi dalam hidupnya.

Depresi sendiri muncul karena manifestasi dari perasaan tertekan mendalam yang dialami seseorang.

Penyebabnya pun karena maslaah sehari-hari seperti, perasaan kesepian, dan alasan-alasan lain yang manusiawi.

Sebenranya, depresi merupakan hal yang wajar dan bukan sesuatu yang aneh apalagi memalukan.

Sejatinya, depresi dapat dikendalikan dan ditangani dengan semestinya, sehingga tidak mematikan fungsi keseharian seseorang yang mengalaminya.

Langkah pertama, perlu mulai belajar untuk mengenali gejala depresi yang dialami diri sendiri.

Mengamati ciri awal depresi yang khas adalah hal yang penting.

Kapan pun gejala tersebut muncul, seseorang dapat mengambil langkah untuk menanganinya.


Cara menanganinya disesuaikan dengan tingkatan depresi.

Jika depresi bersifat kronis, tentu paling disarankan adalah menemui konsultan profesional, seperti psikolog dan psikiater.

Namun, jika gejala depresi masih cenderung ringan , orang tersebut dapat mengelola sendiri gejala depresinya.

Penanganan sendiri yang dilakukan antara lain dapat dengan melakukan hobi secara rutin, berolahraga untuk mengelola kondisi fisik dan menenangkan pikiran, atau bercerita pada orang lain yang dipercayai.

Tak hanya itu, mendekatkan diri pada yang Kuasa juga dapat menjadi cara mandiri untuk mengelola depresi.

Cara-cara tersebut dapat menjadi jurus yang sederhana, namun ampuh untuk mengatasi depresi.

Pada dasarnya, setiap orang mampu mengendalikan depresi dan bukan justru dikendalikan depresi.

Dengan begitu semoga jumlah penderita depresi bisa turun dan tak ada kasus bunuh diri.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)