TRIBUNJUALBELI.COM - Istilah angin duduk sering dianggap sebagai masuk angin yang sangat hebat.
Banyak yang masih salah kaprah dengan istilah ini.
Padahal angin duduk bukan masuk angin, melainkan tanda gangguan pada jantung.
Angin duduk, begitu masyarakat Indonesia menyebutnya, memiliki reputasi yang menyeramkan.
Alasannya, tak jarang penderitanya berakhir tutup usia.
Penanganan yang salah sebenarnya membuat penderitanya mengalami kematian.
Terkadang banyak orang yang menganggap angin duduk ini seperti masuk angin biasa.
Alhasil badan dikerok kemudian dikasih minyak sambil dipijit pijit.
Namun banyak orang yang mengalami angin duduk setelah dikerok atau dipijit meninggal begitu saja.
Kejadian seperti ini memang harus diluruskan apa yang terjadi.
Penyebab sebenarnya adalah penyempitan pembuluh darah di jantung.
Kenali Gejala angin duduk ini.
Area dada seperti ditekan dan diremas.
Rasa sakit bisa menjalar ke leher dan lengan.
Rasa sakit juga bisa menjalar ke ulu hati.
Bisa juga disertai dengan sesak napas dan keringat dingin.
Lebih spesifik, ada juga yang mengalami kembung seperti masuk angin atau maag.
Pada kasus angina pectoris, waktu adalah hal yang sangat berharga.
Jika terjadi serangan angina pectoris, si penderita punya waktu 30 menit hingga 2 jam untuk diberi pertolongan sebelum otot jantungnya mulai rusak dan nyawanya sulit ditolong.