TRIBUNJUALBELI.COM - Guys, banyak hal bisa menyebabkan gangguan pendengaran.
Salah satu yang paling umum adalah mendengarkan musik dengan volume terlalu kencang.
Namun tahukan kamu kalau diperkirakan sebanyak 360 juta manusia di dunia mengalami gangguan pendengaran.
Angka ini pun termasuk mereka yang masih berusia muda.
Tak hanya mendengar musik dengan volume terlalu keras, ternyata jenis obat tertentu juga bisa menjadi pemicunya.
Terlalu sering meminum obat bisa menyebabkan gangguan pendengaran.
Biasanya, gejala awal yang dialami ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran akibat obat adalah munculnya bunyi denging, timbul vertigo, dan lama-kelamaan kemampuan mendengar akan hilang atau tuli.
Obat-obatan ini berpengaruh langsung terhadap organ dalam telinga yang berfungsi untuk menerima dan mengolah suara yang kemudian akan dikirimkan ke otak untuk diterjemahkan.
Dalam bidang medis, obat-obatan yang menimbulkan gangguan pendengaran disebut dengan obat ototoksitas.
Menurut American Speech-Language-Hearing Association, setidaknya ada 200 jenis obat bebas dan resep yang dapat menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar.
Lantas, apa saja jenis obat-obatan tersebut?
Melansir laman hellosehat.com, berikut 4 jenis obat yang bisa membuat gangguan pendengaran.
1. Obat penghilang rasa sakit
Para ahli mengatakan kalau obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diklofenak dapat memengaruhi fungsi pendengaran.
Sebetulnya semua jenis obat aman digunakan, namun saat dikonsumsi tidak sesuai dengan aturan, maka bisa saja memperburuk pendengaran.
Dilansir dari WebMD, penggunaan aspirin sebanyak 8-12 tablet per hari akan berisiko tinggi menyebabkan kemampuan pendengaran hilang.
2. Obat diuretik
Obat diuretik ini biasanya diberikan pada orang yang memiliki masalah pada fungsi ginjal, hipertensi, dan penyakit jantung.
Jenis obat diuretik yang punya dampak pada pendengaran adalah furosemide (Lasix), bumetanide, dan ethacrynic acid.
Penggunaan obat diuretik dosis besar dalam jangka panjang dapat merusak bagian dalam telinga, yang kemudian menyebabkan kemampuan pendengaran menurun hingga tidak bisa mendengar.
3. Obat kemoterapi
Obat kemoterapi dirancang untuk membunuh sel-sel kanker yang sedang berkembang, dan ini termasuk sel normal.
Oleh karena itu, pasien dengan kanker biasanya akan mengalami efek samping jangka panjang yaitu gangguan pendengaran.
Biasanya, obat kemoterapi yang langsung menyebabkan hal ini terjadi yaitu cisplatin, cyclophosphamide, bleomycin, dan carboplatin.
Gangguan pendengaran akibat obat kemoterapi, sebagian besar akan terjadi permanen atau tidak dapat kembali normal.
Well, untuk mengindari hal ini terjadi, kita perlu mengetahui dengan baik obat apa yang sedang kita pakai, aturan pakai, juga nasehat dokter tentang penggunaanya.
4. Obat antibiotik
Meski terdengar sepele, ternyata obat antibiotik benar-benar harus dikonsumsi sesuai dengan aturan.
Tidak boleh terlalu awal, atau bahkan terlalu terlambat.
Hal-hal seperti itu yang akan meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Jenis antibiotik yang sudah terbukti memiliki dampak seperti ini yaitu aminoglycoside, vancomycin, erythromycin, dan streptomycin.
Sebagian besar kasus, masalah pendengaran akibat obat antibiotik adalah orang dengan penyakit ginjal atau orang yang telah memiliki riwayat gangguan kesehatan telinga.
(TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi)
Banyak yang Belum Tahu, 4 Jenis Obat Ini Bisa Rusak Pendengaran, Nomor 2 Sering Dipakai Sembarangan!