0

Kesepian Itu Sehat atau Berbahayakah bagi Kita? Sebelum Menjawab, Pikirkan Dahulu 6 Fakta DIbaliknya

Penulis: Kurniantohanif
Kesepian Itu Sehat atau Berbahayakah bagi Kita? Sebelum Menjawab, Pikirkan Dahulu 6 Fakta DIbaliknya

TRIBUNJUALBELI.COM - Kondisi seseorang yang sedang mengalami rasa kesepian bisa ditafsirkan menjadi 2 hal kontradiktif.

Pertama, mungkin ia sedang merasa sedih dan tak memiliki teman untuk berbagi segala sesuatu hal pada saat itu.

Kedua, mungkin saja ia merasa bahagia dan menikmati rasa kesendiriannya karena ingin sejenak mengasingkan diri dari banyaknya masalah.

Sebuah jurnal, Psychologytoday, menyampaikan bahwa memiliki teman sama halnya dengan kebutuhan kita akan sebuah makanan.

Mengkonsumsi makan ditujukan untuk bertahan hidup.

Manusia hakikatnya adalah makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan dasar untuk bergabung dalam kehidupan kelompok dan untuk hubungan dekat.

Seorang psikolog dari Universitas of Chicago, John Cacioppo, mengungkapkan bahwa rasa sepi yang melanda seseorang dapat mengakibatkan dampak berbahaya pada kesehatan.

Cacioppo juga memaparkan fakta dari seorang dokter yang mengklaim bahwa ia merasa dapat memberikan perawatan medis yang maksimal ketika pasiennya didukung penuh oleh keluarga mereka.

Itu merupakan satu dari sekian banyak contoh fakta bagi kita untuk tak melarutkan diri dalam rasa sepi dengan waktu yang lama, fakta lainnya dapat disimak pada penjelasan berikut:

1. Bertambahnya berat badan

Ketika mengalami kesepian, banyak orang memilih mengkonsumsi makanan secara berlebih untuk menenangkan diri.


 

Munculnya prasangka buruk akan diri sendiri memacu orang yang kesepian untuk terus menambah kuantitas makanannya sehingga berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

2. Hormon stres dan tekanan darah meningkat

Terlalu lama alami kesepian dapat merusak normalnya sistem peredaran darah yang diakibatkan oleh meningkatnya hormon stres dan tekanan darah secara drastis.

Kinerja jantung juga akan lebih terforsir dan bisa berpotensi menyebabkan kerusakan karena adanya turbulensi aliran darah.

3. Depresi

Saat kesepian, orang akan mulai merasakan tentang kehidupan yang buruk dan menjadi depresi.

Tanda-tanda depresi dapat diamati dari sikapnya yang tak mempunyai gairah pada suatu hal, susah tidur, nafsu makan berkurang, dan tak memiliki harapan.

Sangat disarankan untuk segera mengkonsultasikan permasalah itu dengan dokter ketika Anda mendapati orang terdekat Anda mengalami tanda-tanda depresi seperti yang disebutkan di atas.

4. Pelarian pada obat-obatan terlarang & alkohol

Iming-iming hal menyenangkan yang semu dari mengkonsumsi narkoba dan alkohol memang menggiurkan bagi sebagian orang kesepian.

Mereka akan merasakan perasaan yang lebih baik, namun hal itu tak akan berlangsung lama.

Apabila sikap ini dilakukan terus menerus tentu akan merugikan diri sendiri, keluarga, dan hubungan dengan orang-orang disekitar Anda.

5. Kualitas tidur terganggu

Rasa sepi sering membuat orang-orang bangun lebih banyak di malam hari.


 

Akibatnya, efisiensi waktu tidur dan kualitas istirahat kita menjadi turun drastis.

6. Resiko bunuh diri

Tak bisa lepas dari kesendirian beresiko tinggi untuk melakukan perbuatan bunuh diri.

Hal ini rentan dialami oleh anak muda dan orang-orang lanjut usia.

Berinisiatif melakukan tindakan bermanfaat dan mencoba untuk memulai membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda adalah solusi yang tepat untuk mencegah dampak buruk kesepian.

Ada banyak cara untuk mengawalinya, contohnya dengan ikut berpartisipasi dan bergabung pada komunitas yang memiliki ketertarikan serupa, merencanakan agenda bersama keluarga, dan tak ragu untuk mengutarakan perasaan atau masalah pada teman Anda. (*)