TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini penyakit Difteri menjadi momok yang menakutkan bagi warga Indonesia.
Telah menyebar dan menelan beberapa korban jiwa di berbagai wilayah, penyakit ini pun sangat perlu diwaspadai sejak dini.
Melansir halosehat, difteri dapat menyerang pria maupun wanita dalam jumlah umur yang tak terbatas.
Penyakit ini menyerang sistem pernapasan.
Munculnya bakteri corynebacterium diptherial dan corynebacterium uklcerans menyebabkan infeksi pada selaput lendir dan tenggorokan.
Mulanya muncul gejala / ciri-ciri sebagai berikut :
-Demam sampai menggigil
-Nyeri kerongkongan ketika menelan
-Suara berat, Serak dan terdengar parau atau sengau
-Kesulitan bernafas dengan normal
-Munculnya pembesaran pada limfa dibagian area leher
-Tubuh mudah merasakan kelelahan
-Mudah haus dan mengantuk
-Serangan sakit kepala
-Hidung berair yang kadang dibarengi dengan mengalirnya darah
Difteri merupaka penyakit menular yang mudah terakumulasi dengan udara.
Berikut penyebab Mewabahnya Difteri melansir halosehat,
1. Penggunaan air
Penggunaan air yang kotor dan kurang bersih tentunya dapat membawa efek berbahaya bagi kesehatan.
Peralatan dapur, buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan air matang dapat menyebabkan bakteri yang ada di dalam air mentah masuk ke dalam tubuh.
Jika daya tahan tubuh tidak baik, maka akan membuat saluran tenggorokan infeksi.
2. Saling pinjam-meminjam barang pribadi
Barang pribadi yang berpotensi menjadi penyebaran bakteri dapat masuk melalu rongga kulit, hidung dan mulut.
Misalnya menggunakan handul, bantal, peralatan makan yang tidak dicuci bersih dan pernah atau sedang dipakai oleh penderita difteri.
Maka dari itu, tidak dianjurkan untuk berbagi benda pribadi dengan penderita difteri untuk mencegah tertularnya penyakit.
3. Terkena cipratan bersin
Sebisa mungkin hindarilah penularan bakteri lewat cipratan saat bersin dari dekat maupun jauh ketika berada di ruangan yang sama.
Untuk menanggulanginya, selalu kenakan penutup hidung atau masker guna menghindari penularan.
Karena bakteri bersin/batuk mampu berpindah tempat hanya satu kali batuk jika memang berada di dekat penderita tanpa menggunakan masker, tisu ataupun sarung tangan.
4. Hewan peliharaan
Jika memiliki hewan peliharaan di rumah, selalu jagalah kandang hewan agar selalu dalam kondisi bersih.
Jangan lupa untuk memperhatikan sanitasinya, dan bisa juga dilakukan penyemprotan menggunakan zat khusus pembunuh bakteri difteri.
5. Susu yang tak steril
Konsumsi dan penggunaan susu yang tidak steril dan kadaluarsa dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri penyebab difteri.
Jika ingin mengkonsumsi susu murni yang langsung dari perahan sapi, lebih baik memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
6. Kebiasaan makan yang buruk
Tentu banyak beberapa orang yang masih malas untuk mencuci tangan sebelum makan.
Di samping itu juga banyak di antara kita yang masih suka jajan sembarangan tanpa memikirkan kebersihan dan debu atau asap yang ada di sekitarnya.
Mulai sekarang hindarilah kebiasaan buruk tersebut, cuci tangan sebelum makan dan jagalah keluarga kita dari makanan yang bersifat kotor.
7. Lokasi yang kotor
Banyak anak-anak yang suka bermain di tempat yang berlumpur dan tidak higienis.
Bisa saja tempat tersebut telah terkontaminasi bakteri corynebacterium diphterial yang terbawa dari hewan yang telah melewati lokasi tersebut.
Bila hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan jika bakteri tersebut dapat berpindah ke dalam tubuh anak lewat urin dan kotorannya.
Karena difteri juga dapat disebabkan akibat interaksi tangan, mulu dan pori-pori kuliat terhadap lumpur, pasir, tanah, bebatuan, ataupun air kubangan yang kotor selama berhari-hari.
8. Ibu hamil yang tak menjaga makanannya
Kebiasaan memakan atau meminum makanan yang kurang bersih sangatlah buruk bagi orang normal pun juga untuk ibu hamil.
Salah satu contohnya seperti susu yang dibiarkan terbuka begitu saja lalu diminum oleh ibu hamil, hal itulah yang bisa menyebabkan bakteri dapat menyeba cepat melalui udara lalu masuk ke plasenta dan dapat menginfeksi organ janin secara bertahap.
Jika hal itu dilakukan secara terus-menerus, maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan janin mengalami kelainan di sekitar selaput lendir bagian leher.
(Tribunjualbeli.com/Nadhira Septianda D.H.)